**You're My Vampire**
**Jungkook & IU*
*Satu**
Aku berjalan ke arah lobi apartement,, bersiap untuk pergi ke Cafe (karena aku bekerja disana)
Aku berjalan menuruni tangga apartement. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku lalu merangkulku (dan itu membuatku kaget). Dia lalu menyapaku..
"Hey kook,, bolehlah sekali-kali kau traktir sahabatmu ini," kata sahabatku, Park Jimin..
"Kau bahkan boleh memakan segalanya Hyung,, asal kau tidak memakan Cafe-ku," kataku terkekeh sambil pura-pura meninju perut Jimin..
"Hey dasar kau," kata Jimin sembari mencubit lembut pipi chibby-ku..
"Auuuu.... hyung sakit," kataku mengeluh kesakitan..
Tiba-tiba aku menangkap sosok wanita yang berjalan,, aku melihat selilas mulutnya bersimbah darah. Dan seketika membuat tawaku menghilang begitu saja..
Jimin yang menyadari perubahan sikapku,, lalu memanggilku..
"Kook,, jungkook,, kookie,," katanya beruntun dan membuat lamunanku bubar jalan..
"Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Jimin penuh selidik kearahku..
"Ehhhh emm aku tak apa Hyung," kataku sembari menggulung senyum manjaku kearah sahabatku itu..
"Kau melihat sesuatu?" Tanya Jimin lagi sambil menatap tajam kearahku..
"Ahhh tak apa Hyung,, aku sudah tumbuh dewasa,, mengerti?" Kekehku sambil membuka pintu *Cafe Look at Butterfly*
Jimin hanya diam menatap tajam kearahku. Dia terdiam cukup lama,, aku lalu membersihkan debu-debu yang setia menunggu Cafe ini tutup selama 2 hari. Mungkin tebal debunya sekitar 10 cm..
"Kook,, kau harus berhati-hati mulai sekarang," kata Jimin setelah terdiam beberapa saat lamanya,, aku yang sedang membersihkan debu pun berbalik arah kepadanya dengan tatapan bingung..
"Huh.. apa maksudmu Hyung? Aku tak takut dengan siapa pun,, justru merekalah yang takut kepadaku," kekehku sambil membalik tulisan *close* menjadi *open*
"Lusa kemarin,, ada orang yang ditemukan tewas di gang kompeks perumahan elite. Dia kehabisan darah dan di lehernya terdapat gigitan serangga," kata Jimin dengan intonasi menekan,, dan dengan tatapan yang sama (tatapan tajam)
"Hyung,, apa maksudmu heh?" Kataku yang mengira hal tersebut hanya gurauan..
"Kook,, aku tidak sedang bergurau. Aku serius." Kata Jimin sambil menekan kalimat *serius*
"Aku tidak main-main anak kecil," katanya lagi sambil melempar tissue kearahku..
"Kau mengatakanku anak kecil karena kau dan Hyung Tae adalah orang tua," gurauku..
"Aku dan Tae tidak tua Kook kami hanya dewasa,, lagi pula jarak umur kita hanya 2 tahun,, apakah aku cocok dikatakan orang tua huh?" Katanya lagi sambil menegak coffe latte-nya..
"Hyung,, kau......" Kata-kataku terpotong suara bel pintu berbunyi..
Kring......
Dan muncul gadis cantik itu,, dia pujaan hati Taehyung,, Kim So Hyun.
"Annyeong,, selamat pagi," kata So Hyun sembari menggulung senyum manis kearah kami..
"Ne annyeong," ucapku dan Jimin bersamaan..
Tak lama kemudian Taehyung datang. Selang beberapa lama kemudian para pelanggan Cafe pun berdatangan..
----
Sore harinya,, waktu jam istirahat kami..
Kami lalu duduk bergerombol di salah satu meja dipojok ruangan Cafe..
Kami pulang. Dan aku sendiri di Cafe dan bersiap pulang. Lalu aku berjalan kearah pintu Cafe akan menutup pintu dan membalik tulisan *open* menjadi *close* tapi...
Kringg......
Suara bel pintu berbunyi lagi untuk kesekian kalinya..
"Annyeong,, apakah anda akan menutup Cafenya?" Tanya gadis yang muncul dari balik pintu Cafe..
"Oh tidak,, silahkan masuk," kataku menyilahkannya masuk..
"Gomawo,, bisakah buatkan aku Coffe Latte?" Tanya wanita tersebut..
"Arraseo,, 5 menit lagi tersaji," ucapku ramah kepadanya..
Aku lalu menghidangkan Coffe Latte pesananannya. Setelah beberapa saat, dia sudah menghabiskan Coffe Latte-nya tersebut dan membayarnya..
Dia duduk kembali dan menungguku..
"Perkenalkan namaku Lee Jieun,, kau bisa memanggilku IU," katanya ramah,, sambil mengulurkan tangan..
"Aku Jeon Jungkook,, panggil saja Kook atau Kookie," kataku sambil menerima uluran tangan tersebut...
-----
Kami pulang bersama-sama,, dan bercerita banyak hal. Dan saat kami berpisah,, ia menyuruhku untuk mengantarnya..
"Kook,, apa kau bisa mengantarku pulang? Sekitar rumahku kemarin malam terjadi kasus pembunuhan,, jadi maukah kau mengantarku?" Rajuk IU..
"Ohh baiklah ayo," ujarku sambil berjalan kearah jalan yang ia tunjuk..
Dia tiba-tiba menghilang,, tanpa aku sadari. Dan setelah itu dia menarik kerah bajuku. Dan membenturkanku ketembok rumah.
"Kau namja yang polos,, aku suka. Kau telah masuk jebakanku," katanya sambil menatap tajam kearahku..
"Apa yang akan kau lakukan?" Kataku gemetar ketakutan..
"Menjadikanmu milikku," katanya sambil tersenyum dan taringnya terlihat jelas..
Ia menggigit leherku. Sakit,, seperti semuanya telah berubah,, aku bukan aku lagi yang dulu,, dan alu tak sadarkan diri. Aku berfikir bahwa aku sudah mati..
------
Aurthor : Maaf ya Eonnie-eomnie kalo part-nya kurang bagus,, dan maaf ya kalo gaje....
Jangan lupa vomment ya readers....
Karena aku butuh teman...
Aku butuh butuh vote kalian.....
STAI LEGGENDO
You're My Vampire | Jungkook & IU
FanfictionMalam hari ini, kami pulang bersama-sama,, dan bercerita banyak hal. Dan saat kami berpisah,, ia menyuruhku untuk mengantarnya.. "Kook,, apa kau bisa mengantarku pulang? Sekitar rumahku kemarin malam terjadi kasus pembunuhan,, jadi maukah kau mengan...
