Aku adalah penikmat senja, penggila senja. Entah kenapa aku suka dia. Apalagi melihat senja denganmu bersama senyummu. Tak banyak orang yang sadar akan keindahan senja. Langit jingganya membawa ketenangan.
Disisi lain aku benci senja. Saat sedang indah-indahnya, dia meredup. Lalu malam datang, tak apa jika malam masih cantik untuk disaksikan, bintang-bintang, sinar rembulan, indah tapi tak seindah senja.
Sama sepertimu, kau seperti senja yang indah, lalu lama kelamaan meredup dan menghilang meninggalkan beberapa kerinduan yang terus menerus menyiksa. Aku bodoh memang menikmati rindumu. Siap sebagai candu rindumu.
Aku mengenalmu tanpa sebab, tanpa sengaja. Entah harus bahagia atau kecewa. Rasa ini tumbuh begitu saja, tanpa paksaan. Huft! Lelah tapi aku menikmatinya, bagai seorang pianis yang lihai memainkan pianonya tanpa hambatan, tanpa jeda, begitupun akubmencintaimu.
Perlahan, aku yakin rasa ini akan pudar tapi entahlah kenapa tak kunjung hilang? Aku yang terlalu mencintaimu atau kenangan yang tak mau dipaksa untuk lupa?
Kini aku hanya bisa menanti. Menanti harapan yang entah datang cepat atau lambat. Menanti dirimu yang entah hatinya untuk siapa lagi. Apakah masih diriku? Atau sudah adakah wanita lain yang menjadi tambatan hatimu?
Di bawah senja aku mengadu, mengadu kepada sang penipu. Dia memelukku lalu melepaskan begitu saja dan membawa keperihan yang mendalam, menusuk-nusuk hati yang tak kunjung sembuh. Aku tertipu oleh dia. Aku tertipu senja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Assalamu'alaikumm😂😂😂
Loha!Halo!
Ini adalah pertama kalinya Fafah buat cerita di wattpad. Mohon bimbingannya kaka-kaka (:
oiya semoga kalian stay terus di cerita aku yaaaa!!!
Fafah update bakalan random soalnya inspirasi datangnya random hehe :v tapi yaa batas aja seminggu sekali Fafah bakalan post.
Sekali lagi tolong stay ya di cerita ini dan makasih buat kalian yang udah mau bacaaa!!!!
Jangan lupa vote yaaaa😊
#LOVE❤
YOU ARE READING
Tertipu Senja
Teen Fiction"Lagi-lagi aku tertipu oleh keindahannya. Saat aku nyaman dia meredup entah kemana, lalu malam datang membawa angin pilu beserta rindu."
