Deretan lampu di pinggir jalan terlihat indah ketika hari berganti malam. Apalagi menjelang tengah malam. Kendaraan yang berlalu semakin berkurang; menyisakan barisan cahaya yang bergantung pada tiang-tiang yang berbaris rapi, dan kursi-kursi kosong menunggu untuk diduduki oleh pasangan yang mengharap malam berlalu panjang ketika malam minggu tiba. Salju turun. Tak banyak orang-orang yang memilih menghabiskan waktu di luar malam ini, apalagi di tempat ini. meski ini adalah malam minggu, malam ini begitu dingin, dan aku bukanlah tempat yang cukup dilirik orang untuk menghabiskan waktunya dibawah rintiknya salju―meski cahaya remang jalanan membuatnya terkesan romantis.
Tak seperti taman kota atau mall yang berada di pusat kota, aku tidak lebih hanyalah jalanan sepi yang hanya akan di lalui orang. Meski begitu, bukan berarti aku tidak berarti. Aku menghubungkan langsung taman kota dan di persimpangan di ujung satunya, akan mengantarkanmu menuju pusat kota. Aku melihat setiap orang berjalan melewatiku setiap hari: manusia, hewan, kendaraan, panas dan hujan. Aku selalu di sini setiap hari: sekarang, esok, dan seterusnya.
Awalnya aku hanyalah padang hijau yang menghampar sejauh beberapa ratus meter luasnya. Namun sejak kawanan rusa dan babi melalui tempat ini, sejak saat itulah aku menjadi sebuah jalur yang kemudian dilalui oleh manusia. Awalnya aku kecil, hanya seukuran tapak kaki, dan aku belum memiliki nama. Kemudian lambat laun, aku menjadi jalur yang semakin sering dilalui manusia. Padang hijau berganti dengan pemukiman, tubuhku pun semakin bertambah lebar. Dan sejak saat itu, manusia memberiku nama.
Hari ini adalah bulan Desember, dan salju turun dengan lebat. Sebentar lagi malam pergantian tahun baru. Ah ... sudah berapa lama aku ada di dunia ini? sepertinya sudah lama sekali. Ini adalah kesekian kalinya aku dipenuhi keramaian orang yang berlalu-lalang. Aku melihat keceriaan menghiasi wajah mereka, pepohonan di sisi kanan dan kiriku mulai dihiasi dengan lampu-lampu yang indah. Juga beberapa toko yang berdiri di samping kanan dan kiriku: mereka membuka promo dan diskon untuk natal dan tahun baru. Oh ya, mengenai natal dan tahun baru, aku punya kisah untukmu! Kisah ini mungkin tidak begitu menarik, tidak tercatat dalam sejarah, tapi ... yah, itu pun jika kau ingin mendengarkanku.
Malam itu pukul dua belas. Maaf, mungkin aku tidak mengindahkan protesmu, tapi ijinkanlah aku sekali ini bercerita. Malam itu pukul dua belas, ambulan meluncur cepat melewatiku dengan sirinenya yang membuat bising telinga. Bagaimana tidak? Malam itu pukul dua belas, aku begitu sepi, rasanya terlalu berlebihan jika harus berteriak sekencang itu. tapi yang jelas, mobil itu terlihat terburu-buru menuju ke rumah sakit. Dari cerita yang aku dengar dari beberapa orang yang ada disekitarku, sepertinya terjadi kecelakaan. Dan mobil itu membawa korban tabrak lari seorang ibu yang sedang mengandung. Mengerikan sekali ya....
Singkat cerita, anak yang berada di dalam kandungan itu berhasil di selamatkan. Namun sayang, ibu dari si anak itu justru pergi meninggalkannya. Pilu memang ... namun bagaimana lagi? Ini sudah menjadi kehendak Tuhan. Anak yang kini tidak beribu itu akhirnya hidup bersama dengan ayahnya. Kudengar ... ayahnya itu tidak begitu baik padanya. Dan sekali lagi, melalui gosip ibu-ibu yang aku dengar saat mereka berjalan melewatiku, ia kabur dari rumah. Yah yah, namanya masih anak-anak, mereka sangat labil. Tapi ... aku tidak mengerti, kenapa dia memilih hidup bersamaku? Setiap pagi dia selalu melewatiku sambil berjualan koran. Dan selang beberapa tahun, ia menenteng sebuah gitar. Jadi musisi jalanan ya? Sepertinya kau mulia belajar kerasnya hidup, nak.
