"Hyung aku menyukai mu." aku seorang pemuda tampan dan tinggi itu pada pemuda yang sekarang sedang mengerjapkan matanya lucu.
"Apa?? Kau bilang apa?" tanya nya bingung.
Pemuda tersebut menggenggam tangan nya dan tersenyum tulus,"aku sayang sama hyung aku cinta sama hyung, rasa sayang ku bukan sekedar seorang adik menyayangi hyung nya."
"Guanlin-ah."
Lai Guanlin, yang saat ini sedang memegang lembut tangan seorang yang sangat dia sayangi. Ah bukan, bahkan dia cintai.
"A—aku bingung."
"Apa yang kau bingungkan Woojin hyung?"
"Aku, hanya. Ahhh aku bingung."
Guanlin tersenyum lembut meyakinkan Woojin,"tatap aku hyung." Woojin menatap Guanlin gugup.
"Aku tidak akan mengulangi apa yang akan ku katakan. Jadi, dengarkan baik-baik." Woojin mengangguk lucu.
"Aku benar-benar menyukai mu. Aku tidak tau kapan perasaan ini muncul. Tapi aku tidak suka saat kau dekat yang lain, saat kau tersenyum dengan yang lain, saat kau dengan semangat nya menceritakan teman wink mu itu, saat kau mengatakan kau menyukai nya. Kalau boleh jujur aku sakit hyung." Woojin diam, dia hanya bingung ingin mengatakan apa.
Guanlin menghela nafas nya dan melepaskan genggaman tangan nya,"aku minta maaf karena membuat mu tidak nyaman, aku tau kau pasti masih menyukai teman wink mu itu kan?" Guanlin tertawa getir.
YOU ARE READING
Hurt
RandomKau adalah patah hati terhebat ku. . . . . . . . . . . . . . . . Bagimana pun kau tetap pernah mengisi hati ku, sampai saat ini semua nya tetap sama.
