Claretta Rayana Widjaya

93 13 0
                                        

Bandara Internasional Adi Sucipto,hari   ke-16 Mei.

Peringatan 4 tahun meninggalnya Mathew Cho Bryic.

Gak terasa,udah 4 tahun Math.Seberapa lama pun aku menunggu,aku tahu tantangan itu tak pernah usai,tantangan mencintai kamu dari alam yang berbeda.

Sekarang aku udah kembali,menemui kamu yang udah tenang.Setelah tahun pertama,kedua,dan ketiga aku hilang,lari dari kenyataan bahwa kamu pergi.Sekarang aku sadar,kamu tetap kamu yang cintanya selalu hidup.

"Pemakaman Umum Terban Jati,pak"

"baik Bu"

Taksi kuning itu meluncur.Membawa ku ketempatmu Math.

Hai,Claretta Rayana Widjaya disini.Baru pulang dari Los Angeles,menuntut ilmu.Sebenarnya pulang ke bumi Ibu Pertiwi ini bukanlah keinginan,tapi permintaan papa . Pastilah berhubungan tentang perusahaannya.

"sudah sampai Bu"

"ini pak,terima kasih"

"sama sama Bu"

Sebenarnya rasa kehilangan dan air mata terlalu lelah bertengger di pikiran dan mata.Sungguh,ini menyedihkan.Sangat.


Drrtrttt...drrt

okeh,my one and only best friend calling me.

"halo ri,udah sampai ini di Yogya"

"Lo lagi dimana?bandara?gue jemput aja ya"

"gue udah di makam,jemput disini aja"

"oke"

tit.


Berjalan disini serasa adalah jalan
menuju jurang dalam penuh kesedihan.

"hai Math,apa kabar?kalau Cla disini baik,semoga kamu selalu baik saja"tak terasa air mata gue turun.

"nangis aja re,luapin aja,4 tahun itu bukan sebentar"Clarinate–riri,sudah sampai dan memeluk gue dengar erat.

D A R EWhere stories live. Discover now