1. Sialan

13 5 4
                                        

Kantin yang terlihat elegan yang berada di SMA Bintang sangat ramai

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Kantin yang terlihat elegan yang berada di SMA Bintang sangat ramai. Ditambah kehadiran Most Wanted Girl disekolah itu membuat kantin semakin ramai saja. Ada yang bertujuan untuk makan saja, namun tak sedikit yang hanya ingin memandangi Nadhira Alexa -dewi SMA Bintang- biasa dipanggil Dhira. Bagaimana tidak, dia merupakan cewek yang populer seantreo sekolah. Dia adalah badgirl dengan seragam yang satu kancing atasnya sengaja dibuka, rok lipitnya yang pendek, rambutnya yang dicat ombre, dan jangan lupakan kalau dia adalah langganan guru BK.

Natasha Aurelia biasa dipanggil Aurel. Yang notabenya sahabatnya Nadhira penampilannya pun tak jauh darinya, namun bedanya Natasha tidak mengecat rambutnya, karena ia suka rambutnya yang berwarna coklat alami.

Nita Amanda. Biasa dipanggil Nita, penampilannya pun tak jauh berbeda dari keduanya. Namun dia adalah cewek yang polos dibandingkan kedua sahabatnya.

"Eh anjing itu punya gue" teriak Aurel kepada Nita yang sedang meminum jusnya. Saat ini mereka -Nadhira, Natasha, Nita- sedang berada dikantin karena sedang jam istirahat.

"Gue haus Rel" Nita cengesan.

"Gue juga haus bego" Aurel mendelik "jangan panggil gue Rel, emang gue Rel kereta api apa!" lanjutnya dengan ketus.

"Dih emang itu nama lo tai" bela Nita.

"Berisik lo pada, gue guyur pake sambal tau rasa lo" ucap Dhita yang menghentikan perdebatan antara Aurel dan Nita.

"Dih lo pms ya galak bener" ucap Aurel dan langsung disusul oleh kekehan Nita.

"Berisik anjing" sergah Dhira yang sedang meminum jusnya. Setelah itu ia beranjak dari kursinya. "gue cabut dulu guys" setelah mengucapkan itu Dhira langsung pergi tanpa mengiraukan suara sahabatnya yang memanggilnya.

"Kampret tu anak" kesal Aurel kepada Dhira yang meninggalkannya begitu saja berdua dengan Nita.

"Yaudah si ya kaya yang gak tau dia aja" ucap Nita.

Dhira menyusuri koridor sekolah yang ramai. Tak jarang banyak cowok yang menggodanya dengan siulan ataupun ajakan kencan seperti biasanya. Dhira sudah kebal dengan itu semua, ia hanya mendengus dan mempercepat langkahnya menuju rooptop sekolah.

'Brakk' Dhira membuka pintu rooftop sekolah menggunakan kakinya. Jangan salah, walau pintunya terlihat sudah tua namun ada ruangan yang masih bersih dan rapih. Itulah alasan kenapa rooftop adalah tempat favorit Dhira bersantai.

Baru saja Dhira masuk dua langkah, ia dikejutkan dengan sosok lelaki yang sedang berbaring di sofa rooftop.

"Siapa lo?" tanya Dhira sengit namun tak ada jawaban, cowok tersebut masih sibuk memainkan handphone-nya.

"Lo budeg ya?" tanya Dhira lagi sambil melangkah mendekati sofa yang ditempati si cowo.

"Heh gue nanya sama lo bego" karena kesal Dhira pun menendang kaki si cowo lumayan keras dan rupanya usaha itu berhasil. Cowok tersebut kemudian menegakkan tubuhnya dan memandang Dhira datar.

"Apa!" tantang Dhira sambil bersedekap dada.

"Berisik! Ngapain lo kesini?" tanya si cowo dengan ketus.

"Suka suka gue lah, asal lo tau ya ini tempat favorit gue bersantai. Jadi minggir lo!" balas Dhira tak kalah ketus.

"Gue gak nanya" jawab cowok tersebut dan langsung melengos pergi dari hadapan Dhira.

"Sialan" maki Dhira kepada cowok tadi yang ia tak tahu namanya. Merasa moodnya buruk karena cowok yang tak ia kenal, Dhira memutuskan untuk tidur di rooftop sekolah dan membolos pelajaran.

Alga Sanjaya, cowok tampan namun dingin. Ia tak menyukai keramaian. Dan barusan ia bertemu dengan cewek yang sukses membuatnya moodnya buruk karena kecerewetannya. Dari dulu Alga tidak suka kepada orang yang cerewet.

Alga menyusuri koridor sekolah yang sepi, ia membelokkan badanya menuju perpustakaan. Setelah ia masuk, ia mendudukan diri dibangku pojok. Alga sengaja melakukan ini untuk menghindari keramaian. Baru saja ia akan membaca buku tentang bisnis, getaran handphone disakunya pun membuat dia mendengus, dengan malas ia mengangkat teleponnya.

"LO DIMANA NYET" teriak sang penelpon.

"Apaan?" tanya Alga malas.

"Lo dicari sama Kepala Sekolah goblok, cepetan kesini, kalau gak gue bakal kena marah anjir" jawab sang penelpon dengan cepat dan kesal.

Tuuutt... Tanpa menjawab lagi Alga langsung keluar dari perpustakaan menuju ruangan Kepala Sekolah.

Tbc..

Hai^^
Gue penulis baru nih, penulis yang amatir lebih tepatnya:v
Jangan lupa Voment euy:v Voment kalian sangat berarti bagi gue hwhw:v

Sekian babay:')

meylatee

BADWhere stories live. Discover now