"Maaa, nametag Vina dimana sih?!" Alvina yang masih sibuk mencari nametag nya itu, terus saja mengoceh. Padahal jelas-jelas mamanya sedang repot memasak di dapur.
"Mana mama tau, kan kamu yang ngeberesin. Gimana sih? Makannya kalo udah selesai itu di taruh yang bener."
"Ish, mama mah, bukannya bantuin malah ceramah kayak mama dedeh." ucap Alvina yang tetap didengar oleh mamanya.
"Mama denger loh."
"Kakakkk ini apaan di kamar aku ada kerdus tulisannya kecoak tapi ada nama kakaknya" ucap Asraf adik Alvina.
"Astagaa itu nametag gue dekk kok bisa ada di kamar lo?!" tanya Alvina begitu sampai dikamar Asraf.
"Lah mana aku tau"
"Yauda intinya makasih. Tambah sayang deh." ucap Alvina sambil mencium pipi adiknya tersebut.
"Jijik ihh geli."
"Heh seharusnya lo bersyukur dapet ciuman dari orang cantik."
"Kak plis deh bangun jangan kebanyakan mimpi."
"Adek laknat ye lo dasar!"
"VINA CEPETAN TURUN SARAPAN TERUS BERANGKAT LIAT JAMNYA." ucap Linda -mama Alvina- sambil teriak.
"IYAA MAA"
Alvina pun turun dari atas -diikuti oleh Asraf- dimana kamarnya dan kamar Asraf berada lalu menjalankan kebiasaan yang selalu di terapkan di rumahnya, yaitu sarapan bersama.
"Hari ini hari pertama kamu mos ya?" Tanya Lintang -ayah Alvina- setelah Alvina berada di meja makan.
"Iya yah"
"Yauda kalo gitu cepetan habisin sarapannya ntar telat loh, ga mao telat kan hari pertama?" Alvina hanya menganggukkan kepalanya karna mulutnya sudah terisi penuh.
"Yah, nanti aku di antar ayah juga kan?"
"Iya, sayang. Sekarang abisin dulu sarapannya kita berangkat bareng-bareng, oke?"
"Oke yah"jawab Asraf sambil ber-tos ria dengan ayahnya.
Merekapun melanjutkan makannya masing-masing, setelah itu pergi berangkat bersama menaiki mobil.
"Oke, sampai." seru ayah Alvina.
"Vina masuk dulu ya yah" ujarnya sambil menyalimi tangan Asraf dan ayahnya.
"Dadah kakakk" seru Asraf sambil melambaikan tangannya yang dibalas lambaian tangan oleh Alvina. Setelahnya ia langsung memasuki gerbang dan mencari sahabatnya, Nagita Cantika Pramudya.
"Gitaa!"
"Vina?! Haii gue kangen sama lo" ucapnya sambil memeluk Alvina yang di balas pelukan pula oleh Alvina.
"Gue juga astagaa" ujar Alvina sambil merenggangkan pelukannya.
"Langsung ke aula aja yok, udah pada disana."
"Oke"
Mereka berjalan menuju aula yang letaknya tidak terlalu jauh dari gerbang sekolah. Setelah sampai disana mereka langsung mencari tempat duduk.
"Haii cantik" ucap seorang laki-laki yang berada di sebelah kanan Vina dengan mengedipkan sebelah matanya.
Vina yang melihat itupun hanya menengok dan menatapnya tanpa minat serta memalingkan muka karna ia berfikir bahwa bukan dialah orang yang disapa.
"Jutek amat mbaknya." ujar laki-laki itu lagi.
"Vin, disapa tuh." ucap Gita sambil menyikut lengan Vina.
ESTÁS LEYENDO
ALV
Novela Juvenil[HIATUS] Alvina Balqis Bharmantyo, seorang gadis manis yang dingin dan jutek -terhadap orang yang tidak dekat dengan dirinya terutama kaum adam- itu akhirnya dapat di luluhkan oleh Alvaro Dwino Bagaskara, seorang badboy yang petakilan, tidak bisa di...
