Hutan

1.7K 135 3
                                        

'Aku bersumpah akan melepaskan cincin ini. Bagaimana bisa cincin perak yang bersemayam di jari kelingking kananku saat ini bisa membawa banyak malapetaka yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Andai sebelumnya aku mengikuti ucapan kakek tua di hutan pekan lalu'

****

11 Februari 2018.

"Ya, Jeon Wonwoo! Cepat kemari, bantu aku memindahkan barang-barang di mobil" teriak Hong Jisoo masih sibuk mengangkut barang peralatan hiking dari mobilnya ke mobil jeep yang akan mereka gunakan untuk ke bukit.

Jisoo, Jihoon, Soonyoung dan Wonwoo adalah teman sepermainan sejak masa SMP hingga kuliah. Hobi mereka sama, yaitu hiking. Tiap bulan mereka selalu menyempatkan diri untuk berkumpul bersama hanya untuk sekedar hiking bersama, mencari udara segar di bukit.

"Sebentar. Aku mau ke toilet dulu, sudah tak tahan daritadi di jalan" sahut Wonwoo sambil berlari menuju toilet umum. Terlihat Soonyoung baru keluar dari toilet dengan muka lega setelah lama menahan untuk buang air kecil diperjalanan. "Hei Kwon Soonyoung, cepat bantu Jisoo dan Jihoon memindahkan barang. Aku nanti nyusul" saran Wonwoo pada Soonyoung, "Duh!" balas Soonyoung dengan muka malas.

Sebelum Wonwoo masuk ke dalam toilet umum, langkah Soonyoung terhenti dan berbalik memperingatkan Wonwoo, "Wonwoo-ya, jangan gunakan toilet di bilik paling kiri. Kata kakek yang aku temui, toilet disitu sedang rusak." Dia hanya membalas ucapan Soonyoung dengan lambaian jari membentuk isyarat 'Ok!' karena dia sudah tidak tahan.

Di dalam toilet, sudah tidak terlihat kakek yang dimaksud Soonyoung. Dari 3 bilik yang ada, 2 diantaranya terkunci tanda sedang digunakan. Wonwoo yang sudah tak kuat menahan gejolak diperut akhirnya pergi ke bilik paling kiri yang kosong tidak digunakan. Jika dilihat, toilet di bilik ini tidak seperti toilet yang rusak. Wonwoo meyakinkan diri bahwa toilet di bilik ini bisa digunakan dan akhirnya menutup pintu bilik.

Setelah selesai digunakan, ternyata flush di toilet ini masih berfungsi dengan baik. Tidak ada tanda-tanda toilet ini rusak. Mungkin kakek yang ditemui Soonyoung itu salah, pikir Wonwoo. Saat hendak akan keluar, tiba-tiba entah jatuh darimana, sebuah cincin perak bersinar jatuh mengenai kepala Wonwoo. "Aw! Apaan nih?"

Penasaran, Wonwoo mengambil cincin tersebut dan mengamatinya secara seksama. "Bagus juga." Ujarnya, lalu memasukkannya kedalam saku celana trainingnya dan keluar dari bilik toilet tersebut.

Wonwoo dikejutkan oleh kakek separuh baya yang menepuknya dari belakang saat sedang mencuci tangan. "Aduh kek, ngagetin aja."

"Apa yang ada di saku celanamu, anak muda?" Tanya kakek tersebut.

"Ah, ini?" Wonwoo pun mengelap tangannya dan mengambil cincin dikantongnya, "Cincin, kek. Bagus ya? Rencananya mau aku pakai setelah mencuci tangan."

"Jangan! Kembalikan lagi ke tempatnya, itu bukan milik kamu!" Bentak kakek itu, kemudian berusaha mengambilnya dari tangan Wonwoo. Merasa kesal dengan cara kakek yang berusaha mengambil cincinnya, Wonwoo pun langsung memasangkan cincin tersebut di jari kelingking kanannya. Kakek tersebut sontak kaget dan berteriak pada Wonwoo.
"Kamu dalam bahaya, nak! Kamu dalam bahaya! Jangan harap peri Kim Mingyu akan melepasmu!" Kemudian kakek itu berlalu meninggalkan Wonwoo tercengang karna kaget dan bingung dengan maksud kakek tersebut.

Wonwoo berjalan menuju jeep dengan langkah gontai. Ketiga temannya sudah siap dan menunggunya sedari tadi. Melihat ada yang tidak beres dari tingkah Wonwoo, Jisoo pun bertanya "Ada apa, Wonwoo-ya? Kau baik-baik saja?" Wonwoo hanya bisa mengangguk tanda dia baik-baik saja, yang lain pun hanya mengangkat bahu dan melanjutkan perjalanan mereka dengan jeep.

Possessive (Meanie)✅Stories to obsess over. Discover now