Sudah berapa jam aku berada disini, tempat dimana dulu dan sampai sekarang yang selalu menjadi favoritku dan aku selalu duduk dekat jendela dimana aku bisa dengan bebas melihat orang orang yang berlalu lalang dengan laptopku yang selalu menemani dan secangkir latte yang selalu membuat mood ku baik. Ya ... Disini aku sedang menunggu, menunggu seseorang yang selalu aku rindukan selama ini, dan entah sampai kapan aku harus menunggunya, dan diluarpun mulai turun hujan akupun berdiri melihat ke jendela yang dimana orang-orang berlari mencari tempat berteduh dan pikiranku melayang kembali mengingat kenangan-kenangan yang entah kapan aku akan mengikhlaskannya.
Banyak pepatah bilang kenangan itu tidak usah diingat jika membuat kita semakin terpuruk justru kenanganlah yang membuat kita bisa bangkit dan tidak akan terjerumus lagi.
Tapi bagiku pepatah itu tidaklah mempan entah harus bagaimana lagi aku harus melupakan kenangan itu. Semakin aku ingin melupakan kenangan itu entah mengapa aku semakin mengingatnya seperti mengunci agar kengan itu tidak dilupakan.
Sya? Aku tersadar dari lamunan ku itu karna ada seseorang yang menepuk bahuku dan aku segera mengusap air mataku tanpa aku sadari air mata ini keluar begitu saja akupun menoleh karna aku sudah tau dia akan datang, aku tersenyum lebar kepadanya, dan menyapanya.
◾️◾️◾️
Hayyy ini cerita pertamaku mudah-mudahan kalian suka ya
Vote and comment yah 😄😄
Karna sangat dibutuhkan apalagi aku yang masih baru apalagi comment yang membangun
Terimakasih 😄😄
Tunggu cerita aku selanjutnya .....
VOUS LISEZ
memories
Roman pour Adolescents"lalu bagaimana mengikhlaskan kenangan itu jika akhirnya tanpa kepastian"
