1.

9.4K 749 72
                                        

Hina, Nakyung, sama Seoyeon lagi nunduk sambil doa biar mereka bisa satu kamar di asrama. Mereka sekolah disini tuh udah jadi rencana sejak mereka kelas sembilan awal. Memang, tiga orang itu susah banget dipisahin. Soalnya udah saling melengkapi. Kaya tri masketir.

Hina yang selalu ceria, Nakyung yang cerewet, dan Seoyeon yang jadi pelindung tim.

Tujuan mereka daftar ke Harvey itu cuma tiga. Pertama, buat ngerasain pengalaman sekolah di asrama. Kedua, buat ajang uji nyali. Ketiga, buat nyari gebetan baru.

Sesuai google dan cerita berbagai manusia, Harvey itu bukan asrama biasa. Soalnya mereka maennya sama makhluk tak kasat mata. Asoy.

Itu baru KATANYA.

Kebetulan tiga manusia ini tu suka banget sama yang namanya hantu. Emang bangsat sih sompral amat mereka sekolah sini demi bisa maen sama para miss J dan mister J alias JuRiG.

"Aduh lama banget sih pengumumannya," keluh Nakyung.

"Sabar sis lima menit lagi," jawab Seoyeon.

Hina mah diem aja ngalem sambil mantengin infokus raksasa di depannya.

Mereka lagi ada di aula selatan Harvey. Aulanya luas banget, mungkin ada sebesar setengah stadion GBK. Di dalem aula ada ratusan murid baru yang pada pake jas warna merah. Di sisi kanan kiri ada panitia Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Harvey, mereka pake jas biru dongker. Di belakang, ada jajaran guru plus staff sekolah, pake jas cokelat. Di depan ada layar infokus dan mimbar untuk tempat kepsek pidato.

Lima menit berlalu. Layar di depan semua murid langsung nyala, dan nunjukin kamar tidur mereka di asrama plus nomor kamarnya.

Tiga cewek tadi masih nyari nama mereka, sampe akhirnya..

"SEKAMAR GUYS!!!!!"
.




Seluruh siswa tahun ajaran baru langsung dipersilahkan ke kamarnya masing masing, dianter ama satu panitia MPLS tiap satu kamar.

"Kamar 208?" Teriak satu orang cewek yang rambutnya lumayan panjang.

Hina, Nakyung, dan Seoyeon langsung nyari sumber suara. Sampe akhirnya mereka ketemu sama orang yang tadi teriak. Nakyung liat name tag di jasnya.

Doyeon Archie

"Ayo," Doyeon mimpin jalan tiga sekawan tadi.

Satu kamar isinya empat orang. Tadi kalo Hina ga salah liat, satu orang lagi itu namanya Heejin.

"Kak!" Doyeon noleh, termasuk Hina, Nakyung, plus Seoyeon.
"Saya Heejin, kamar 208 juga."

Doyeon ngangguk dan lanjutin mimpin jalan.

Asrama putri ada lima lantai. Tiap satu lantai, ada 50 kamar. Otomatis, kamar 208 ada di lantai lima, paling atas. Ga ada lift di Harvey. Fisik seluruh siswa siswinya selalu dilatih.

Setelah naik 200 anak tangga, akhirnya mereka sampe di depan kamar benomor 208.

"Ini kamar kalian, boleh beres beres dulu barangnya. Barang kalian yang dibawa dari rumah udah ada di dalem. Waktunya sampe waktu makan malam nanti, jam 18.00. Jangan telat, nanti saya samperin kalian lagi kesini. Ga usah takut ya, disini ga ada yang namanga senioritas. Tapi inget, sopan harus tetep. Kalo ga, kalian bakal masuk golongan Dastard dan dikeluarin dari sekolah ini. Jangan sompral, jangan terlalu ribut. Disini bukan cuma ada kalian. Jelas?"

"Jelas kak."

"Oke, saya tinggal dulu."

Hina, Nakyung, Seoyeon, ama Heejin langsung masuk kamarnya dan... wow... apa ini bener kamar asrama?

Harvey✔Stories to obsess over. Discover now