one

22 5 0
                                        

Hari yang ditunggu
Yeri berjalan menuju asrama yang akan ditempatinya selama 4 tahun kedepan.
"Yess akhirnya mimpi gue buat kuliah disini bisa jadi kenyataan juga" gumam yeri sambil berjalan menuju asrama
Sesampainya yeri didepan asrama yang bertingkat dan nampak sangat bersih dimatanya ia langsung membuka tas yang disampirkannya dibahu kiri untuk mengambil kertas yang menyatakan kamar yang akan ditempatinya selama 4 tahun kedepan
" kamar no 0109 ,dimana yaa " gumam yeri sambil melangkah menuju lift yang akan membawanya ke lantai atas
" akhirnyaa " ucapnya yeri saat ia telah sampai di lorong atas.
" kok ada lorong kekanan sama kekiri sih gue lewat mana yaa , kekiri aja kali ya"
" inih dia kamar no 0109 " yeri pun membuka pintu kamar tersebut
" aduhhh lelahnya " ucapnya sambil melemparkan tubuhnya diatas kasur yang empuk
" kok teman sekamar gue belum masuk kekamar ya, padahal barang barangnya udah ada di samping kasurnya" gumam yeri sambil bangun dari tidurnya dan duduk dipinggir kasur
Oh iya author lupa bilang kalau kamar nya itu ada dua kasur, satu di sisi kiri satunya lagi disisi kanan
" mungkin dia lagi ada urusan kali ya, mendingan sekarang gue nyusun barang barang aja daripada gak ada kerjaan" yeri pun membuka semua barang barang yang dibawanya dari indonesia dan menatanya dilemari dan juga nakas, yeri meletakkan pakaian nya dilemari dan tak lupa juga foto bias yang selama ini sangat ia banggakan diletakkannya di atas nakas sebelah kasurnya
" jihoon oppa semoga aku bisa ketemu sama kamu" ucap yeri sambil mencium foto jihoon yang tadi diletakkannya di nakas

Setelah itu yeri pun membaringkan tubuh nya dikasur berharap dia bisa bertemu dengan jihoon oppanya walaupun itu hanya didalam mimpinya
" aarrgghh" gumam yeri saat dia merasa matahari menusuk matanya melewati celah celah jendela kamar
Setelah melakukan peregangan yeripun segera bangun dan menuju kamar mandi untuk bersiap menuju kampus
*****
Yeri pov

" akhirnya aku bisa aku nyampe juga di kampus" gumamku saat telah berada didepan kampus
" aduhhh sakit " saat itu aku ditabrak hingga terduduk dijalan oleh rombongan mahasiswi yang berlari menuju sebuah mobil yang berwarna hitam di depanku
" apa apaan sih mereka, emangnya siapa yang datang sih " akupun menuju mobil yang ada didepanku dan aku lihat yang keluar dari mobil itu adalah lima laki laki tampan betapa terkejutnya aku saat kulihat salah satu dari mereka adalah bias yang sangat aku bangga banggakan selama ini siapa lagi kalau bukan jihoon oppa
" jihoon oppa " gumamku saat melihat jihoon keluar dari mobil dengan menggunakan masker diwajahnya namun dia buka dan tersenyum manis kepada semua mahasiswi yang berada disana
" anyeong " ucap jihoon sambil melambaikan tangan kanannya dan setelah itu diikuti oleh empat laki laki tampan dibelakangnya yaitu ong seong woo, kang daniel, lee daehwi, park jaehwan
" ya ampunn berarti aku satu kampus sama mereka dong, ahhh senangnya " gumamku setelah itu aku langung menuju ruang kuliahku yang sudah kuketahui berada di lantai 4
Sesampai dikelas aku langsung duduk paling depan, yaahh memang aku ini termasuk mahasiswi yang cukup pintar dan juga kalau sedang membaca atau pun belajar aku selalu menggunakan kacamata, jadi kalian bisa menilaikan bagaimana penampilanku. Memang aku tidak begitu cantik ,tinggi ku hanya 162 cm dan dengan rambut yang hanya sebahu yang sering aku gerai
" rasanya kayak mimpi aku bisa liat jihoon oppa " gumamku sambil meletakkan kedua tanganku dipipi untuk menjadi tumpuan
Lalu sayup aku mendengar teriakan mahasiswi yang menuju ruang kuliah ku, namun tiba tiba pintu ruangan terbuka lalu muncul kang daniel dan park jihoon di balik pintu itu dan kang daniel tersenyum kepada semua yang berada disana termasuk aku tapi jihoon oppa tidak melihat kearah ku bahkan ke yang lain dia langsung duduk menuju bangku yang paling belakang
" jihoon oppa satu kelas dengan ku " teriakku dalam hati
--------------------------------------------
Sampai sini dulu yaa tunggu....
Jangan lupa vote & comment okeeehhh
Dan selalu kasih support buat author

Not A DreamWhere stories live. Discover now