#Senja

25 0 0
                                        

Rasanya aku tak ingin beranjak dari bukit ini.Disini indah, damai, dan sejuk.Dan senja ditempat ini selalu melukiskan kebahagiaan.Warna jingga yang terlukis dilangit yang luas ini menggambarkan kehebatan Tuhan dalam menciptakan anugerah.Aroma rerumputan terasa segar kala mereka bertemu dan bersenggama dengan angin sepoi sepoi.Aku ingin menjadi senja yang selalu menghadirkan kebahagiaan untuk semua makhluk tuhan.

Tanpa terasa udara dingin malam ini membuatku menyerah dan beranjak dari tempatku duduk.Dalam perjalanan pulang aku hanya sendiri ditemani suara radio mobil yang menyiarkan frekuensi favoritku.Sesampainya aku dirumah yang kutemui hanyalah mama dan papa.Sebagai seorang anak tunggal rumahku selalu sepi, dan kelamaan aku terbiasa dalam sendiri.

"Assalammualaikum ma,pa." Sapaku.
"Wa'alaikum salam sayangku.Kenapa pulang selarut ini?Bagaimana tadi?Apa kamu sudah menyiapkan semua keperluan untuk wisuda?"
"Sudah ma.Tadi aku dan Daroon sudah mengurus semuanya.Terima kasih ya ma, pa.Aku sangat sayang mama dan papa."
"Terima kasih kenapa sayangku?" Kata mama tersenyum.
"Karena mama dan papa sudah mengizinkan ku berkuliah di perguruan tinggi yang aku inginkan."
"Mama dan papa akan melakukan yang terbaik untuk kamu sayang."

Betapa sempurnanya hidupku ini.Aku memiliki orang tua yang sangat sangat mencintaiku.Walaupun mereka sangat peduli padaku tapi mereka tak pernah memanjakan diriku ini.Aku tetap harus belajar menjadi anak yang mandiri.

Setelah mengobrol singkat dengan orang tuaku, aku memutuskan untuk masuk kamar dan membersihkan tubuhku.Setelah sampai dikamar aku langsung menuju kamar mandi yang letaknya juga dalam kamarku.Aku membuka kran shower kamar mandiku.Seketika aku merasakan kesegaran diseluruh tubuhku.Air hangat itu mengalir disela sela rambut dan tubuhku membuat aliran darahku kembali lancar.

-beeb-beeb-
Kamu sudah berada dirumah? Tadi aku sempat datang kerumah tapi kamu belum pulang.Apa kamu dari bukit lagi?
-beep-beep-
Aku sudah dirumah Daroon.Terimakasih tadi sudah bersama sama mengurus keperluan wisuda.Kamu memang sahabat terbaikku.Iya, tadi aku sempat kebukit sebentar menikmati senja.
-beep-beep-
Baiklah, selamat beristirahat Mia.Semoga mimpi indah.

Tak lama setelah aku "bicara" pada Daroon melalui pesan singkat, rasa kantuk yang hebat menyerang dan akupun tertidur.Seperti biasa aku bermimpi tentang hal yang belum dapat aku mengerti sampai saat ini.Dalam mimpiku aku masih kecil dan berteman dengan seorang pria bernama Arvin.Hampir setiap hari aku bermimpi tentangnya, tapi sayang, aku bahkan tidak mengingat secuil hal tentang dirinya.

●●●

Keesokan harinya aku terbangun dan langsung menghambur ke kamar mandi.Seusai mandi aku langsung turun untuk menemui mama dan papa.Seiring aku berjalan menuruni tangga aku mendengar deru suara mobil berhenti di halaman rumah.

"Assalammualaikum."
"Wa'alaikum salam.Oh Mia tolong lihat siapa yang datang." Pinta mama.
"Iya mama, tunggu ya." Kataku.

Aku membuka pintu dan melihat seorang ibu ibu yang mungkin sudah seumur mama, datang bersama anak laki lakinya yang terlihat seperti malaikat untukku.Wajahnya meneduhkan hatiku.Senyumnya bagai air di padang tandus yang membuat hatiku menjadi sangat sejuk.Sejenak mataku tak dapat terlepas dari malaikat itu, tapi kemudian suara malaikat itu membuyarkan lamunanku.

"Assalammualaikum."
"Oh iya wa'alaikum salam.Maaf mau cari siapa ya?" Tanyaku terbata bata.
"Kamu pasti Mia ya? Subhanallah..cantik sekali kamu sekarang nak?"
"Terima kasih." Kataku sambil tersenyum.
"Ini kenalkan anak tante namanya Arvin.Kalian dulu adalah sahabat sejak kecil."
"Arvin." Kata malaikat itu sambil meraih tanganku.
"Siapa yang datang sayang? Oh mba Nury, masya allah mba apa kabar?" Mama terlihat bahagia setelah melihat siapa yang datang.
"Mama, papa dimana?" Tanyaku berniat memanggil papa juga.

Kosong.Stories to obsess over. Discover now