PROLOG

85 9 2
                                        

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

     Ini hanyalah kisah dari segelintir anak korban broken home. Sebut saja, aku. 20 tahun silam, beliau melahirkanku---sendiri. Tanpa seorang pendamping hidup, keluarga, teman, atau siapapun itu yang mampu di sebut sebagai, keluarga.
Aku.
Tidaklah lahir dari keluarga kaya raya, namun bisa dibilang semua serba berkecukupan. Ayahku bekerja sebagai supervisor di salah satu perusahaan swasta di ibukota.
Ibuku...
Ya, beliau hanya seorang wanita yang hanya mampu menghambur-hamburkan uang hasil kerja keras suami nya. Tak khayal, pernikahan mereka hanya bertahan selama 1,5 tahun. Tidak genap 2 tahun usia pernikahan, diikuti usiaku yang masih dibilang sangat, muda. Mereka bercerai.

"Kulakukan ini, demi kebaikan kita semua. Maafkan papamu, nak.." Ucap lirih pria paruh baya itu sambil mengecup lembut kening anak perempuan semata wayangnya.

Hanya itu sepenggal celoteh dari sekian banyak cerita mama padaku yang mampu ku cerna dengan amat sangat dewasa pada malam itu.
.
..
...
Aku.
Tidak pernah membenci siapa ayahku, siapa ibuku, atau bahkan Tuhanku.
Aku.
Hanya ingin kalian tahu, bahwa betapa beratnya hidup sebagai, aku.
Aku.
Menyukai pahit kopi, tapi tidak dengan hidup.

Sahabat dunia virtualmu,
-Aku-

Be Brave (Stay Alive!) | HIATUSStories to obsess over. Discover now