Bagian 1 - Pertemuan Singkat

100 12 18
                                        

Cinta.....

Memang semua terkadang menyulitkan dan terkadang pula memudahkan bagi kita....

Entahlah ..... sebelumnya ku fikir cinta itu menyenangkan.....

Cinta itu menggembirakan.....

Cinta ya itu..... dan memiliki sebuah pasangan itu membuatku selalu merasa ada memperhatikan.....selalu ada menyemangati memotivasi segala aktivitas yang aku lakukan

Tapi tak pernah ku bayangkan jika kamu adalah sosok yang diinginkan diriku untuk dicintainya...sedalam ini....

- Aleeana Dzahira -

Hari ini aku melihatmu duduk di bawah pohon yang rindang dengan meminum sebotol air mineral dingin dan beberapa cemilan atau jajanan ringan disebelahnya, aku hanya dapat meihatmu dari jarak jauh karena aku takut, takut akan perasaan ini tak terbalas dan semakin membuat fikiranku jadi kacau, karena tidak singkronnya hati dan fikiran.

Saat bel berbunyi aku segera masuk kelas, meninggalkan kesan pada mata ku saat melihatmu tadi. Bu Ulfa sedang menjelaskan pelajaran kesenian tapi aku tidak fokus mendengarkannya karena fikiranku selalu memutar memori-memori indah tadi saat ku dengar kamu bernyanyi di bawah pohon tadi dengan merdunya. Hingga akhirnya ...

"Leea, apa yang sedang kamu fikirkan", ucap Reena , dengan menyengol lenganku.  Shareena adalah teman sebangku denganku, dia adalah sahabat terbaiku begitupun dengan Chaca dan Agnia.

"Aku sedang tidak memikirkan apa-apa."

"Benar??", ujar Renna dengan mata yang menyelidik.

"Benar ren, udahlah kita fokus aja sama pelajaran bu Ulfa, nanti kalau ketahuan bu Ulfa bahaya, bisa-bisa kita disuruh nyanyi di semua kelas yang dia ajar."

"Ia juga sih." Ujar Reena dengan terus mencatat apa yang diterangkan oleh bu Ulfa.

Dalam hati ku berkata, "Kalau nanti dihukum kan bisa tamat riwayatku, ketahuan dengan Mr. X yang selalu ku kagumi, kan kelas dia juga diajar sama bu Ulfa."

Bel pulang sekolah pun berbunyi...

"Leea, nanti habis ini kita ke taman yuk, ngerjain tugas yang dikasih sama Pak Budi, lusa kan harus dikumpulin." Ujar Chaca sambil hadap ke belakang. Ya, aku dan Reena duduk dibelakang Chaca dan Agnia.

"Boleh, gimana yang lain?."

"Setuju." Ujar Agnia dan Renna serempak.

"Okee, jam 4 sore nanti kita ketemu lagi di taman yang ada di dekat kota kan?" Tanya ku untuk memastikan.

"Iyaaaa... Leea Sayang." Ujar bertiga serempak sambil mencubit pipiku.

"Ihhhhhh..... sakit tau." Ujarku sambil cemberut.

"Jangan cemberut atuh neng nanti Mr. gantengnya kabur lagi." Ujar Renna lalu berlari diikuti dengan Chaca dan Agnia.

"Ihhhhhh.....awas aja kalian." Ujarku sendiri sambil memasukan peralatan sekolah ku yang ada di atas meja ke dalam tas kesayanganku.

Oh ya tas itu adalah pemberian pamanku yang paling aku sayangi tapi sekarang dia sudah tidak ada, paman... aku rindu paman.

Hari ini aku ada ekstra seni musik, ya aku suka musik terlebih lagi gitar aku suka mengekspresikan semuanya lewat petikan gitar. Tapi karena bu Ulfa tidak dapat mengajar ya sudah aku belajar sendiri, karena teman-temanku yang ikut ekstra udah pada pulang karena bu Ulfa tidak mengajar.

Ku petik gitar dengan mengikuti alunan suara yang ku nyayikan, lagu nya itu milik Seventeen – Hal Terindah.

Sampai saat ini rasaku bertahan di sini

Rasa yang tak akan hilang oleh waktu

Kau tidak di sini, akupun tiada di hatimu

Jiwaku ikut menghilang bersamamu

Reff:

Tak terkira di sampingmu

Adalah hal terindah yang pernah ku inginkan

Tak terkira di pelukmu

Adalah hal terindah yang pernah ku rasakan

Kau tidak di sini, akupun tiada di hatimu

Jiwaku ikut menghilang bersamamu

Melukiskan segenap keindahan dirimu

Hanya kau yang aku mau, kamu kamu

Saat aku menyanyikan lagu itu, terdengar tepukan tangan yang keras mengema di ruangan ini, karena aku menghadap berbalik dari biasanya, ku memutar kursi ku dengan lagu yang belum selesai ku nyanyikan, dan ternyata itu..........


Tinggalkan sesuatu yang sangat berarti buat aku ya :D , hehehehe.......

Seperti halnya cinta yang meninggalkan banyak hal mulai yang menyenangkan dan menyakitkan.....

hahahahahaha..... :D ... perumpamaan yang tinggi ...... hahahaha ..... :D

See you next Chapter ...... hehehehe



Memendam RasaWhere stories live. Discover now