"Kei, gue udah di depan nih!! Cepetaannn!!" teriak anak perempuan yang mengenakan pakaian putih abu abu dari atas motor yang ia kendarai. "iya bentar Van"teriak anak perempuan satu lagi yang sedamg berada di dalam rumahnya berharap temannya itu mendengarnya.
Anak perempuan yang sedang berada di dalam rumah itu bernama Keira ananta tersebut sedang mencari sepasang sepatu hitam dengan sol berwarna putih favoritnya. 'sepatunya mana ya. Oh ini dia' Keira bermonolog sambil mencari sepatu miliknya itu.
Keira keluar dari rumahnya dan mengunci pintu gerbangnya. "lama amat sih Kei. Sampe lumutan gue disini nungguin lo"gerutu sahabat Keira yang bernama Vania putri dengan nada sedikit berisi candaan.
"iya iyaa, sorry ya Van buat elo nungguin gue lama banget. Gara gara sepatu gue nih. Pindah tempat dia" Keira membuat alasan yang langsung membuat sahabatnya itu tersenyum.
"udah udah, ayo cepetan naik. Entar telat lagi. Gue masih belum siap mental dihukum sama Pak Agus" ujar Vania sambil menyalakan mesin motornya. "sip bos" jawab Keira singkat sambil memasang helm.
Di perjalanan menuju sekolah Keira dan Vania tak pernah berhenti mengobrol. Segala sesuatu yang terjadi kemarin diceritkan oleh Keira. Vania hanya sedikit bercerita dan banyak mendengarkan cerita sahabatnya itu. Vania harus fokus pada kendaraannya agar tidak oleng.
"Van, lo tau gak udah seminggu ini mimpi gue semuanya tentang zombie terus. Gak serem sih, tapi kan gue bosen masa iya mimpiin zombi terus. Gue kan pingin mimpiin cogan" Keira langsung menyilangkan tangannya di depan dadanya sambil memanyunkan bibir.
"ah elu mah mikirin cogan aja. Jugaan cogan lo Cuma ada dalam bentuk 2 dimensi. Keira sahabat gue emang otakku yang sangat terobsesi dengan cogan 2 dimensi. Semoga lo cepet dapet cogan 3 dimensi deh, biar gak beda dimensi." Olok Vania pada Keira.
"ah elu mah. Gue belum tertarik sama cogan 3 dimensi. Gue masih suka sama husbando gue yang berbentuk 2 dimensi. Coba aja lo ngerti tentang anime, pasti lo juga bakal kayak gue" ujar Keira
"iya iya nona manis. Sayangnya gue gak tertarik sama anime gue takut jadi kayak lo yang suka sama karakter cowok 2 dimensi kayak lo. Kalo gue kayak lo trus diantara kita yang normal siapa?" ucap Vania yang kemudian menyunggingkan senyum di bibirnya yang tak dilihat oleh Keira.
"Kei" panggil Vania, tetapi Keira tak mendengarnya. Keira berjalan menjauhi tempat parkir dan Vania. "Keiraaa" panggil Vania sekali lagi dengan suara yang lantang. "owh, Van. Sorry sorry. Kenapa?" tanya Keira dengan tampang polosnya.
"helm lo Kei belum lo lepas" ucap Vania dengan wajah datarnya. "masa sih?" Keira lantas memegang kepalanya. "oiya, hehehe.. lupa gue lupa" Keira tertawa sambil melepas helmnya dan meletakkanya di salah satu spion motor Vania.
"gue ke kelas dulu ya Kei" Vania lantas melambaikan tangannya ke Keira. "byebye Van" balas Keira yang juga sambil melambaikan tangan.
Keira dan Vania berbeda kelasnya. Keira ada di kelas XI ipa 1 dan Vania di XI ips 2. Beda kelas bukanlah penghambat anatara Keira dan Vania dalam menjalin hubungan persahabatan yang sudah mereka mulai dari kelas 1 smp.
Pada saat itu Keira dan Vania berada dalam satu kelas yang sama pada saat mos dan kemudian kembali bertemu di kelas yang sama saat pembagian kelas belajar. Mereka sudah seperti saudara dan tak segan segan untuk saling membantu jika ada yang berada dalam masalah.
Teng
Teng
Teng
Bel pulang sekolah pun akhirnya berbunyi. Inilah yang di inginkan oleh Keira sedari tadi. 'yeyy pulangg' gumam Keira sambil melakukan perenggangan. "abis olahraga mbak?" tanya yura yang merupakan teman sebangku Keira. "iya nih. Gue tadi abis main lempar lembing, masa lo gak liat sih?" ujar Keira sambil tetap melakukan pernggangannya kembali. Yura pun terkikik mendengar jawaban teman sebangkunya itu. "Yowes, gue balik dulu ya. Btw lo udah ditungguin tu sama Vania" ujung mata yura mengarah ke arah pintu kelas.
ESTÁS LEYENDO
Warna Warni Putih Abu
Novela JuvenilDi SMA banyak pengalaman tak terduga yang kita dapatkan. Senang, sedih, kesal, kecewa, bahagia, semua kita rasakan di SMA. itulah yang dirasakan oleh dua orang sahabat, Keira dan Vania. Di SMA mereka menemukan arti persahabatan yang sebenarnya. DI b...
