.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Seorang bocah lelaki cantik terus tertunduk dalam, mengabaikan tatapan jijik yang di perlihatkan oleh orang-orang yang berlalu lalang di jalan penuh hiruk pikuk manusia tak berhati.
*haaaaaaahhh... *
Helanya pelan sambil menatap langit malam yang gelap tanpa bintang
*hujan.... *gumamnya
Tak lama rintik demi rintik membasahi jalan padat yang mulai lenggang, di hadapannya.
Menyisakan ia dengan tubuh yang mulai basah, karena hujan yang begitu baik hendak membersihkan wajah penuh luka milik lelaki tersebut.
Ia kembali menundukkan kepalanya tanpa peduli tubuh nya yang mulai kedinginan, dan bibir yang membiru serta tangan yang mulai keriput menemani keterdiamannya.
Sampai ia tidak merasakan air yang menjatuhi nya lagi, tak ayal membuatnya mendongkak melihat orang yang masih mau menegurnya.
*kau akan sakit nak* tegur seorang lelaki paruh baya sambil melindunginya dari rintik hujan yang semakin lama semakin deras.
Lalu menarik nya pelan untuk bangkit dan berteduh kesuatu tempat yang lebih hangat.
bocah laki-laki berparas cantik tersebut di bawa menuju mobil yang terparkir rapi di samping kedai yang tak jauh dari tempat ia terduduk tadi.
Setelah itu lelaki paruh baya tersebut langsung menancap gas membelah hujan, sambil sesekali tersenyum lembut padanya.
*istirahat lah, kau pasti kelelahan aku akan membangunkan mu jika kita sudah sampai* ucapnya ramah
Lelaki cantik tersebut hanya mengangguk patuh, lalu mulai memejamkan matanya yang mulai berat.
*kau pasti mengalami hal yang buruk nak* gumam lelaki paruh baya itu sendu
¶¶¶
Sebuah mobil mewah memasuki pekarangan rumah yang begitu besar, terlihat basah karena menembus hujan yang begitu lebat.
Tak lama keluar lah seorang lelaki tampan meskipun sebenarnya ia telah memasuki usia kepala 4 tapi wajah gagah tak luntur dari parasnya.
*nak kita sudah sampai, ayo bangun kau harus mengganti bajumu dan kembali tidur di tempat yang lebih nyaman* ucap nya lambut pada lelaki cantik yang duduk di kursi penumpang
Lelaki cantik tersebut menggeliatkan tubuhnya sedikit guna melenturkan otot nya yang kaku, karena tidur dengan posisi yang kurang nyaman.
Ia memandang sekelilingnya dengan tatapan kagum yang begitu kentara di matanya, lelaki paruh baya itu hanya tersenyum maklum lalu merangkulnya lembut menuju pintu utama rumah tersebut.
Belum sampai pintu, seorang wanita cantik membukakannya sambil tersenyum lega melihat kedatangan mereka.
*akhirnya kamu pulang sayang, aku sangat mengkhawatirkan mu sedari tadi. Dan!! Siapa ini??? * ucapnya beruntun sambil menatap anak di rangkulan lelaki yang ternyata suaminya tersebut.
*ahhh dia,,,, aku melihatnya terduduk di bawah hujan. Cha!! Nanti kita bicara biarkan dia mandi dan mengganti bajunya terlebih dahulu, jika tidak dia bisa sakit nantinya. " sahut sang suami lembut
*ah!! Iya maaf kan aku ya, pelayan tolong siapkan baju ganti untuknya dan air hangat untuk nya mandi* perintah sang istri sambil merangkul pelan lelaki cantik tersebut.
*dia cantik,,, aku menyukainya* ucap sang istri sambil memeluk suaminya bahagia
Sang suami hanya tersenyum senang melihat respon yang di berikan istri tercintanya tersebut.
YOU ARE READING
You're My Hopefull
FanfictionMenjadi anak yang harus berusaha hidup selama 7 tahun sendiri itu bukanlah perihal yang mudah, namun faktanya itu tetap mampu di jalani seorang seokjin, lelaki yang terlahir dengan wajah yang cantik serta tampan di saat yang bersamaan. Di kucilka...
