Prolog

91 49 182
                                        

"Kok kalian bertiga mirip, kalian kembar?" kata salah satu guru.

"Eh, enggak buk" jawabku sopan

"Owhh, ibuk kira kembar. Soalnya wajah kalian mirip sekali. Maaf ya." Jawab guru tersebut

"Iyaa enggak apa-apa, buk" Jawabku.

Setelah itu kami pun lanjut jalan menuju kelas karena memang saat ini masih jam pelajaran. Sesampainya di kelas, aku masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan guru tadi, karena sebelumnya tidak ada yang mengatakan kami kembar.

"Serius aja kita dibilang mirip sama ibu itu," kataku masih tidak percaya.

"Iyaa tuh, padahal ga ada mirip sama sekali," jawab Putri mengiyakan.

"Males banget gue dibilang mirip sama lo put," ujarku tidak terima. Sedangkan Syafa hanya terkekeh saja mendengar kami mengoceh tidak terima.

"Sssttt jangan keras-keras dong suara kalian, liat tuh yang lain pada liatin," seru Syafa. Aku dan Putri seketika langsung menoleh ke teman-teman sekelasku dan ternyata benar, mereka sedang memperhatikan kami dengan wajah kesal. Kemudian aku kembali fokus pada materi yang sedang dijelaskan.

Kring...kring...kring Bel istirahat pun berbunyi

"Put, Syaf, ikut ke kantin gak ni?" Tanyaku ke putri.

"Ikut lah Nif, yuk Fa?" Tanya Putri ke Syafa

"Yuk lah," jawab Syafa.

Sesampainya di kantin, suasana di kantin sudah sangat ramai oleh murid-murid yang ingin memuaskan cacing di perut mereka yang sudah meronta-ronta minta dipuaskan. Karena memang saat ini sudah waktunya makan siang.

"Kalian cari tempat duduk aja biar gue yang pesan makanan," ucap ku sembari jalan memasuki kerumunan murid-murid yang juga memesan makanan.

Sedangkan Syafa dan Putri sibuk mencari bangku kosong agar bisa menyantap makanan mereka. "Itu kosong tu Syaf," seru Putri ketika melihat tiga bangku kosong dan sesuai dengan jumlah mereka. Sementara Syafa sudah berjalan meninggalkan Putri. "Ck," decak Putri melihat Syafa yang sudah jalan mendahuluinya.

"Nih makanannya," ucapku ketika sampai di meja yang ditempati Putri dan Syafa.

"Wahhh makasih Nif, lo the best la hehe," ucap Putri antusias. Sementara aku hanya terkekeh mendengar ucapan Putri.

"Makasih Nif," ucap Syafa.

"Iyaa sama-sama. Lo semangat banget deh Put," seru ku

"Hehe ya maaf Nif, maklum lah udah laper banget " jawab Putri

"Lo mah laper terus Put, ga pernah ga laper," ujar Syafa angkat bicara. Sedangkan Putri hanya menoleh saja kemudian menyantap makanan nya kembali.

Kemudian mereka makan dengan tenang karena memang mereka lebih suka makan dalam keadaan tenang.

"Ehh gue dengar-dengar nih ya katanya ada murid baru cowok dan katanya dia satu tingkatan kayak kita," ucap Putri antusias.

"Memang kenapa kalau dia satu tingkatan sama kita?" Tanya Syafa.

"Ahh lo mah ga seru Fa, yang udah ada cowo mah beda," ujar Putri. Syafa hanya terkekeh mendengar ucapan Putri. Syafa memang sudah ada pacar tetapi beda sekolah sehingga mereka harus ldr. Berbeda dengan Hanifa yang tidak ada pacar. Sedangkan putri sudah ada yang dekat dengannya.

"Makanya cari pacar deh kalian, biar gak jomblo terus," ledek Syafa sambil terkikik geli. Sedangkan aku dan Putri hanya memutar bola mata malas.

"Gue mah aman Fa," jawab Putri.

"Eh eh tapi ya anak baru itu katanya ganteng, lo deketin lah Nif. Heran gue, lo tu cantik tapi kok ga ada pacar," ujar Putri seperti meledek. Memang mereka bertiga cantik, tapi entah kenapa Hanifa selalu menolak cowok yang meminta nya menjadi pacar. Katanya sih playboy.

"Serah lo deh Put, gak tertarik gue," jawab ku malas.

"Sekarang aja gak tertarik, nanti kemakan omongan sendiri baru tau," ledek Putri.

"Liat nanti deh," jawab ku.

Vote and comennya:)

All About MeWhere stories live. Discover now