Ngung.... Ngung....
Semua tengah bersiap menghadapi sebuah pertandingan sekarang.
Dua mobil tengah bersanding dengan satu orang diantara mereka memegang sebuah sapu tangan.
"Siaaappp..!!!!". Teriak si pemegang sapu tangan.
Semua orang yang berada disekitar area pertandingan menjadi ikut tegang sekarang. Walau ekspresi mereka tidak terlihat karna gelapnya malam.
Ia menjatuhkan sapu tangannya.
Dua mobil itupun melaju dengan kecepatan diatas rata-rata sekarang. Melewati jalan-jalan yang sepi, dengan tikungan tajam yang bahkan samasekali tidak terlihat karna gelapnya.
"Lo bakalan kalah, pembunuh". Ucap salah seorang didalam mobil diantara mereka, ia Milla.
Dan yang ada dimobil satunya ia adalah Dea.
Di ruas jalan yang lurus, Mereka saling menyalip satu sama lain, bahkan posisi mereka sekarang sejajar.
Beberapa meter lagi ada sebuah tikungan yang tidak tarlalu luas bahkan hanya dapat dilewati oleh salah satu mobil diantara mereka.
Nguuungg....
Shriiittt.....
Dea menghentikan mobilnya secara tiba-tiba. Ia terpaksa banting setir karna Milla berhasil menguasai tikungannya.
" Aahhh... Sial!!!!". Teriak Dea.
Milla yang merasa lawannya telah tertinggal jauh, langsung menguasai jalan dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
Garis finish sudah didepan matanya sekarang.
Sebelum mencapai finish ia mengatakan sesuatu.
"Gue bukan pembunuh De. Lo salah, dan gue bakalan buktiin itu". Ucap Milla yang tinggal beberapa meter lagi mencapai finish.
Nguuung...
Swwoosss.....
Mobil Milla melewati garis finish, dan beberapa penonton yang tak lain adalah sahabatnya.
" Yeeyyy.... Wooo ..".
"Millaa!!..".
Semua berteriak melihat Milla telah melewati garis finish.
Disusul Dea yang memarkirkan mobilnya dekat dengan sipemenang.
" Milla... Lo menang beb....!!". Ucap salah seorang diantara temannya.
Sementara Dea hanya bisa terdiam melihat semua orang memberi selamat kepada Milla.
"Siaall.. Seorang pembunuh kayak lo seharusnya mati". Ucap Dea dalam hati.
Ia lantas meninggalkan area balap.
" Sorry de, lo harus percaya kalo bukan gue yang bunuh, dan gue bakalan buktiin itu secepatnya". Ucap batin Milla ketika melihat Dea meninggalkan area balap.
Hai... gimana chapter satu.
Penasarankan sama mereka
Maka dari itu
Semangat ya buat baca cerita author
