prolog

8 1 0
                                        


Kau membuat semuanya terasa sulit, menyakitkan memang bahwa aku masih mengharapkanmu. Aku tak akan muluk muluk untuk meminta kau kembali, mungkin aku hanya memintamu datang untuk sekedar berbicara selama sepuluh menit saja, untuk mengobati rindu ini. Aku tak akan menceritakan bagaimana tersiksa nya aku selama ini, aku hanya ingin bertemu denganmu lalu mendengarkan segala ceritamu.

Tak apa jika kau malah menceritakan bagaimana besarnya rasa cintamu pada dia, bagaimana kau sangat menyayangi dia, dan bagaimana kau sebegitu membutuhkan dia, bagaimana kamu tersenyum menceritakan kehebatan dia dengan raut wajah yang sangat mendambakannya. Aku tak akan terganggu sedikitpun meski apa yang kau ceritakan dan rasakan itu sama seperti rasaku padamu, bedanya adalah jika kau sudah bersama dia yang kau damba, dan aku hanya tersenyum pahit menertawakan diri yang mendamba kamu, iya kamu.

Kadang malam yang dulu sangat kunanti karena aku bisa dengan puas membayangkanmu, melukis senyummu yang membuat aku menggigit guling kesayanganku, mengingat kamu yang selalu mampu membuatku tertawa hingga aku tak mampu berdiri, mengingatmu yang selalu mampu menghilangkan bebanku, membuat hidupku lebih hidup dan berarti.

Meski sejak dulu kita tak terikat hubungan yang selalu aku impikan, kita tak lebih dari teman dekat saja, tapi aku sudah merasa cukup dengan itu. Akan kukesampingkan perasaan cemburuku pada saat kau terus memuja pria yang sekarang bersamamu, aku tak perduli meski aku harus hancur berkeping keping sampai remahan terakhir, aku tak perduli asal kau selalu ada disampingku.

Tapi semua tinggal harap saja, aku yang membuat semua berubah, aku dan kenaifan ku yang membuat semuanya berubah, aku yang dengan bodoh yakin bahwa kau akan berpaling padaku setelah dia benar benar menyakitimu, aku dengan percaya diri menawarkan diri sebagai pengganti nya dihatimu, menawarkan diri sebagai orang yang akan selalu ada, bukan didepan untuk memberi aba aba padamu, bukan dibelakang untuk mengawasimu, tapi disampingmu, dimana aku mampu melihat apa yang kamu lihat, memelukmu kuat disaat kau akan jatuh, memastikan bahwa tidak akan ada orang yang menyakitimu.

Aku selalu memimpikan itu, apakah kau tau? Kurasa tidak, aku tau apa yang kau hanyalkan, apa yang kau impikan, dan apa yang kau bayangkan, iya pasti dia bukan aku.

Dan semua benar benar berubah, aku dan emosi ku yang mebuat semua harapanku hancur begitu saja, karena aku dengan bodohnya mengatakan apa yang selama ini kurasakan.

hanya dua kata yang membuat semua nya berubah,
Hanya dua kata yang membuat semua mimpi ku hancur,
Hanya dua kata yang membuatmu memutuskan untuk pergi. dan menjauh,
Hanya dua kata yang membuat aku harus menangis selama bermalam malam,
Hanya dua kata yang membuat kau mengatakan bahwa kita jangan bicara lagi,
Dan hanya dua kata yang membuat ku menyesali semuanya, dan kata itu adalah "aku mencintaimu,,,"

Dan semua hancur, semua nya meluluh lantahkan segalanya, hati, mimpi, tujuan hidup, bahkan segala kenangan itu kini bagai simponi yang sangat menakutkan untuk ku ingat, kenangan itu yang membuatku, berbicara sendiri, tertawa bahagia, lalu aku menemu diri yang hancur dengan mata yang sembab menakutkan karena semalaman aku menangis menyadari kenyataan yang memuakkan.

Aku yang selalu bermimpi bahwa Aku yang akan selalu mencium mu disetiap pagi, dan mengucapkan selamat pagi, bukan dia yang kini telah mengikatmu dengan janji suci itu. Harusnya aku, bukan dia. Harusnya aku yang berlutut dihadapanmu meminta mu untuk berada disampingku bukan dia, harusnya aku yang merasa bahagia bukan dia, dan harusnya aku yang selalu kau tunggu bukan dia, harusnya aku segalanya untukmu bukan dia. Kutegaskan lagi harusnya aku yang selalu membuatmu bahagia, harus nya aku bukan dia. Dan semua yang seharusnya itu hanya sebuah kenaifan ku yang tidak menerima kenyataan.

Aku menyaksikan pantulan menyedihkan saat aku sampai ke wastafel dan memaki diri sendiri, disana aku sadar bahwa kamu memang tak pantas untuk berada disamping pria menyedihkan seperti ku. Aku selesai untuk segalanya, aku selesai sampai disini..

Terimakasih, dan biarkan aku menyimpan kenangan itu agar aku lebih mudah untuk mengakhiri semuanya.

Terima kasih

Bad DreamHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora