Prolog

1.1K 80 9
                                        

Soal cinta itu memang misteri dunia yang belum terpecahkan. Datang dari mana, dan pergi ke mana. Tidak ada yang tahu. Begitu juga untuk Kuroko Tetsuna, gadis 19 tahun itu akan menikah. Semua persiapan pesta pernikahan telah tersusun rapi di rumah calon suaminya, gadis-gadis manis terlihat mengerumuninya.

Hadir pula sahabatnya sejak kecil Satsuki Momoi yang menyuapinya kue sebagai sarapan untuknya.
"Kali ini kau harus banyak makan." ucapnya dengan senyum begitu manis sama dengan macaron yang senada rambut pinknya.
"Iya aku makan, aku tidak perlu diet-diet lagi kan?" tanya Tetsuna tertawa kecil, ia memakan macaron yang sahabatnya beri.

Semua tamu sudah datang di pesta taman yang megah, tak heran calon suaminya adalah seorang dokter muda yang sukses sekaligus pemilik rumah sakit. Wajar kalau Tetsuna yang memang biasanya tidak banyak berekspresi jadi menunjukkan senyumnya pada semua orang.

Sampai-sampai tamu dan teman lelakinya iri pada mempelai pria yang berhasil mendapatkan hati seorang gadis dengan senyuman paling indah di antara bunga-bunga.
"Tetsuna, kemarilah..." panggil calon ayah mertuanya, Midorima Shiina. Kuroko dengan cepat mendekat meski ia sedang dikerumuni teman-teman gadisnya.

"Kenalkan... Kalian belum pernah bertemu kan? Ini Kuroko Tetsuna, calon menantuku tapi aku sudah menganggapnya putriku sendiri yang manis." Kata lelaki yang sudah agak tua itu berdiri sembari mengenalkan gadis dengan gaun pestanya berwarna aquamarine senada dengan matanya.
"Senang bertemu denganmu." Sapa Tetsuna pada laki-laki tampan yang mengenakan setelan jas hitamnya, mata ruby nya menyorot begitu tajam.

Tapi Tetsuna bisa melihat kehangatan dan ketulusan di balik mata itu.
"Akashi Seijuurou." Balas lelaki yang selalu disapa Akashi oleh orang-orang sambil mengulurkan tangannya.
"Senang sekali akhirnya kalian bisa bertemu. Seijuurou sudah kuanggap putraku sendiri, begitu juga Tetsuna. Aku senang jika kalian berdua nanti tetap bisa akrab dengan Shintarou." Ucap pria yang menjadi kepala keluarga Midorima itu.

Baik Tetsuma dan Akashi saling mengobrol bersama, sementara menunggu calon mempelai lelaki yang belum juga datang.

Tetsuna adalah gadis yang sudah dekat dengan keluarga Midorima sejak kecil, apalagi setelah kedua orang tua gadis itu meninggal. Dia bekerja keras untuk menghidupi dirinya sendiri, tapi tetap mendapat perlindungan dari Keluarga Midorima. Dia juga sangat dekat sekali dengan putra pertama keluarga itu, Shintarou. Mereka sudah berkencan sejak SMA kelas satu. Kini Tetsuna dan Shintarou akan menikah, memulai hidup baru sebagai keluarga.

Gadis itu bergabung lagi bersama teman-temannya, mereka merecoki Tetsuna yang terus berusaha mempertahankan sisi coolnya tapi gagal. Ini hari bahagia tidak mungkin dia tidak tersenyum. Membayangkannya menari bersama teman gadisnya dengan sebaran kelopak mawar pink dan biru rasanya hampir tidak mungkin. Tapi dia benar-benar menari sambil bertepuk tangan bahagia, makin membuatnya jadi terlihat cantik.

Sebentar lagi, semuanya akan menjadi nyata. Tetsuna akan bisa mendapatkan keluarga baru bersama orang yang dicintainya. Tapi...

"Shiina-sama..." panggil beberapa pria yang datang dari arah pintu masuk mendekati ayah Shintarou, pria itu membisikkan sesuatu ke telinganya. Segera setelah mendengar kabar yang mengejutkan, kedua matanya membulat sempurna. Shiina berlari menuju ke arah calon menantunya.

Ia menghentikan Tetsuna yang tengah menari bersama temannya. Gadis itu terdiam mendengarkan kata-kata calon ayah mertuanya.
"Shintarou... Shintarou tidak akan datang, dia tewas karena insiden yang terjadi di bandara." Ungkapnya. Semua orang langsung berwajah kaget dan gelap, kebahagiaan yang harusnya datang justru diselimuti oleh kesedihan yang takkan berujung.

...

"Masuk saja, mulai hari ini kau akan tinggal di sini. Semua yang ada di sini adalah milikmu. Kau berhak menggunakan semua perabotan di sini." Kata seorang pemuda yang membukakan pintu sebuah apartemen besar. Ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, semuanya tidak lepas dari kata luas dan mewah dengan nuansa hitam putih.

Ada gadis di belakangnya yang hanya terdiam mengangguk, wajahnya selalu ditekuk tak berani mendongak. Sesekali jika diajak berbicara hanya ada anggukan kecil sebagai jawaban.

Setelah kekacauan pernikahannya kemarin, Shiina yang merupakan ayah Shintarou meminta pernikahan terus berlanjut. Meski kondisinya sendiri tengah kritis karena serangan jantung yang diidapnya. Secara empat mata dia bicara pada Tetsuna untuk memenuhi permintaan terakhirnya.

"Tolong.. Menikahlah dengan Seijuurou, dia sudah kuanggap sebagai putraku yang kedua. Aku akan sangat lega jika bisa meninggalkanmu dengannya, putriku... Paling tidak, aku dan Shintarou tahu kau berada di tangan yang tepat." Kata Shiina dengan nada yang begitu lemah. Tak ada air mata di pelupuk Tetsuna, dia bahkan tidak terisak atau menangis. Wajahnya justru sangat datar, tapi masih tersisa kehangatan.

Dengan pelan Tetsuna menyandarkan tubuhnya pada orang yang hampir menjadi calon mertuanya.
"Aku akan melakukannya." Balasnya dengan nada sendu.

Dan akhirnya pernikahan dilaksanakan di hadapan Shiina. Kuroko Tetsuna menikahi Direktur Muda yang sukses dari Perusahaan dan Keluarga Akashi yang terpandang, Seijuurou. Meski suaminya bergelimang harta, sejak saat itu Tetsuna belum tersenyum sama sekali.

Karena pernikahan ini tidak berlandaskan cinta. Hanya ada kekosongan di antara mereka.

***

A/N: Haiiiii kembali lagi dengan akafemkuro di cerita yang sekarang ada sedikit feelsnya (menurut saya sih)

Btw saya dapat referensi cerita ini dari sebuah film india yang benar2 ngena di hati (FANS SRK) <--- lebih demen film india layar lebar (tapi shahrukh aja) daripada drakor hehe
Filmnya judulnya Rab ne Bana Di Jodi, udah beberapa kali tayang di stasiun tv lokal Indonesia. Dan saya tydac pernah bosan nonton+denger+jogetin lagunya :")

Oke ini cerita udah lengkap dan bakal dipublish tiap selasa dan minggu. Terima kasih untuk semua yang sudah mau mampir seperti biasa <3

[END] True Love (KnB Fanfiction) [AkaFemKuro]Stories to obsess over. Discover now