Chapter 1 ; Melody Prim

574 24 6
                                        

Cahaya matahari sudah menyeruak memasuki ruangan melalui sela-sela fentilasi jendela. Cahaya itu menusuk kelopak mata seorang gadis remaja yang sedang terbaring tidur di atas kasurnya, gadis itu menguap lalu mengerjapkan matanya beberapa kali.

Matanya melirik sebuah jam berbentuk lingkaran yang terpasang di dinding kamarnya. Jarum jam menunjukkan pukul 06.15.

Pupil matanya melebar, raut wajahnya berubah menjadi pucat. Dengan cepat dia beranjak dari kasur, mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi. Secepat mungkin dia mandi, dengan kekuatan super kilat. Dia hanya mandi dalam waktu 5 menit. Dia keluar dari kamar mandi. Kakinya bergerak cepat, lebih cepat dibanding biasanya. Pasalnya ini dalam keadaan the power of kepepet.

Setelah memakai seragam sekolahnya, Gadis itu melihat pantulan dirinya di cermin besar yang terdapat di kamarnya. Dipakainya cepat dasi pita yang merupakan salah satu atribut sekolah, bahwa murid itu bersekolah harus memakai dasi.

Di sisir rambutnya dengan asal-asallan kemudian mengucir kuda. Untuk wajahnya dia hanya menggunakan bedak bayi tanpa embel-embel foundation dan cream lainnya. Bibirnya dia beri lip gloss tipis agar tidak terlihat pucat dan kering.

"MELODY!" teriakan seorang wanita paruh baya dari luar kamar

"iya Ma!" sahut Melody yang langsung mengambil tasnya dan menggendongnya dipunggung. Melody keluar dari kamar dan segera menuruni anak tangga menuju lantai bawah dengan kaki tanpa alas.

"Mel, makan dulu" kata Melinda yang sudah duduk di kursi meja makan. Melinda merupakan mama Melody.

"Arghhh...Ma, ini jam nya udah mepet" kata Melody panik yang berdiri di pinggir meja makan.

"makan dulu, ini mama sudah buatin roti selai coklat kesukaan kamu" timpal Melinda yang menunjuk sebuah roti di atas piring.

"BI SUCI!" teriak Melody. Entah mengapa tidak mama, tidak anak sama-sama doyan teriak.

Dengan tergopoh-gopoh wanita berumuran 50 tahun datang "ada apa non Melody... sampai-sampai teriak?" tanya Bi Suci.

"Bi sepatu aku mana? Udah kering belum?" tanya Melody cemas

Bi Suci bergeming berfikir, apa sepatu Melody sudah kering atau belum karena baru tadi malam dia cuci. "sebentar non, bibi cek dulu" kata Bi Suci yang berjalan ke arah dapur.

"eitsss bi... tunggu dulu" cegah Melody "biar aku aja yang ambil" Melody berlari cepat menuju dapur dengan kaki yang menceker. Bi Suci hanya diam ditempat, sedangkan Melinda menggeleng-gelengkan kepalanya.

Melody dengan tergesa-gesa mencari sepatunya, semalam dia kurang persiapan jadi begini lah. Pagi-pagi harus lari-larian ke sana kemari mencari perlengkapan sekolahnya.
"mana sih" desis Melody kebingungan, sepatunya belum ketemu.

Melody mondar-mandir di dapur, kemudian beralih ke taman belakang rumah siapa tahu Bi Suci menjemur nya di sana. Tapi hasilnya nihil.

"non... non.. non.. ini sepatunya" Bi Suci tiba-tiba datang dengan menenteng sepasang sapatu kets putih milik Melody.

 ini sepatunya" Bi Suci tiba-tiba datang dengan menenteng sepasang sapatu kets putih milik Melody

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Wound of LoveStories to obsess over. Discover now