Maafkan typo yang mengganggu ya :)
Tit... Tit...Tit...
Bunyi klakson antara mobil dan motor saling saut-menyaut. Membuat pagi ini terasa seperti hari biasanya bagi Ana.
Ana Chyntia adalah seorang yang rajin dan taat peraturan. Namun ia adalah seorang yang peka dan sensitif.
Seperti biasa, ia pergi ke Kampus nya hanya dengan berjalan kaki. Karna menurutnya, jarak antara kampus dan rumahnya hanya berjarak 10 km saja.
Setelah sampai di kampusnya, ia langsung masuk kelas nya. Karna ia tahu bahwa dosen mata pelajaran hari ini sangat on time.
.
.
.
.
.
"Baik, saya rasa cukup buat hari ini. Selamat pagi. " ucap Pak Dosen lalu pergi meninggalkan ruang kelas.
Ana masih sibuk mencatat materi yang di jelaskan pak dosen tadi. Sebagai seorang sahabat, Bella tidak ingin temannya terlalu serius dalam belajar.
Ia takut sahabatnya akan sakit atau stres karna cara belajarnya yang terlalu serius. Ana memang di kenal dengan seorang yang tekun dalam belajar.
"Na, udah dulu napa catetnya. Kan habis ini kelas kita kosong nih. Gue dengar dosen nya lagi cuti lahiran.
Kebetulan kampus ini ngadain lomba band se-Jakarta. Bayangin gak pasti banyak cowok ganteng yang ada disana. Mau yaa? " kata Bella panjang kali lebar.
"Bell, bukannya apa. Lo tau sendiri kan mama sama bapak aku nyekolahin aku itu dengan susah payah. " kata Ana sambil lanjut menulis.
"Tapi kalo cara lo yang selalu mikir buat belajar, belajar, dan belajar itu salah Na. Justru nanti itu bakal buat lo terus kepikiran biar bisa ini, biar bisa ituuu. "
"Capek gue debat tiap hari sama lo!"
"Gue yang lebih capek buat nasehatin lo!"
"Terserah. " kata Ana sambil pergi meninggalkan Bella.
Ia kesal padanya. Apa salah kalo seseorang ingin belajar? Apa salah dia belajar keras buat orang tuanya?
Ia hanya ingin membanggakan orang tuanya. Mereka percaya pada kemampuan Ana yang pintar.
Ia tidak memikirkan masalah sahabatnya itu lagi. Yang sekarang ia perlukan hanya pergi ke perpus dan mencatat serta mempelajari beberapa hal di sana.
Tiba-tiba seseorang dari arah lain menabrak Ana. Dia membawa gitar.
"Anjing, gitar gue! " seru si cowok yang menabrak.
Ana bangkit berdiri, ia yakin dan sangat yakin kalo kejadian itu adalah salah si cowok tadi. Ia kemudian beranjak pergi namun si cowok itu berteriak padanya.
"HEH! LO TAU GAK INI GUE MAU NAMPIL TRUS GITAR GUE RUSAK GARA-GARA LO! " ucap si cowok berteriak padanya.
Ana tidak takut padanya. Meskipun ia telah berteriak didepan mukanya, hal itu tidak membuatnya takut. Karna ia yakin pada prinsipnya kalo bukan salah lo tenang aja. "Trus, gue harus apa? "
"Ngajak ribut lo! Dengar ya, tampang polos lo itu gak mempan buat gue! "
"Iya terus gue harus apa? Ganti rugi? Yang salah itu lo kok gue yang ganti rugi! "
"Kenapa Nu? " tanya salah satu temannya.
"What the f*ck, gitar lo kenapa? " seru yang lain.
"Tanya nih, sama cewek yang gak tau diri ini!" ucap cowok yang di panggil Nu.
"Bukan salah gue pokoknya titik. " ucap Ana.
Tiba-tiba datang satu orang cowok yang memakai nametag menghampiri mereka.
"Lo Danu Bagaskara kan? Dari band Wanton? " ucapnya.
"Iya. Kenapa? " ucap Danu.
"Bentar lagi giliran band lo tampil. Udah siap kan? " tanya nya lagi.
"Lo gak liat gitar gue rusak ini" sambil menunjuk gitarnya yang terbaring lemah ditanah.
"Kita ada siapin gitar lagi kok, ayo sudah daripada telat tampil bikin malu nantinya."
"Pokoknya urasan lo sama gue belom selesai."
"Terserah." ucap Ana.
"Tunggu. Kalo nanti gue gak liat lo gue tampil, lo bakal gue gangguin sampe lo stres. " ancam Danu.
"Gue gak takut. "
Hai geys ini cerita pertama gue ya. Aku harap kalian suka.
Jangan lupa buat leave voment nya ya, karna satu voment dari kalian itu membuat aku mampu tersenyum 😂😂😂.
Penulis abal-abal Donna.
YOU ARE READING
The Great Seducer
Teen Fiction"Karma bakal datang, buat lakuin apa yang harus ditimbal balikan! "
