Back song : Davichi - Days Without You.
~~~
'Aku akan melewati hari tanpa ada perbedaan. Seperti permintaanmu.'
.
Suara bel di pintu masuk kafe tak berhasil mengalihkan atensi Daniel dari layar pipih didepannya. Sibuk mengetikkan beberapa kata disana. Mungkin. Daniel sudah berada disana sejak dua jam yang lalu. Tapi Daniel sama sekali tak berniat beranjak dari sana. Sungguh, ia tidak ingin meninggalkan tempat ini. Tempatnya dan lelaki manisnya saling bercerita tentang apa saja yang terjadi hari ini sembari menyesap secangkir kopi bersama.
Daniel melirik kearah jam tangannya. Dan menutup benda pipih diatas meja kafe dengan helaan nafas berat dari bibirnya. Ia beranjak tanpa lupa membawa pulang beberapa barang miliknya. Dan tidak lupa dengan mantelnya.
. . .
'Aku tak merasa aku sendirian. Aku tak merasa seperti aku hidup tanpamu.
Tapi waktu terus berjalan dan aku belum mendapatkan apapun sejauh ini. Karena sampai saat ini, kau masih menjadi pengisi tetap ruang hidupku.'
.
27 November 2016.
"Niel."
Mata bulatnya tak beralih dari salju yang berada dibawah kakinya.
"Hm?"
"Aku ingin eskrim~"
Lelaki bermata bulat itu merengek tanpa mengalihkan pandangannya dari kakinya yang sedang bermain dengan salju.
"Hei, apa kau tidak kedinginan? Salju pertama bahkan baru saja turun tadi pagi."
Lelaki manis itu menggeleng dan melepaskan dirinya dari dekapan hangat tubuh besar Daniel.
"Tidak boleh."
Jihoon meraih lengan lelaki yang lebih tua dan mengayunkan pelan lengan itu dengan rengekan kecil dari bibirnya.
"Aku tidak ingin kau sakit, sayang."
"Tidak akan sakit. Aku janji!"
Jihoon tak berhenti mencoba meyakinkan kekasihnya. Matanya berbinar dan mengerjap beberapa kali. Membuat Daniel mau tak mau menghela nafas kasar sembari menganggukkan kepalanya.
.
Daniel menghentikan langkahnya tepat didepan sebuah taman kecil. Ia mengedarkan pandangannya mengelilingi taman itu.
Bibir Daniel mengukir sebuah senyum tipis saat maniknya menangkap benda putih kecil mulai berjatuhan.
"Jihoon, apa kau masih ingin eskrim sekarang?"
. . .
"Semuanya baik-baik saja. Kau akan menemaniku lagi di penghujung hariku."
'Kata-kata itu terus ku ulang setiap harinya. Aku hanya ingin hidup lebih baik seperti permintaanmu. Aku tahu kau masih disini.
Tetapi berulang kali pula kenyataan menampar telak hidupku. Bohong jika aku mengatakan kalau aku tidak merasakan sesuatu yang hilang disini. Hidupku tak lengkap. Karena kehilanganmu.
Kalau boleh aku berkata jujur, kehidupanku sekarang seperti penjara bagiku.'
.
Daniel menjatuhkan tubuhnya perlahan diatas tempat tidur sembari menatap sisinya yang dulunya terisi oleh sesosok lelaki manis dengan pipi berisi.
.
31 Desember 2016
"Niel."
KAMU SEDANG MEMBACA
Days Without You
Short StoryBaik-baik saja? Omong kosong. Aku kacau. Aku merindukanmu, Park Jihoon. - Kang Daniel. . Work ini awalnya hanya untuk Days Without You. Tapi sekarang, saya jadikan untuk kumpulan Short Story Nielwink. Terimakasih.
