Destiny-1

8 4 0
                                        

Ketika seorang datang dan tersenyum padamu itu adalah awal dari takdir yang akan membawamu pada dua hal yakni kebahagiaan dan kesedihan

-Alzia Pranata Itthipat-

Takdir??
Akankah takdir itu akan singgah pada seorang gadis bernama Alzia javella itthipat?

Alzia, adalah anak dari seorang pengusaha ternama yakni Alzher Pranata Itthipat.
Alzher sendiri adalah seorang presdir dari perusahaan Itthipat Group.

Alzia sendiri sekarang tengah sekolah di salah satu universitas terbaik di Thailand yaitu di university of Chulalongkorn dan mengambil jurusan faculty of medicine yakni fakultas kedokteran.

Sedari kecil alzia memang suka dengan bidang kesehatan, bahkan di pernah berkata kepada Azahra putri sang bunda bahwa ia ingin menjadi seorang dokter ketika dewasa

Alzia sendiri adalah gadis keturunan Thailand-Indonesia dia memiliki wajah cantik khas wanita asia, tubuhnya mungil, dan dia memiliki kulit yang putih.

"Zii, kamu gak ke kampus?"
Teriak Zahra pada putrinya dari ruang keluarga

"ngampus kok bun" jawab Zia

"udah mandi?"

"udah bun"

Kebiasaan pagi yang menjadi kebiasaan bagi Zahra ketika dia harus mengingatkan putri nya itu untuk pergi kekampus, karena menurutnya putrinya itu sangat malas ketika disuruh bangun pagi jadi dirinya khawatir jika Zia akan terlambat untuk pergi kekampus.

Tapi tumben saja pagi ini Zia bangun pagi, dan ketika ditanya zahra apakah dirinya sudah mandi atau belum dia menjawab tanpa ragu sedikit pun kalau dirinya sudah mandi.

"Tumben Zii, kamu bangun pagi" sapa Zahra ketika melihat anaknya sudah turun ke ruang keluarga

"iya dong bun, Zii lagi semangat soalnya" jawab Zia sambil mencium pipi bundanya

Zahra bingung melihat kelakuan Zia, mengapa anak nya itu terlihat bersemangat

"semangat? Kenapa Zii?"

"Hari ini hari pertama Zii mulai belajar di kampus bun"
Jawab Zia sambil mengoleskan selai pada roti tawar yang sudah disiapkan oleh sang bunda

"ohh, bunda kirain apa"
Zahra hanya ber-oh ria mendengar jawaban Zia

"Oya bun, ayah sama bang Alven mana?" tanya Zia

Alven??
Alven sendiri adalah kakak dari Zia, kakaknya sendiri bernama Alvensi Pranata Itthipat. Alven juga kuliah di Chulalongkorn university, tetapi alven berada di satu tingkat diatas Zia, jika sang adik menjadi mahasisiwi baru tahun ini, maka sang alven setahun lebih dulu menjadi seorang mahasiswa baru.
Dan alven mengambil jurusan Faculty of arts.

"Ayahmu berangkat keluar kota tadi pagi, sedangkan alven ikut ke bandara untuk mengantar ayahmu" jelas Zahra

"ohhhh" setelah mendengarkan penjelasan dari sang bunda, Zia pun langsung melanjutkan melahap roti tawarnya

"Bun Zii berangkat yaa" Zia bangkit dari kursinya lalu menggendong tas dipunggungnya.

"bye bun" Zia pun langsung mencium tangan sang bunda, dan langsung pergi menuju kampus.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 05, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

DESTINYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang