Bab 1 Dunia Asha

32 0 0
                                        

Anna Karina Gilbert (Asha 20)

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Anna Karina Gilbert (Asha 20)

----------------------------*-----------------------------

Waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 WIB, tapi masih saja wanita itu terkulai di atas tempat tidur berukuran king size. Entah apa yang ada dipikirannya, semalaman suntuk ia habiskan untuk mengerjakan tugas kuliah yang tak henti-hentinya bagaikan air yang terus mengalir.

"Astaga, wahai diri... Bisakah kau untuk tidak terus bermalas-malasan, ayolaaah... Hari ini ada mata kuliah Bu Jengtina ini..." Gumam wanita yang kerap disapa Asha. Meski sudah berusaha sekuat tenaga untuk melawan kemalasannya, tetap saja nihil.

Walhasil Asha bolos kuliah hanya karena ia lelah untuk bertemu dengan kakak tingkatnya yang sempat membuat geger dunia perkuliahan, lantaran si kakak tingkat yang kece harus jalan bergandengan dengan Asha.

Ya.. dia Bayu Anugrah, cowok dengan ciri-ciri fisik yang cukup sempurna dimata kaum hawa. Postur tubuh yang tinggi sekitar 170 cm, dengan kulit yang putih bersih tanpa noda, hidung yang mancung, rapi dan tentunya jenius dalam bidang akademik. Wanita mana yang tak akan kelelep matanya ketika dihadapkan pemandangan pria seperti ini. Asha yakin, tak kan ada seorang wanita akan melewatkan pemandangan tersebut.
Menjadi kakak tingkat favorit, dan menjadi presiden mahasiswa di salah satu kampus negeri di Ibu Kota. Siapa yang tak terkesima.
Namun sayang, ketampanan Bayu justru membawa petaka bagi Asha. Banyak yang menggosipkan kedekatan Bayu dan Asha, hingga membuat Asha semakin malas untuk berangkat ke kampus.

Verrel Bramasta (Bayu Anugrah 23) ------------------------------*---------------------------

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Verrel Bramasta (Bayu Anugrah 23)
------------------------------*---------------------------

*Flashback 2 hari yang lalu*
Asha memang ceroboh dan pemalas, namun ia mampu menyembunyikan segala sikap buruknya terhadap semua orang. Dengan peran yang cukup apik dilakoninya membuat siapa saja akan terperangah dengan gayanya. Lugu dan juga pandai dalam segala hal. Namun wanita dengan mood yang sering berubah ini pula menjadi kelemahannya. Hingga temannya bernama Asyifa sibuk untuk memberikan semangat kepada Asha.

"Ashaaaa. Ayo cepetan... Ntar dimarahin sama pak Joko niiih, udah telaaaaaat..." Wanita dengan rambut sebahu itu menggiring Asha untuk bergerak cepat menuju kelas Ilmu Sejarah.

"Syifa.. kamu bisa jalannya agak pelan gak sih. Aku sulit nih sejajarin jalan ku" karena pakaian Asha yang cukup membuat ribet sehingga ia kesulitan untuk berjalan.

"Hello Asha, ini sudah jam 07.45, artinya kita telat Asha.... Telaaaaaat"

"Hahahaha yaudah kita ke kantin aja. Lagian kan pak Joko juga kebiasaan datangnya selalu dadakan"

"Ya ampun ni anak.. belajar dari siapa sih kamu? Ayok jangan sampai Senin mu rusak hanya karena hal sepele" timpal Syifa dengan nada tinggi.

Hingga mereka berdua berlarian dilorong kampus. *Bruuukkkkkk* Asha ambruk ke lantai, lantaran ia menabrak seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Bayu.

"Astaga.. kamu gapapa ?" Bayu mengulurkan tangan kepada Asha. Tapi uluran tangan itu tak disambut oleh Asha. Ia berusaha bangkit dan coba memperhatikan siapa yang ia tabrak.
*Jleeeebb* "astaghfirullah ya Allah apa salah ku ya Allah. Ini kenapa lagi pake acara nabrak pak Presma, ya Allah semoga namaku ga di blacklist dari daftar anak magang Badan Ekskutif Mahasiswa" batin Asha terus berbicara. Tatapannya kosong, hingga Bayu menyadarkan nya.

"Hei dek.. kamu gapapa kan?" Tanya Bayu sekali lagi.

Asha ingin lari pada saat itu juga, namun apa daya ternyata kakinya sulit untuk melangkah dan ceroboh nya Asha kembali ambruk ke lantai untuk kedua kalinya. Sontak hal itu membuat Bayu sigap dan cepat menolong Asha. Di bopongnya Asha untuk berjalan, Asha tidak menolak, karena benar saja kakinya benar-benar sakit.

"Ashaaaa... Ya Allah Ashaaaa" teriak Syifa dari kejauhan.

"Syifa bener- bener jahat banget ya Allah" tatapan Asha yang cukup mengisyaratkan sesuatu itu jelas ditangkap oleh Syifa.

Alih-alih untuk menolong Asha, Syifa malah balik badan karena ia dipanggil oleh pak Joko yang mendadak keluar kelas. Syifa kembali menoleh ke Asha, seperti sedang berkomunikasi melalui batin. Tatapan Syifa cukup jelas di pahami Asha.
"Maafkeun aku Sha, kali ini tuhan ga berkenan untuk menolongmu". Batin Syifa berbicara.

Ketika Asha dan Syifa saling tatap-tatapan, Bayu kembali menyadarkan Asha.

"Dek kayaknya kakimu sakit banget. Kamu jangan masuk kelas dulu deh. Kita obatin dulu kakimu" ujar Bayu menggandeng tangan Asha.

Asha tergagap merespon Bayu, "Argghh iya kak" jawab Asha sekenanya.

Walau bagaimanapun Asha tak bisa menolak. Karena ia benar benar akan roboh jika tidak ditahan oleh Bayu.
Jadilah ia bergandengan tangan sepanjang perjalanan menuju ruangan kesekretariatan BEM.

Tatapan sinis pun menghujam Asha. Asha paham bahwa saat ini dia berada di zona darurat bahaya.
Benar saja, baru ia melangkahkan kaki ke ruangan BEM, satu diantara anak yang sedang ngumpul di depan ruangan BEM mulai nyinyir ga jelas mengenai Asha.

Asha tetap diam, dan mengikuti Bayu. Hingga di dalam Asha ditangani oleh
Seorang wanita berdarah Jawa Inggris (blesteran)

"Yopi, tolong obatin ni anak ya. Tadi ga sengaja nabrak aku di gedung sejarah. Aku mau ketemu dekan" ujar Bayu datar.

Entah bagaimana Asha pun merasa semua itu hanya biasa saja. Namun karena inilah semua masalah akan menghampiri Asha.
*Flashback of*

Dering ponsel Asha kembali berdering, siapalahi kalo bukan Syifa.
Dengan malas, Asha menjawab telpon dari Syifa.

A : "Hallo Assalamualaikum fa"
S: "waalaikumsalam sha, Sha kamu kenapa ga ngampus sih? Kangen tauk"
A: "aku kesiangan fa, nnti jam berapa lagi kita ada mata kuliah?"
S: "Asha mah gitu, Syifa ga suka.." rengek Syifa dengan nada manja
A: "apaan sih fa, geli dengernya"
S: "wkwkkw iya sha, jangan lupa jam 11.45 mata kuliah pak Joko. Jangan sampe nabrak orang lagi. Wkwkwkw" derai tawa Syifa semakin membuat Asha malas untuk berangkat ke kampus.
A: "he...hee oke, aku tutup dulu assalamualaikum" jawab Asha sekenanya.

Setelah berakhirnya telpon dari Syifa, tiba-tiba saja handphone Asha kembali berbunyi. Tanpa basa-basi, Asha langsung menerima telpon dan berteriak "Iya Asyifaaaaa... Aku bakalan ke kampus... Pastiin lorong kampus sepi, biar aku ga nabrak pak Presma lagi... dan.."
Belum saja habis mengoceh, tiba-tiba.......

"Hallo....." Suara cool dari seberang sana membuat Asha diam mematung.

Aduh si Asha memang terlampau ceroboh terima telpon saja ga dilihat-lihat lagi. Kira-kira siapa ya yang nelpon? Apakah itu pak Joko yang menagih tugas dari Asha ? Atauuuu???? Huhuhuh

Cinta Datang TerlambatWhere stories live. Discover now