Selingkuh #1

59 2 0
                                        

"Suami mu membohongimu." kata-kata itulah yang selalu terlintas dalam benakku

Tanpa main, bibit pelakor udah tumbuh dimana-mana. Tidak hanya di pernikahan artis-artis, serta pernikahan yang sudah sekian tahun lama berjalan. Pernikahan kami pun juga ada pelakor dengan gemulainya memasuki indah pernikahan kami yang baru seumur jagung ini. Sebagai seseorang istri yang memulai menjalani kehidupan rumah tangga ini dengan lulung lantah hati terombak-ambik saat mengetahui suami mu sedang berasyik ria dengan seorang pelakor.

Awalnya sih biasa aja tidak ada kesan bagaimana-bagaimana ya, sebelum mengetahui suami asyik bersama perempuan lain. Cuman sempat curiga waktu itu, suami tidak seperti biasanya aja. Cuman sebagai istri pemula harus wajib memaklumi tugas suami yang mencari nafkah. Sempat diriku untuk berpositif thingking mungkin dia pulang larut malam berusaha keras menafkahi diriku yang baru sah menjadi istrinya. Apalagi kehidupannya sudah berbeda, saat masih bujang ia masih asyik bersantai karna hanya memikirkan dirinya. Kini ia harus memulai memikirkan bagaimana nasibku, serta anak-anak kita nantinya.

Telpon demi telpon selalu silih berganti berdatangan di hp suami ku, ratusan chat yang menghamburi sosmed membuat suamiku betah berlama-lama berada didepan layar handphonenya, mungkin saja itu job kan. Apalagi dia sekarang lagi berusaha membuka online shop. Sugestiku untuk menenangi diriku. Ku buatkan kopi hangat untuk menenangkan dirinya agar dirinya tetap kuat begadang melayani para customer. Saat diriku ingin menemaninya, hanya ingin duduk disampingnya dan berbaring manja dipangkuan suamiku. Dengan sikap halusnya, ia menatapku dan memberikan kode lewat tangannya dengan mungkin kata "stop, cukup disitu, aku sibuk sekarang". Tanpa berkata apapun aku berusaha untuk memahami walau hati ini sedih, aku mundur perlahan dan menganggukan kepalaku. Lalu aku mengajaknya tidur bersama dan ia menolak . Sehingga terpaksa diriku untuk meminta izin kepadanya apakah aku boleh tidur duluan, mengingat sekarang tengah malam. Ia hanya mengangguk tanpa menatapku sedikitpun. Ia hanya fokus pada hpnya. Lalu ku ingatkan padanya jangan terlalu tidur larut malam. Dan akupun menuju ruang tidur.

Tak tau kenapa mata ini tidak bisa tertidur lelap, diriku daritadi hanya membelokkan badanku kekiri dan kekananan tak kusangka ku dengar suara gelak tawa yang nyaring dari luar. Seketika hatiku berifirasat "apa sekarang suamiku sedang asyik chattingan dengan perempuan lain?".

Hatiku kian parau se parau paraunya,

Tak tahan desak tangis tanpa sadar kakiku mulai berlalri menuju ke luar kamar

Dan kudapati suamiku dengan mukanya yang pucat dengan mulutnya ternganga karna kaget

Ia pun mulai berkeringat dingin


Bersambung

Hallo ini cerita pertama yang di post oleh Author yaa.

Terimakasih udah meluangkan waktunya untuk membaca.

Cerita ini nanti akan dibagi menjadi beberapa part. Intinya Author gatau jadi berapa part. Diusahakan minimal tiga part gitu. Soalnya Author langsung post aja daripada kependem di ms.word hehe ..

Dan kalau sudah selesai bagian ini, nanti akan ada cerita baru lagi yang lebih menarik pastinya. Sip, sip okey ...

Kalo ada sesuatu yang perlu diperbaiki tolong di komen saja dengan baik-baik dengan senang hati author akan memperbaikinya.

Lopph you dah pokonya yang udah baca, moga hari-harinya selalu bahagia yaa.


DendamWhere stories live. Discover now