Hujan deras mengguyur Kota Bandung pagi ini. Tak satupun nampak awan biru di atas sana. Tubuhku rasanya enggan sekali beranjak dari tempat tidur. Udara di luar sana hampir mencapai 8 derajat celcius.
"Bangun Ret, udah siang," suara Mama yang nyaring dan hampir merusak dunia dengan segala isinya itu berhasil mebangunkanku.
"Iya Mah ntar, 5 menit lagi. Toh ini hari libur, Reta pengin bangun siang," jawabku sembari menarik selimut tebalku.
YOU ARE READING
Memories of a Moment
RomanceAku Reta. Perempuan paling naas persoalan cinta. Ya, aku memang tidak seperti perempuan kebanyakan yang begitu mudahnya melupakan sosok seseorang yang pernah menjadi bagian penting di hidupku. Aku ingin bertahan pada satu lelaki. Walau ia pernah men...
