Park Jimin

225 25 12
                                        

Cerita ini bermula ketika aku bertemu pria yang tidak seharusnya aku beri perhatian. Kehidupan yang ia miliki sudah sangat sempurna, bahkan lebih dari yang bisa ia hadapi. Tapi kenapa, dia masih mencari celah untuk membawaku masuk dalam pesonanya?
Aku tau ini salah, tapi semua yang kami lakukan membuat sensasi baru yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Antara gairah dan dosa, terlibat dengan rasa arogansi yang bertopengkan cinta.
Jika boleh aku memilih, biarkan ini menjadi dosa.

Aku mengangkat nampan yang sudah di isi oleh bibi kantin, membawanya tempat paling pojok di kafetaria.
Tidak mencolok, tertutup dan kuno. Itu adalah istilah yang sering orang berikan padaku.
Aku tidak menyukai keramaian, selain berisik dan mengganggu sebenarnya aku lebih tidak bisa mendapatkan bahan obrolan, itulah kenapa aku sulit bergaul dengan yang lain.

Pria itu!
Aku mencuri pandangan, dia Park Jimin. Salah seorang pria nakal di kelasku. Selama ini aku tidak pernah memperhatikannya, ia terlihat sama saja dengan anak-anak lelaki di kelas.
Hingga suatu hari, semua pandanganku tentangnya berubah.

Pada suatu hari, aku menuju toilet wanita. Lorong universitas cukup sepi mengingat sekarang sudah pukul 3 sore hari.
Ketika di depan pintu, aku mencoba mendorong tapi enggan terbuka.
'apakah ada yang salah?' dewi batinku bertanya.
Memberi sedikit tenaga hingga pintu itu tergeser sedikit, sepertinya ada yang menahan dari dalam.

Mendorong kembali hingga akhirnya tubuhku bisa masuk. Akan tetapi, pemandangan di depanku hampir membuatku berteriak.
Ada pasangan yang bercinta. Yang benar saja! Aku melihat refleksi dari cermin, pria yang sangat aku kenal.
Dia Park Jimin, aku tidak kaget jika ia melakukan ini hanya saja tempat yang ia pilih sangat tidak masuk akal.

Aku bagai orang dungu, apa ini sesuatu yang adiktif? Aku diam membatu menonton mereka.
Tubuhnya yang menyentak,
Keringat yang jatuh dari dahi hingga turun membasahi leher dan erangan pelan itu, seakan-akan masuk ke otak dan menyetubuhi akal sehatku.

Aku terbelalak saat Jimin sadar jika aku tengah menonton kegiatannya,
Jimin mengangkat jari telunjuknya dan menempelkan di bibir isyarat agar aku diam. Dia memutar tubuh wanita tersebut menghadap cermin, menahan kepalanya agar tidak terangkat dan melihatku juga.

Sungguh ini sangat tidak bermoral. Jimin menjadi sangat agresif, menghentak dengan kuat sampai aku dapat mendengar suara desahan kesakitan pasangannya. Sial! Aku jadi berpikir itu enak atau malah sebaliknya.
Jimin menekan bahu pasangannya dengan erat, mempercepat laju gerakannya hingga decitan basah memenuhi ruang toilet. Aku melihatnya bergerak tapi mata Jimin menatap tajam pada kaca toilet.

Ini benar2 gila! Ia tengah menunggangi seseorang namun tetap menatapku seperti itu

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Ini benar2 gila! Ia tengah menunggangi seseorang namun tetap menatapku seperti itu. Entah kenapa dengan bodohnya aku merasa sangat bergairah, cahaya matanya berubah seakan berkata kalau tubuh itu tengah menyetubuhiku keras dan liar.

Fuckable BoyWhere stories live. Discover now