"Jadi gimana, Dok?" Tanya seorang pemuda yang sedang duduk di sebuah ruang konsul. Di depannya terdapat dokter kandungan yang memakai jas putih yang baru keluar dari ruang observasi.
Seorang wanita dengan rambut dikuncir dua ala gadis desa juga keluar mengikuti sang dokter dan langsung mengambil tempat di sebelah pemuda tersebut. Ah— sepertinya dia istri dari laki-laki itu.
"Baru kami lihat. Sepertinya bayi nya perempuan, karena kami menemukan dua buah lingkaran kecil yang menunjukan tanda—"
"Yang, anaknya perempuan!" sahut sang wanita berkuncir kembar.
"Iya! Aku kan bilang bakal goal kali ini!"
Ya, pembicaraan vulgar mereka dikeluarkan di depan sang dokter dengan sangat semangat. Bahkan si bu dokter tidak diberi kesempatan terlebih dahulu untuk menyelesaikan kalimatnya.
Memang sih, berita kali ini membawa kebahagiaan setelah berbulan-bulan mereka tidak diberi kabar baik.
"Anu, Bu, Masih belum pas—"
"Kira-kira mau dinamain siapa ya?"
"Yaaaa, jangan yang norak kayak Euigeon pokoknya." celetuk sang istri.
"Norak? Begini-begini kamu akhirnya doyan juga sama aku."
"Bu, Pak, hasil USG nya keluar 2 hari lagi, kami belum bisa mengiyakan—" sahut sang dokter tetapi lagi-lagi di cut oleh pasutri muda di depannya.
"Makasih banyak ya, Dok! Kami harus pergi dulu dan membayar ke ruang administrasi." sahut mereka berdua yang lantas menghilang dibalik pintu. Membiarkan dokter tersebut bengong tanpa kata-kata.
"Cieee bakal jadi mahmud~"
"Cieee bakal jadi pahmud~"
Gelak tawa dan celotehan riang mereka terdengar sampai kemana-mana.
"....Mereka waras tidak sih?"
ପଓ*ೃ:.✧
.
.
.
"Gimana, Dan? Persiapan nya sudah selesai?" Tanya seseorang dibalik telepon.
"Sudah, beres semua." Sahutnya bangga. Lelaki bernama Daniel itu sedang bersantai menghirup kopi nya setelah dia selesai mencuci mobil. Kelihatannya dia menikmati sekali perannya sebagai seorang suami.
"Bicara tentang itu, harusnya minggu ini persalinan nya. Ah, dan ya, bayi nya perempuan."
"Kau mau aku carikan rumah sakit bagus yang tidak terlalu mahal? Kebetulan aku sedang cuti."
"Gak perlu repot-repot seperti itu lah, hyung. Lagipula mau mahal pun tidak apa-apa. Uangku kan tidak akan habis dalam 7 turunan."
Sombong nya kau anak muda.
Tak bisa dipungkiri sih, Daniel terlahir dari keluarga yang terbilang sangat mampu dalam hal materi.
"... Begitu ya," nada si penelepon terdengar malas. "Kasihan sekali keturunan ke-8 mu kalau begitu."
Daniel hanya tertawa ringan dan berusaha menutup pembicaraan.
"Sudah dulu ya hyung. Aku rasa Yerin memanggilku."
Tapi bohong.
PRANGGG!
Lelaki berambut silver tersebut menoleh ke arah sumber suara. Wajahnya tampak kaget dan panik begitu mengetahui Yerin tersungkur di dapur.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Kangs
Fanfiction- kata siapa tumbuh besar dikeluarga yang kaya raya serta dilengkapi dengan wajah tampan yang diwarisi oleh kedua orang tua bisa membuat hidup mu menjadi lebih baik? Nyatanya, gak sama sekali. Malahan, kehidupan kamu bisa menjadi lebih buruk dari i...