Beberapa tahun kemudian aku tidak mendengar kabarnya setelah dia dihajar habis-habisan oleh seorang anak yang mengaku bos genk di tempat di mana aku berada. sejak kapan? Aku bahkan tidak mengakuimu. Tapi yang aku lihat, mereka memukuli anak itu hingga tak berdaya. Saat itu, aku memilih untuk mengingat namanya: Brightman. Karena aku merasa, kau begitu pantas untuk aku ingat.
Brighman tumbuh menjadi pemuda yang hebat. Dia kembali setelah sepuluh tahun meninggalkanku sendirian. Tapi tanpa kusangka, kau datang dan mengubah hari-hariku. Aku masih ingat saat itu: tahun 1896. Saat itu aku hanyalah jalanan kecil tanpa nama. Dan kehadiranmu mengubah segalanya. Kau membangun beberapa ruko dan sebuah hotel di sisi kanan dan kiriku, membuatku menjadi salah satu jalan yang potensial bagi kehidupan ekonomi manusia. Dan karena di sisi kanan dan kiriku mayoritas adalah bangunan milikmu, maka orang-orang menamaiku dengan namamu: Brightman street. Atau orang lebih mengenalnya dengan St. Brightman saat ini, terdengar seperti St. Louis yang megah dan terkenal itu, rasanya aku pun jadi menyukainya.
Tidak banyak yang aku ingat tentangmu Tuan Brightman, tapi kehadiranmu di bumi ini mengubah hari-hariku. Aku yang tadinya hanya jalanan kecil, sekarang memiliki nama dan menjadi salah satu akses jalan utama menuju pusat kota. Meski tidak banyak orang yang melirikku sebagai tempat untuk berkumpul, tapi tak apalah. Mungkin aku iri dengan mall-mall, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, atau taman kota yang ada di salah satu ujung jalanku. Mungkin aku iri dengan Conrad Street yang jauh lebih besar dariku di mana setiap saat selalu saja ada mobil yang terparkir di sisi kanan dan kirinya. Dan setiap malam tahun baru, Conrad Street selalu ramai dengan orang-orang yang ingin melihat kembang api―menjadikan Conrad Street jalan yang selalu ramai dua puluh empat jam. Mungkin aku iri dengan mereka semua karena mereka selalu dikunjungi banyak orang, menjadikan mereka tempat yang penuh kenangan, penuh perasaan, dan penuh sejarah.
Tapi aku adalah Brightman Street. Aku menyandang nama orang yang begitu berarti bagi diriku, meski mungkin tak banyak orang mengenalnya setelah perang dunia ke dua. Mungkin ruko-ruko dan bangunan yang ada di kiri kananku sudah diambil alih oleh orang lain: menjadi bangunan lain, atau menjadi nama lain. mungkin orang datang dan silih berganti, beberapa aku juga mengingat mereka. Mungkin aku berganti dari tanah menjadi bebatuan, dari bebatuan menjadi aspal. Semua itu berubah dalam aliran waktu yang mengalir begitu cepat. Dan aku tetaplah Brightman Street, untuk sekarang, esok, dan selamanya.
Dengar, mungkin aneh bagimu ketika aku menceritakan hal ini. aku tahu aku payah dalam bercerita. Aku tidak bisa menyusun bahasa yang baik, aku bahkan tidak bisa mengeja namaku sendiri. Aku menceritakan kisahku tentang seseorang dengan detail yang menyedihkan, tapi aku harap, kau mengerti satu hal: bahwa orang akan datang dan silih berganti. Tak peduli siapa kau, atau tak peduli siapa pun yang datang padamu, kau tidak akan pernah tahu seberapa berartinya orang itu nanti dalam hidupmu. Ini bukan tentang siapa pun. Ini tentang kau, dan orang yang berarti bagi hidupmu. Tak peduli siapa kau, dan tak peduli siapa dia.
Aku, Brightman Street, atau St. Brightman. Kau akan menemuiku saat menuju jantung kota Baltimore. Kuharap kau menemukan orang yang berarti bagimu seperti aku yang bertemu dengan Tuan Brightman. Sampai bertemu saat malam tahun baru nanti. Semoga Tuhan memberkatimu.
****
STAI LEGGENDO
Ingatan St. Brightman [shortstory]
Storie breviDengar, mungkin aneh bagimu ketika aku menceritakan hal ini. aku tahu aku payah dalam bercerita. Aku tidak bisa menyusun bahasa yang baik, aku bahkan tidak bisa mengeja namaku sendiri. Aku menceritakan kisahku tentang seseorang dengan detail yang me...
![Ingatan St. Brightman [shortstory]](https://img.wattpad.com/cover/135415289-64-k970938.jpg)