"Tok tok tok... Hei ayo bangunlah katanya kau ingin kesana kan" ini temanku namanya Jennie kami sudah berteman cukup lama saat itu waktu pertama kali kami bertemu, huuft mengerikan dia menumpahkan kopi yang baru disajikan ke celanaku dan sesuatu didalamnya terasa panas mengerikan bukan.
Aku yang mendengar suara pintu yang diketuk terus menerus pun segera keluar.
"Hhmmm ada apasih pagi pagi begini?" kataku malas
"Hei kau baru bangu ya?" tanya Jennie kesal karna sudah menunggu cukup lama.
"Iyaa." jawabku datar
"Iiih jorook! Mandi sana aku mencium aroma busuk dari tubuhmu." kata Jennie sambil menutup hidung
"Heei tubuhku ini masih hidup dan bukan bangkai." jawabku kesal
"Tapi baunya seperti bangkai. Sana cepat mandi supaya kita bisa cepat kesana." perintah Jennie yang sepertinya kesal menunggu
"Jennie..." kataku
"Apalagi!" ucap jennie
"Mandiin dong." kataku dengan nada menggoda
"Iih enak saja memangnya aku ibumu! Mandi sana cepat!" jawab Jennie kali ini dia benar benar kesal
"Tapi caramu menyuruhku itu seperti ibuku, baiklah baiklah aku mandi." ujarku yang mulai tidak tahan dengan omelannya
Setelah beberapa menit akhirnya aku selesai mandi dan pergi ketempat yang dibicarakan Jennie. Aku tidak tahu dimana yang Jennie bilang disana tempat kopi terbaik dikota ini. Mendengar itu, akupun langsung mengiyakan saja. Aku dan Jennie akhirnya berangkat berjalan menuju kesana.
Kami kesana dengan berjalan kaki, dan Jennie dia tidak bisa diam, dia selalu saja menanyakan hal aneh.
"Oh iya James aku tidak pernah melihat orang tuamu sebebarnya kau ini anak siapa sih atau kau ini alien?"
"Alien? Mana mungkin Alien tampan seperti diriku ini."
"Iih percaya diri sekali, jawab saja pertanyaanku cepat aku penasaran."
"Aku kan memang tampan. Kalau ingin tau nama lengkapku itu James Walles."
"Hah Walles! Si orang kaya itu? kau anaknya? mengapa kau malah tinggal di rumah tua itu mengapa tidak bersama mereka!?"
"Aku diusir hahaha mereka menyuruhku untuk meneruskan perusahaan, kau tau kan aku ingin jadi apa?"
"Tidak tau tuh?"
"Hah bagaimana ini katanya kau teman dekatku."
"Hehehee..."
"Fyuhh aku ingin jadi Detektif."
"Woow hebat, oh iya ya rak bukumu itu penuh dengan novel Sherlock Holmes dan buku-buku menyeramkan itu."
"Buku-buku menyeramkan? Kau membaca buku itu? Kau tidak takut ya?"
"Aku hanya membaca sediki dan saat orang jahat menusuk-nusuk korban aku langsung menutupnya hehe... Uugh membayangkannya saja sudah merinding. Hei sudah sampai?"
"Beautyfull cafe?"
"Yap sepertiku hehe ayo masuk."
Kamipun memasukinya.
"""""""""""""""""To Be Continue""""""""""""""""
YOU ARE READING
Love Is Everything
RomanceSetelah melihat dia aku jadi ingin sering kesini, bahkan harusnya setiap hari. Kopi disini terasa lebih nikmat, entah mengapa. Mungkin, karna ada seyumnya saat mengantar kopi...
