PROLOG

49 5 2
                                        


"Nih.. Tulis namamu.. sertakan tanda tangannya juga, sekarang!" Seru pria berkaca mata itu.

Sudah berhari hari ia dan kekasihnya itu selalu bertengkar. Sehingga pria itu mulai muak dengan istrinya itu.

"Ini surat apa?" tanya wanita itu.

"Surat identitas untuk perceraian kita.. cepatlah isi, kita akan mengikuti sidang minggu depan. TIDAK ADA PENOLAKAN!" 

"Ta-tapi--"

"SUDAH KU BILANG, TIDAK ADA PENOLAKAN!!!"

"Baiklah.. kalo itu maumu, surat ini akan terisi oleh identitasku besok.. tetapi aku berharap untuk bisa membicarakan ini sekali lagi.." 

TES

Ia menitikan air matanya yang sudah tak bisa ia bendung sedari tadi. Lawan bicaranya itu tak membalas kata-kata wanita itu. Lalu ia meninggalkan ruangan dimana wanita itu berada.

'Aku tidak akan menandatangani ini...'

*****

"Iya... Baiklah... Saya akan tiba malam ini jam 21.00.." Pria yang bernama Surya itu memutuskan sambungan telponnya.

Ia menuju kamarnya dan mulai mengemas pakaiannya. Wanita yang bernama Melissa itu sudah tertidur di ranjangnya. Surya memutuskan untuk pindah rumah meninggalkan istri juga anaknya, tetapi karena merasa sedikit kasihan pada Melissa, ia akan membawa salah satu anaknya yang kembar itu untuk tinggal bersamanya di lain tempat lusa nanti.

Saat jam 9 malam tiba, Surya berangkat menggunakan mobilnya. Tanpa ia sadari, salah satu anaknya memperhatikan ayahnya itu. Dari dimana ayahnya itu mengemas pakaiannya, juga percakapannya dengan seseorang di telpon. Dia terus menangis, tetapi tidak ingin saudari atau ibunya tau. Ia kembali ke kamarnya untuk tidur.

Yang ia tanyakan pada dirinya sendiri saat ini adalah.. 'Apa ayah dan mamah akan berpisah..?'


*****

"Permisi!" Ucap seseorang yang berdiri di depan pintu rumah Melissa.

Dua anak kembar berlari kecil menuju pintu rumah. Perempuan berambut hitam kecoklatan itu membuka kenop pintu rumah.

"Mamahhh!!!," Teriak salah satu dari perempuan itu "Ada pak surat!" 

Bapak pengantar surat itu tersenyum melihat dua anak kembar yang membuka pintunya.

Melissa yang tengah  membuat sarapan di dapur sambil memikirkan mengapa Surya meninggalkannya, segera menuju sumber suara yang memanggilnya itu.

"Ada apa ya pak?" Tanya wanita itu setelah sampai tujuannya.

"Ini ada surat untuk Ibu Melissa Adara Fathina dari Bapak Surya Adira Reynand" Ucap bapak pengirim surat tersebut.

Mendengar nama orang yang meninggalkannya membuat mood Melissa tambah buruk.

"Wahh.. surat dari ayah ya mah?" tanya perempuan yang dikuncir dua itu.

"Terima kasih ya pak.." Melissa tidak menjawab pertanyaan anaknya, ia hanya berterima kasih pada bapak yang mengirim surat tersebut dan meninggalkan kedua kembar itu.

Amyla Farosha Nawra, perempuan berambut coklat muda yang dikuncir dua itu tidak mengerti mengapa ibunya tak menjawab pertanyaannya, ia hanya berfikir bahwa ibunya itu sedih karena ayahnya yang tiba-tiba menghilang pagi ini. Sedangkan Amyra Farosha Nawra yang namanya tidak beda jauh dengan nama saudarinya, si rambut hitam kecoklatan yang dikuncir kuda berfikir sedikit berbeda.

Split UpWhere stories live. Discover now