"Apa salah saya? Kenapa kamu selalu tidak bisa menerima saya?" Lelaki itu menggenggam tanganku dengan erat dan juga ia terus saja menatapku dengan wajah memelas, aku hanya diam. Setidaknya aku masih menghargai orang itu.
"Sudah? Saya nggak mau ada sangkut-pautnya dengan semua hal tentang Anda." Jawabku dengan datar, serasa tanpa belas kasih kepadanya.
"Katakan kepada saya, satu alasan untuk kamu bisa menerima saya." Ujarnya lagi, ia masih setia menggenggam tanganku dan menatapku.
"Kenapa saya harus memberi Anda alasan untuk itu?"
"Saya tahu, kamu hanya memiliki alasan untuk meninggalkan saya."
"Karena saya tidak memiliki alasan untuk tinggal."
Aku bangkit, menghempaskan tangannya yang sedari tadi menggenggam tanganku. Aku berjalan menjauh darinya, dengan tatapan yang datar dan seolah tak memiliki sesuatu untuk dipikirkan.
"Iya, hanya menjauh lah yang akan menjadi tameng untuk kita berdua." Dia berujar, sedikit berteriak, namun perkataannya terkesan dingin dan datar.
Bukannya aku nggak bisa menerima kamu, hanya saja aku belum siap buat menerima takdir ini. Batinku.
---
Halo, saya datang membawa sebuah cerita baru!
Semoga suka ya! Vote dan comment sangat diperlukan untuk memperbaiki dan meningkatkan setiap tulisan saya.
Terima kasih banyak.
Author.
December 24, 2017.
YOU ARE READING
Fail In Love
Teen FictionJatuh dalam jurang terdalam akan perasaan cinta. Sekali waktu merasa semua itu terlalu mudah. Hingga kemudian sang Pangeran berkuda putih pun datang, membawa lagi perasaan itu. Mereka mengatakan bahwa sang Puteri telah terkena kutukan karma, menyia...
