1 - Sope

11.3K 506 78
                                        

.
.

"Hyung, aku mau mandi."

"....."

"Hyung."

Yoongi tak mengalihkan sedikitpun atensi dari PSP yang tengah ia mainkan, alur game lebih menarik saat ini daripada Hoseok dan pengaduan tidak pentingnya.

"Hyung, aku benar-benar akan mandi. Serius."

Sekali lagi, benar-benar tidak penting.

Disisi lain, pemuda manis dipinggir kasur itu tengah menekuk wajahnya. Mempoutkan bibir untuk tanda kesal kepada seorang bastard disudut sana. Kekasihnya dan PSP penuh dosa.

"Abaikan aku sekali lagi dan matilah kau! Bim salaー"

"Hoseok. Pilih dicium atau dihamili?"

Nada santai yang barusan keluar dari bibir Min Yoongi lumayan mengejutkan Hoseok,  mana ia duga si antagonis ーHoseok selalu menyebutnya begitu ketika membatin atau curhat kepada Jiminー akan merespon kalimatnya secara tiba-tiba.

Dengan kalimat yang frontal pula.

"H-Hyung. Bisa.."

Tep.

PSP itu diletakkan,
"Apa?"

"Bisakah kita, mandi bersama?"

Lupakan perihal entah bagaimana Hoseok mengatur nyalinya untuk mengungkapkan hal barusan. Yang pasti, kini lelaki kurus itu telah meraih bantal terdekat, memeluknya dengan wajah yang ia tenggelamkan, dan menggigiti bantal itu erat-erat.

Ucapan sendiri, malu sendiri.

"....."

Yoongi menatap sang kekasih dengan segala tingkah lucunya, Hoseok yang selalu melakukan hal-hal menggemaskan untuk menarik perhatian dari orang yang ia inginkan. Kasus kali ini juga serupa, dan si Jung nakal itu berhasil.

Tapi mengingat semua skinship dan momennya dengan member lain membuat  Yoongi sering jengkel dalam hati. Terutama raut menjijikkan Taehyung yang menampilkan rasa cemburu secara terang-terangan. Ataupun ketika menampakkan seringai menang saat berhasil melakukan kedekatan dengan Hoseok.

Masalahnya, memang ia akui Hoseok itu pesonanya tidak main-main. Jadi bagaimana caranya agar si kurus tersebut yakin bahwa hanya Yoongi lah yang paling pantas mencintai dan dicintainya?

Ah.

"Hey."

Hoseok memberanikan diri untuk mengangkat wajah, menemukan sosok Yoongi ketika menoleh ke sisi kanan. Tampan.

Membuatnya semakin merona.

"Ya, hyung?"

Diam sejenak karena mereka berdua saling bertatapan.

"Kau tau apa yang ku suka darimu?"

'Serangan mendadak?'
Hoseok membatin, membuat jantungnya berdegup sedikit cepat entah kenapa.

Dengan pelan ia menggeleng,
"Tidak, tidak tau hyung. Memang apa?"

Sungguh, Hoseok gugup untuk mendengar jawaban Yoongi. Entah kenapa ia pun penasaran akan hal ini, membuatnya malu. Ini kan seorang Min Yoongi.

"Wajahmu."

"Wajahmu saat tersedak, rautmu ketika terbatuk seperti kakek-kakek, omelanmu yang terdengar seperti Ahjumma-ahjumma, bicaramu yang selalu berisik hingga membuatku sakit telinga, mulutmu yang terbuka saat tidur, tampilan wajahmu saat muntah, bahkan ekspresimu ketika buang air besar."

ーAh, ya. Benar. Dia ini kan Min Yoongi.

Seorang, Min Yoongi.

Bastard Min Yoongi.

"....."

"....."

"Hyungggg!! K-kau.. Kau ini, kau jahat sekali! Jahat jahat jahat!"

Hoseok memukuli lengan pria itu beberapa kali, kemudian mulai berkaca-kaca dan menyembunyikan wajahnya dikedua telapak tangan.

Bayangkan, ia sudah berekspektasi tinggi dengan membayangkan bahwa pria itu akan menjawab tentang hal manis didirinya, tapi apa? Hancur sudah.

"Apa yang salah?"

Hoseok kembali menegakkan tubuhnya, menatap sang dominan dengan sedikit raut kecewa bercampur kesal. Bibirnya kembali terpout dan memulai meluapkan isi hati.

"Itu kan yang jelek-jelek semua! Kenapa kau malah menyebutkan semua kejelekanku? Dasar jahat."

Beruntung semua member tengah keluar sore ini. Entah kemana Yoongi tidak peduli. Mereka lenyap, itu intinya. Dan ia cukup puas hanya dengan mengetahui fakta itu.

"Nah, yang jelek-jelek darimu saja aku suka. Apalagi yang baik-baiknya."

Dengan itu tangan Yoongi meraih pelan dagu Hoseok, menciumnya tepat dikening selama beberapa saat.

"Kau tau kan perasaanku? Tidak masalah apapun yang kusuka atau tidak darimu, selama itu kau, aku akan tetap mencintaimu."

Lupakan bagaimana otak Hoseok memproses ucapan dan tindakan tiba-tiba Yoongi tadi. Rona merahnya kembali menghiasi pipinya, menyadari ternyata pria ini bukanlah sekedar Min Yoongi. Bukan hanya seorang Min Yoongi. Tapi Min Yoongi kekasih yang ternyata sangat mencintainya.

"Hyung kauー aku, aku mencintaimu juga! Sangat!"

Oh, sebuah pelukan hangat dengan gestur malu-malu diawal. Tak apa, begini saja Yoongi juga sudah senang.

"Ya. Mari mandi bersama."

END

Gabut bat. Gua ketawa lagi.

Drabble (Maybe?) - BottomHoseokStories to obsess over. Discover now