tired

22 4 4
                                        

Hari ini sama dengan hari - hari biasanya yaitu aku berjuang, aku berlatih sekuat tenaga untuk dapat meraih mimpiku. Walaupun aku sudah tahu bahwa keluargaku tidak pernah menyukai mimpiku ini. Pandangan buruk, cemooh, dan juga hinaan sudah sering aku dengar dari mulut mereka.


Aku tidak dapat membenci mereka, disisi lain aku memperjuangkan mimpiku dan mempertahankan harga diriku tapi disisi lain aku juga sangat menyayangi mereka. Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi selain berjuang dan berdoa kepada tuhan, agar suatu saat mereka dapat melihat betapa sedihnya diriku saat aku harus berjuang sendirian tanpa dukungan mereka.

Hari ini ada rapat disekolah jadi semua murid dipulangkan lebih cepat dari biasanya, saat dirumah aku merasa bosan karena tak ada kerjaan jadi aku berlatih menyanyi saja diruanganku. Aku memang dibuatkan ruangan pribadi tapi hanya untuk belajar bukannya berlatih seperti ini. Saat aku sedang menghafalkan liriknya aku mendengar suara langkah kaki dan ternyata itu nenekku.

"Ririn kamu masih saja yah berlatih, apa kamu tidak sadar yang kamu lakukan itu tidak ada gunanya lebih baik kamu belajar dan menjadi dokter daripada menjadi artis"kata nenekku dengan lembut tapi artinya sangat berarti


"Benar itu Ri kamu seharusnya berhenti kamu hanya buang - buang waktu saja" sahut ibuku


Aku hanya bisa diam dan menunduk saat kedua wanita itu berbicara, bagiku itu sudah biasa bahkan aku pernah ingin mengakhiri hidup karena tekanan yang aku alami.


"seharusnya kau ikut ibumu dan hidup didesa saja agar kamu dapat dinikahkan disana" sambung nenekku

"ibu tak usah lagi diungkit masalah itu biarkan saja dia, biarkan dia mati dengan membawa mimpinya yang rendahan. Sama rendahnya dengan ibunya" sahut ibuku


Karena aku sudah tidak tahan lagi aku langsung berlari kekamarku tanpa menghiraukan mereka yang masih diruangan itu. Tanpa aku sadari air mataku mengalir dipipiku, setelah sampai aku langsung mengunci pintu kamarku.


"kenapa kalian tidak pernah menghargaiku, apa karena ibuku kalian jadi seperti ini?, aku memang anak dari ibuku tapi aku bukan ibuku!!!. Sambil menangis aku mengatakan semua yang aku tahan tadi.


Ibuku yang tadi bukanlah ibuku yang sebenarnya maksudnya dia bukan ibu kandungku tapi ibu tiriku, makanya dia bicara seenak jidatnya.


Ibuku dan ayahku sudah bercerai saat aku berumur kurang dari 3 tahun, rasa kasih sayang seorang ibu tidak pernah aku rasakan selama hidupku. Walaupun begitu aku tidak membenci ibuku karena aku tahu setiap tindakan seorang pasti dia sudah memikirkannya terlebih dahulu.


Pernikahan ayah dan ibu tiriku di karuniai seorang putra dia bernama denny, aku sangat menyayanginya dan juga sebaliknya. Sekarang dia sudah berumur 7 tahun dan sudah mulai sekolah, walaupun beda ibu tapi kami satu ayah itulah yang membuatku tidak membencinya juga.


Malam pun tiba

"Denny panggil kakakmu makan malam" kata nenek

"Iya nenek"sahut Denny

"kakak..,kakak? Dipanggil nenek katanya makan malam".panggil adikku dari balik pintu

"iya kakak turun"

Padahal aku tidak ingin melihat wajah mereka tapi aku harus membuat adikku senang, karena dia tidak akan makan jika tidak aku suapin.

Pukul 21.30

"Ahhh aku lelah sekali, apalagi ditambah dengan kejadian tadi siang itu semakin membuat aku gila rasanya"

Keesokan harinya
.
.
.
.

Vote and comment yaa.....
maaf kalau agak gaje aku masih belajar

Sekali lagi aku minta maaf




Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 15, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

The star of dream Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang