Bahkan ditengah kegelapan yang menyelimuti ini diriku masih saja berlarian dengan cepat menghindar serangan yang bertubi-tubi datang. Sekali salah lompatan saja aku akan mati malam ini juga.
Menoleh kebelakang memastikan apakah mereka masih mengejarku atau tidak.
"Sial! "
Umpatku melihat mereka masih saja mengejarku. Sialnya lagi diriku sudah kelelahan akibat berjam-jam kejar-kejaran tanpa henti.
Aku melihat kearah langit, tidak Fajar sudah mulai terlihat. Sebentar lagi matahari akan menampakkan dirinya. Bagaimana ini? Didepanku matahari yang akan membunuh dan dibelakangku adalah seorang yang juga akan membunuhku.
Kerutan dikeningku tercetak jelas menandakan jika aku sedang berfikir keras untuk lolos dari maut ini. Dengan sekuat tenaga aku berfikir hingga akhirnya aku hanya dapat pasra tak tau apa yang harus kulakukan.
Aku terus berlari kedepan, biarlah aku mati karena matahari daripada aku harus ikut dengan mereka yang akan membunuhku secara perlahan.
Baru juga pasrah, sepertinya aku masih diinginkan untuk hidup saat tiba-tiba tangan kekar menarikku dengan keras bersembunyi dari para pemburu vampir itu.
Aku tak perlu takut akan siapa yang sedang menolongku ini, aku tau siapa dia akibat baunya yang sangat familiar untukku. Aku berlindung dibelakang punggung kekarnya yang sedang mengamati para pemburu yang terlihat sedang menggeram karena buruannya berhasil lepas.
"Ha.. Ha.. Ha.. Terimakasih, kau menyelamatkanku lagi Eros"
"Tentu, sebaiknya kita harus lebih berhati-hati para pemburu semakin kuat dan semakin banyak"
"Apa yang harus kita lakukan? Jika seperti ini kita akan mati secara perlahan. Pemburu ada dimana-mana"
"Entahlah, aku juga tak tau. Sebaiknya kita pulang sebentar lagi matahari akan terbit"
Mengangguk setuju pada apa yang dikatakan rekanku ini. akhirnya aku berbalik kembali ke markas kami tanpa adanya makanan yang dapat aku dapat untuk hari ini.
***
Pranggg
Aku dan Eros hanya saling menatap satu sama lain mendengar suara kegaduhan yang terjadi. Apa yang sedang terjadi.
Melihat anggukan Eros akupun berjalan masuk mengikuti langkah kaki pemuda itu. Setelah berhasil masuk aku dan Eros sempat kaget. Semuanya berantakan bahkan semua Vampir yang ada disana menjaga jarak dari seorang pemuda yang terlihat lebih tua dariku hanya melihat bentuk tubuhnya dari belakang.
Aku ingin berjalan mendekat namun ditahan oleh Eros yang nampak sangat waspada itu. Menggeleng menandakan bahwa sosok itu tak bisa didekati dan berbahaya.
Apakah hanya aku yang tak tau siapa dia? Aku akhirnya memilih untuk terdiam daripada mati akibat mengganggu pemuda itu.
Tak ada yang berani mendekatinya hingga akhirnya kudengar ia terkekeh. Kekehan yang sangat menyeramkan untuk didengar.
"Akhirnya dia datang juga"
Ucapnya dingin sambil membalikkan badannya memperlihatkan siapa sosok itu. Namun aku tak dapat melihatnya karena kegelapan yang menutupi dirinya sehingga tetap saja aku tak tau siapa dia.
Tak... Tak... Tak..
Suara langkah kaki itu terdengar jelas dikesunyian tempat ini. Suaranya semakin mendekat, dan mendekat. Hingga akhirnya hanya tinggal selangkah ia akan terlihat olehku setelah memasuki area yang lebih terang.
ESTÁS LEYENDO
Which Vampire Are You?
FantasíaBahkan lolongan serigala yang mengiringinya tak membuatku tau siapa dia dan mengapa dia mengklaim diriku adalah miliknya.
