1

63 1 0
                                        


Di bawah pohon besar dan rindang Mia sedang duduk bersandar di batang pohon itu. Suasana terlihat damai dan asri. Dengan mengenakan kaos hitam dan rok coklat dengan sandal jepit merah yang begitu terlihat sederhana dipakainya. Dengan duduk selonjor dan memejamkan mata, Mia mendengarkan lagu yang keluar dari radio kecil yang tengah dipegangnya.

Hembusan angin menerpa tubuhnya dan rambutnya yang terurai sedikit berterbangan. Cuaca memang sedang mendung.  Mia mulai berdiri dengan meraba tongkat yang tergeletak dipinggir kaki kirinya. Mia berdiri dan mulai berjalan pelan dengan tatapan gelap. Semuanya gelap. Yaaa.... Mia buta.

Mia sudah terbiasa dengan keadaan di sekitar rumahnya.  Rumah yang asri bercat putih dengan bunga-bunga yang bermekaran di halaman rumahnya.

" Miaaa kamu dicariin ternyata lagi diluar. Ayo masuk bentar lagi pasti ujan." ucap Sandra-mamanya Mia dengan menggandeng tangan kirinya dan diajaknya masuk ke dalam rumah.

" Kok mama udah pulang? Aku gadenger suara mobil mama."

" iyalah kamu gadenger kamu pasti lagi dengerin radio kan?"

Mia tertawa.

" Keisha pulang." terdengar suara dari pintu depan. Keisha-adik perempuannya Mia.

" Kok baju kamu basah? Keujanan?"

" Iyalah pake nanya lagi." jawabnya dingin dengan langkah kesal menuju kamarnya.

" Keujanan di mana?"

" Sekolah."

" Kenapa gak nunggu papa jemput kamu dulu sih? Nanti kalo sakit gimana? Kan kamu bisa nunggu di sekolah dulu sampe papa jemput atau dijemput mang Ipang."

Keisha berhenti di depan pintu kamarnya yang memang berada di ruang tengah. Keisha berbalik dan menatap mamanya kemudian beralih menatap Mia.

" Sakit ga sakit sama aja kan, mama lebih perhatian sama kak Mia dibanding aku?" ucapnya ketus lalu masuk kamar dan membanting pintu.

SeandainyaWhere stories live. Discover now