Prolong

146 4 0
                                        

Seorang anak kecil berjalan di lorong rumah sakit , berjalan entah dengan perasaan apa saat itu . Dia sangat merasa hampa ,sudah beberapa bulan ia di rumah sakit ,dia sangat  ingin kembali kerumahnya , dia begitu rindu kumpul seperti dulu sebelum ia merasa serapuh ini. Dia berharap bisa bermain bersama teman-teman yang seumurnya dan pergi jalan-jalan bersama keluarganya ,namun sekarang semua itu hanyalah mimpi semata semenjak kejadian mengerikan yang membuatnya seperti ini.

Setibanya di taman rumah sakit mesya duduk dibangku taman yang kosong ,dia mengamati bayak anak yang bermain di situ bersama keluarganya . Tak haya itu dia juga melihat pasien yang terlihat senang bisa bermain bersama keluarga mereka , melihat itu mesya merasa sedikit terobati kesedihannya.

Tak jauh dari tempat itu seorang anak laki-laki serta ayahnya turun dari mobil .

"Ilo jangan jauh-jauh dari papa ya, inget nanti klo Ilo hilang papa sama mama kan sedih". Kata sang ayah sementara anaknya hanya mengangguk patuh .

Laki- laki tersebut mengeluar kan barang-barang dari bagasi mobil yang di butuhkan istrinya yang sedang di rawat di rumah sakit tersebut. Sementara itu anaknya melihat sekitar dan melihat taman yang membuat dia ingin pergi ke taman tersebut . Lalu menghampiri ayahnya untuk mengajak nya ketaman tersebut , melihat ayah yang sibuk dia mengurungkan niatnya dan pergi sendiri .

Anak tersebut berjalan menuju taman tanpa melihat kanan kiri haya fokus ke taman tersebut. Mesya tak sengaja melihat mobil yang menuju ke arah anak laki2 yang menurutnya sedang berjalan ke taman. Mesya langsung lari dan melangdung menarik tangan anak tersebut .

"Bruk"! Keduanya terjatuh.

Semua orang yang berada di situ lalu menghampiri mereka dan melihat keadaan mereka . Ayah anak laki2 yang mrnyadari bahwa anaknya tak disamping nya melihat krumunan orang ia langsung berlari mendekatinya.

"Astaga Ilo kamu gak papa?" Ayahnya langsung memeluknya.

"Ilo gak papa kok pa, tapi itu pah tangannya berdarah". Anak itu menunjuk Mesya .

"Kamu gak papa nak? Ayo di obatin". Lalu mereka membawa Mesya ke dalam rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Semenjak saat itu mereka selalui bermain bersama , Mesya tidak merasa kesepian lagi semenjak ada Ilo yang selalu menemaninya. Mereka setiap hari selalu bertemu di rumah sakit tersebut karna mama Ilo juga dirawat disitu. Sampai dimana mamanya Ilo sudah sembuh dan sudah di perboleh kan pulang Ilo sudah jarang ke rumah sakit . Mungkin seminggu sekali ia akan meminta ayahnya untuk mengatar kan nya ke rumah sakit bertemu Ica.

Tetapi tak selamanya akan seperti itu , Ilo diberitau ayahnya bahwa mereka akan pindah ke luar negri karna bisnis ayahnya .

"Tapi Ilo gak mau pa, Ilo masih pengen main sama Ica , kasian Ica disana nanti sendirian."

"Ilo harus ikut papa sama mama nanti klo gak ikut papa sama mama kesepian tanpa Ilo , gini aja nanti kita jenguk Ica sekalian pamit terus Ilo kasih kenang2 buat Ica ".

   
~''~

Ilo sampai dirumah sakit dengan di antar oleh ayahnya. Ilo lalu menemui Mesya diruang rawat inapnya.

"Ilo punya sesuatu buat Ica". Ilo merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah kalung berbandul huruf I

"Ini buat Ica ,Ilo sengaja pilihin ini karna huruf depan kita, kalo Ica kesepian atau ketakutan Ica bisa liat kalung ini terus sebut nama Ilo maka Ica akan gak akan ngerasa sendirian lagi , ada Ilo yang selalu disisi Ica walaupun Ilo gak di sampin...

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Ini buat Ica ,Ilo sengaja pilihin ini karna huruf depan kita, kalo Ica kesepian atau ketakutan Ica bisa liat kalung ini terus sebut nama Ilo maka Ica akan gak akan ngerasa sendirian lagi , ada Ilo yang selalu disisi Ica walaupun Ilo gak di samping Ica sekalipun". Kata Ilo sambil menatap kearah Mesya.

"Ilo mau pergi?". Tanya Mesya ,sementara itu Ilo hanya mengangguk lesu.

"Kemana?"

"Ilo mau pindah ke luar negri , Ilo gak bisa kesini lagi maen sama Ica, Ilo harus ikut papa sama mama". Jelas Ilo

Mesya hanya menunduk dan merasa sedih dia harus kehilangan teman satu-satunya.

"Ilo janji kalau Ilo sudah besar Ilo akan kesini lagi nyariin Ica".

"Beneran?".

"Iya".

Mesya melepaskan sebuah kalung , melihat itu Ilo bingung .

"Ini buat Ilo , Ilo harus janji bakal nemuin Ica , kalung ini sangat berarti bagi Ica , itu pemberian bunda Ica , Ilo harus ngembaliin kalung itu ke Ica"

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Ini buat Ilo , Ilo harus janji bakal nemuin Ica , kalung ini sangat berarti bagi Ica , itu pemberian bunda Ica , Ilo harus ngembaliin kalung itu ke Ica".

"Iya Ilo bakal ngembaliin kalung ini ke Ica , Ilo janji".

Keduanya saling senyum bersama

Keduanya saling senyum bersama

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
OlicaStories to obsess over. Discover now