Cinderella Beam

1.5K 147 19
                                        


Pair : ForthBeam
Genre : Roamce
Story© Araelf
Warning : Typo, BL, Cerita Absurd
Don't Like Don't Read
.
.

"Tidak. Aku tidak mau." Beam menggeleng keras. Dia beringsut menjauh dari dua teman baiknya yang sekarang sedang dalam mode tidak waras.

"Ayolah Beam. Kau tidak bisa mengelak." Tapi ternyata lawan bicaranya juga tidak kalah keras. Keras kepala lebih tepatnya. Terbukti dari Kit yang menggenggam tangannya dengan erat, seolah tidak ingin melepaskan buruannya.

"Sekali tidak tetap tidak. Sampai kapanpun aku tidak akan mau melakukan hal menjijikkan itu. Menjauhlah dariku." Ujarnya sambil mengibaskan tangan mencoba melepaskan diri.

"Kau tidak mungkin menjilat ludahmu sendirikan, Ai'Beam?" Pha menyeringai, alisnya terangat saat menatap Beam. Dia bersidekap. "Lagipula kau sendiri tadi yang memilih Dare."

"Mana aku tau kalian akan menyuruhku menalkukan hal gila itu." Bela Beam.

Dalam hati Beam merutuki kesialannya, seharusnya hari libur ini Beam gunakan untuk bersantai. Namun rencananya gagal saat Pha dan Kit datang ke apartment nya dan tiba-tiba saja mengajaknya bermain 'Truth or Dare'.

Beam awalnya merasa bingung namun dia ketepikan perasaan itu dan menerima ajakan kedua teman baiknya itu. Namun sekarang Beam menyesal, sungguh. Seharusnya dia mengikuti kata harinya agar tidak berujung sial seperti ini.

"Hal gila apanya?" Tanya Kit dengan ekspresi ㅡyang Beam yakin pura-pura polos. "Kami hanya ingin mendandanimu untuk pesta di perusahaan tempat Ming bekerja besok."

"Justru karena itu. Coba kalian bayangkan, aku yang seorang pria tampan harus berdandan seperti wanita? Para mantan ku diluar sana pasti akan tertawa jika tau."

"Mereka tidak akan tau. Ini hanya antara kita bertiga." Jawab Pha. Pria paling tampan diantara mereka itu menatap Beam intens, kemudian mengangguk seolah dia menemukan hal yang menarik. "Lagipula.... Wajahmu cukup manis untuk menjadi wanita Ai'Beam."

"Sialan kau Pha." Beam menyambar bantal sofa dan melemparnya pada Pha yang bisa dengan mudahnya menghindar. Ingin rasanya Beam menerjang Bos menyebalkannya itu dan merusak wajah tampan Phana, namun dia tidak bisa karena meja yang menjadi penghalang diantara keduanya.

Kit memutar bola matanya malas melihat kedua temannya justru bertengkar seperti anak kecil. Kit menarik napas dalam sebelum.akhirnya berteriak kencang. "JADI KAU AKAN MELAKUKANNYA ATAU TIDAK BEAM?."

Kaget juga dibentak tiba-tiba seperti itu. Apalagi jika dibentak tepat ditelinganya. Mau tak mau Beam harus mengiyakan. Repot juga jika kucing ganas ini sampai mengamuk padanya. "Baiklah. Baiklah. Akan kulakukan." Ucap Beam Pasrah.

Katakan selamat tinggal untuk harga dirinya sebagai playboy.

"Benarkah?" Wah, Kit benar-benar mengerikan. Tadi dia berteriak marah-marah, sekarang malah tersenyum dengan lebarnya.

Beam mengangguk malas dan itu sukses membuatnya mendapatkan pelukan maut dari Kit. "Kau tenang saja Beam, aku akan membuatmu jadi yang paling cantik dipesta nanti. Benar kan Pha?."

"Tentu saja." Ucap Pha dengan seringaian menyebalkan diwajah tampannya.

Kit dan Pha tertawa sambil melakukan high five. Mereka terlihat begitu senang berbanding terbalik dengan Beam yang memasang wajah datarnya.

"Sialan." Gumam Beam.

Terkutuklah untuk siapapun yang membuat permainan bodoh bernama 'Truth or Dare' ini.

.
.
Araelf
.
.

Diruangan kerja khusus Direktur itu, terlihat dua orang tampan dengan setelan formal khas kantor mereka sedang duduk disofa yang disediakan disana. Mereka baru saja selesai membahas beberapa tender dan sekarang mereka sedang bersantai sambil meminum secangkir kopi.

Cinderella BeamWhere stories live. Discover now