Prolog 🍀

341 34 23
                                        

Hari pertama masuk sekolah di semester 2. Meski jam masih menunjukan pukul 06.15, sudah banyak siswa-siswi yang berada di SMA Kartika, salah satu SMA Favorit di Jakarta.

Mobil berwarna putih berhenti di depan gerbang SMA Kartika. Seorang perempuan cantik betubuh mungil turun dari mobil.

"Bun, Kesha masuk ya?" Kesha berpamitan kepada Sarah.

"Iya sayang, sarapannya udah dibawa kan? Oiya nih uang sakunya," Sarah memberi selembar uang berwarna biru kepada kesha.

"Udah bun, makasih ya,"

"Yaudah, Bunda pergi sekarang ya? Nanti terlambat ke kantor"

"Hati-hati bun"

Mobil tadi meninggalkan SMA Kartika, setelah mobil tersebut hilang dari pandangan, Kesha memasuki gerbang sekolah, dan langsung menuju kelas XI-4.

"Keshaaa, gua tau lu kangen sama gua kan? Udah deh ngaku aja lu" teriak perempuan tersebut saat melihat Kesha di depan pintu.

"Bacot" Kesha menaruh tas diatas bangku, ia duduk di sebelah perempuan tadi, Riana. Didepannya terdapat dua perempuan lain, yaitu, Melia dan Fay. Mereka sudah bersahabat sejak SMP. Kecuali Kesha dan Riana, Mereka bersahabat sejak kelas 2 SD.

"Ngomel mulu lu bego," Fay menimpal.

"Yelah baperan amat najis dah" Kesha sudah memahami semua sifat sahabat-sahabatnya. Walaupun terkadang menjengkelkan dan menyebalkan, mereka tetap berteman hingga sekarang.

"Fay, PJ lah" Riana meminta pajak jadian kepada Fay. Memang Fay baru jadian pada saat liburan kemarin.

"Traktir bakso" Melia mendukung Riana.

"Ga, langsung abis duit gua kalo udah traktir lu berdua"

"Dih, najis, pelit bener. Kan cuma dua orang doang" Melia membujuk Fay.

"Gua engga?" Tanya Kesha dengan nada bicara khasnya yang menegangkan.

"Waduh ngeri, noh Fay, tambah si Kesha dah, jadi tiga orang" Riana agak ngeri walaupun ia paham bahwa sahabatnya itu hanya bercanda.

"Lah iya lu cuma bertiga, tapi Riana ama Melia mah makannya dua mangkok anjir, jadi 6 mangkok dih"

"Lah, 2 tambah 2 kan 4, ditambah gua 1 jadi 5, gabisa ngitung lu?" Tanya Kesha dengan nada sarkastik tetapi hanya bercanda.

"Lah gua kaga gitu?"

"Ya kaga, kan kita cuma minta lu buat traktir doang, kita mah kaga ngajak lu buat makan"

"Anjir lu sha" Fay mendorong pelan badan Kesha. Mereka berempat tertawa keras. Mereka memang 4 sekawan yang sangat terkenal dengan kekonyolannya, rasanya tidak mungkin apabila ada salah satu siswa tidak mengenal mereka. Mereka cukup terkenal, bahkan di dalam dunia maya pun mereka terkenal. Akun instagram mereka mempunyai banyak pengikut.

"Kriiinnggg" Bel sekolah telah berbunyi. Semua siswa menuju ke lapangan utama untuk mengadakan upacara. Upacara diadakan pada saat hari-hari penting seperti Hari Pahlawan dan pada saat awal semester.

1 jam berlalu, semua siswa memasuki kelas masing-masing.

"Fay, sini, ajarin aku mtk dong" laki-laki bernama Faza memanggil Fay. Ia adalah pacar baru Fay.

"Idih manja" Fay berjalan kearah meja Faza.

"Ya gapapa kali, manjanya sama kamu, daripada aku manjanya sama cewe lain mau?" Faza menggoda Fay. Banyak perempuan yang melihatnya merasa iri. Ya maklum, Faza tergolong laki-laki yang ganteng, humoris, dan juga romantis. Itu yang membuat semua perempuan berharap diperlakukan seperti itu oleh Faza. Semua kecuali Kesha.

"Idih najis amit-amit dah geli bener gua" Umpat Kesha pelan, nampun terdengar oleh Riana.

"Yeu iri aja lu sha"

"Geli banget dah sumpah, gua gaboong na"

"Ya lu belum tau aja rasanya sha" Riana tertawa kecil, membuat wajahnya berkali-kali lipat lebih manis.

"Ya, jangan sampe deh gua ngerasain, gua gamau nambah ribet idup gua, mending idup santai tanpa sakit hati" Kesha selalu bicara seperti itu.

"Terserah lu aja deh sha" Riana terdiam mengakhiri perdebatannya itu. Ia selalu berharap menjadi Kesha. Kesha disukai banyak orang, tetapi ia tidak pernah sama sekali membuka hatinya untuk mereka. Padahal Kesha mendapatkan kasih sayang tanpa ia minta, ia belum menyadari semua itu. Riana selalu berharap Kesha bertemu dengan laki-laki yang bisa membahagiakannya.

🍀🍀

Gimana nihh prolognyaa?? Kalo ada salah, kasih tau ya, supaya bisa lebih bagus lagi ceritanya. Agak ga pede sih publish ini, tapi ya mudah-mudahan pada suka yaa..

Oiya kalo ada yang nanya arti Plötzlich. Plötzlich itu artinya mendadak, unexpected. Tapi dalam bahasa German, hehe.

Komen kritik sama saran disini donngg. Saling koreksi aja yaww!!

Next ga nih? Vomment+follow dulu yaww!! Lopyu smwa♡😽

PlötzlichTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang