Pada aksara yang Engkau rangkai menjadi ujaran,
Menggulungnya dalam kumpulan kekata menjadi kumparan,
Ungkapan hati masih serupa seperti dua kembaran,
Nuansa laku diri terbaca makin transparan,
Goresan pena maya melahirkan simpulan pemikiran,
Dan aku memandang itu adalah kebenaran,
Kekisah rasa Engkau tuang pada alur narasi,
Terpapar merinci gambaran menjadi batas deskripsi,
Kutipan gejolak penuh nyata tak lagi buaian fiksi,
Ketiadaan memahami ku pantaslah detilkan satu somasi,
Tafsirku menerima itu sebagai kasih mu yang terus menjadi donasi,
Dalam sajak-sajak yang Engkau jadikan lautan,
Masih tak selesai Engkau lukis menjadi pola bulatan,
Menjadi susunan roman oleh larik-larik indah guritan,
Dan pada tiap kayuh bahtera jiwa mu ada aku di ujung buritan,
Kini aku masih membaca ada keindahan di tiap lipatan,
Atas perihal diri ku yang masih menjadi liputan,
#_# Ku hargai setiap apa yang tertulis itu akan menjadi bagian dari cerita kita. Dee untuk Bii. #-#
