Why?

20 2 0
                                        

Chapter 1

Cerita ini asli dari ide gua, gua baru pertama kali buat FF jadi kalau ada masukan atau kritikan gua terima dengan senang hati kok ^^

Cast : Irene, Jin, Jihoon, Wendy ( sementara nanti ditambah di chapter selanjutnya )

" Kau memang tak berguna, aku menyesal bertemu denganmu! "

Kata yang tak bisa aku lupakan, inilah yang membuat aku menjauhi dunia masyarakat. Membuat kepercayaan diri yang aku kumpulkan hilang dalam sekejap mata.

" Jin! " terdengar suara yang sangat membosankan bagiku, suara yang selalu menganggu selama hidupku.

Hem... Aku hanya melihat ke asal suara

" Jawab kek " balas ketus dari pemilik suara itu

" Iya" jawabku agar dia tak lagi marah

Orang yang mengajak ku bicara tersebut pun pergi, aku pun hanya menggelengkan kepala tak mengerti pikirannya.

" Judes amat sih jin bete gua, sialan " umpat ku kesal, yah walaupun kesal aku masih sahabatnya, btw namaku irene, aku sahabat jin dari kecil

" Yaudah gua pulang aja "

Irene POV

DIKAMAR IRENE

" Gimana kondisimu disana, semua berjalan lancar? " aku mengirim sms kepada jin karna aku merasa bersalah langsung pergi meninggalkannya.

" Iya " balasnya

" ah aku telpon saja, sms sama sekali tak berguna " aku pun menelpon Jin

" halo " terdengar suara dari seberang sana

" Jangan mengacuhkan aku terus " jawabku penuh penekanan

" Iya iya irene, maafkan aku " jawabnya

" Yasudah aku maafkan, hm... Bagaimana dengan wendy? " tanyaku

" Buat apa kau menanyakan wanita keparat itu? Jangan memancing amarahku "

" Bu..bukan, aku tak bermaksud seperti itu, mungkin dia berkata seperti itu karna dia syok " jawabku

" Aku tak menerima alasan, kau ingin mengganti topik atau aku matikan sekarang "

" Eh iya iya, yasudah kau pasti capek karna terapi tadi, beristirahatlah, aku menyayangimu "

Telpon pun berbunyi ttut ttut ttut tanda telpon sudah diputus

Aku sangat penasaran dan juga takut untuk menanyakan soal wendy, wanita yang sangat dicintai Jin, sahabatku. Tapi aku harus menghargai perasaan Jin, aku tak ingin melihatnya terluka dan terus mengutuk dirinya.

Jin POV

Wendy wanita yang aku sayangi dan wanita yang aku benci, aku menangis dalam diam mendengar pertanyaan irene tadi, mengapa Tuhan begitu jahat membiarkan aku jatuh begitu dalam kepada wanita yang akhirnya membunuhku secara perlahan seperti ini. Aku akui aku memang miskin dan cacat, tapi apakah aku tak pantas dicintai?! Kenapa dunia begitu tak adil, apakah aku ciptaan yang gagal dan hanya sebagai figuran didunia ini? Bukankah aku mempunyai jalan cerita yang menarik, aku sebagai pemeran utama yang mencari cinderella?

Hanya itu yang bisa ak pikirkan sekarang, tak ada artinya lagi aku hidup, orang tuaku juga sudah tiada, mungkin sekarang waktunya aku menyusul mereka. Aku sangat merindukan kalian Ayah Ibu. Bulir bulir air bening pun mulai tergenang di mataku, mereka mulai mengalir deras, salahkah seorang lelaki menangis? Apakah laki laki harus terus menerus tegar disaat mereka hancur berkeping keping seperti ini?

Ku tulis sebuah cerita didalam buku, bisa dianggap itu buku rahasiaku, semua perasaan aku curahkan disana

' Hidup ini tak lama lagi, sang raja sangat ingin menghilang dari dunia yang kejam ini, menuju dunia yang lebih menyenangkan ' tulisku disana, bukannya aku tak menghargai irene yang sangat perhatian kepadaku, hanya saja aku malu, tak bisa berbuat apa apa untuknya, bahkan biaya rumah sakit saja dia yang melunasi, masih adakah harga diriku sebagai lelaki?

" Irene aa.. Bagaimana sudah kau putuskan akan ikut bersamaku? " tanyanya kepada irene

" Aku belum yakin, bisakah kau menunggu sampai 2 hari kedepan, aku akan mengabarimu " jawabku, masih bimbang terhadap perasaanku, apakah aku akan pergi atau tidak

" Baiklah "

Irene POV

Telpon pun diputus oleh pemilik suara di seberang sana, aku takut, kalau aku pergi siapa yang menjaga jin, menggangunya sepanjang waktu, Jin tak mempunyai siapa siapa lagi kecuali diriku. Ah! Aku bisa gila memikirkan semua ini.

Tbc

Why?Geschichten, die süchtig machen. Entdecke jetzt