"Hai.. Sayang, dari mana saja ? Kakak sudah lama menunggumu, kenapa handphone mu mati ?."
"Maaf kak, aku dari gereja dan HP ku habis batre."
"Oo baiklah." Kak El memasangkan sabuk pengaman kepadaku dan mulai melajukan mobil.
"Kamu mulai suka ke gereja lagi ya ?." kata kak El dengan bahagia.
"Iya." jawabku.
Saat ingat gereja aku ingat lafaz tadi.. Gimana ya kalimatnya. Otakku berfikir keras mengingat kalimat tadi Al... Hu... Ak..
Huh... Sebal sekali rasanya aku ingin mendengar suara tadi lagi, sungguh itu suara luar biasa.
"Tadi aku dapat keajaiban di gereja." kataku bercerita pada kak El.
"Oh.. Ya ? Memangnya apa ?."
"Emm saat aku memejamkan mata aku mendengar suara indah, merdu, dan mampu menggetarkan jiwa. Tapi anehnya aku gak tau itu apa dan darimana asalnya, bahkan aku lupa kalimatnya."
"Wah benarkah ? Mungkin itu panggilan bunda maria." kata kak El dengan senyum dan mengacak acak rambutku.
"Tidak, bukan, itu berbeda kak. Aku sering membaca kitab kita dan tidak ada bahasa seperti itu. Suara itu, mengandung banyak hal. Seperti doa,pujian,keindahan,panggilan dan kebesaran, sungguh bila saja suaranya gak samar aku akan berlari mengejar suara itu. Karena suara itu seperti panggilan untukku." kataku panjang lebar.
"Lalu kata apa itu princess ? Kakak gak tau apa itu, setau kakak gak ada kalimat yang mengandung pengertian seperti itu.
" entahlah." jawabku dan mulai melihat ke jendela. Lalu aku melihat bangunan yang kata jess tadi sebuah masjid
"Kak El, lihat bangunan itu namanya masjid Istiqlal, tempat beribadahnya umat islam dan simbol betapa indonesia dan islam mempunyai toleransi tinggi." kataku mejelaskan.
"Ohh wow ,bagus jadi nama bangunan itu masjid Istiqlal."kata kak El menanggapi perkataanku.
" Iya bagus kan aku pengen masuk sana ." kataku dengan mata berbinar.
"Tidak boleh princess, kita berbeda keyakinan dengan mereka, setau kakak para lelaki muslim tidak melihat perempuan, mereka akan memalingkan mukanya bila bertemu perempuan di jalanan, kakak pernah menjumpainya di kairo dulu."
"Kenapa ?." kataku penasaran
"Entahlah, sudahlah kita langsung pulang ya sayang ini sudah mau hampir sore, mama pasti udah nunggu lama di rumah."
"Iya." jawabku lesu.
Sungguh aku penasaran tentang suara itu, aku ingin mendengar lagi_lagi dan lagi. Aku ingin berlari menemui suara itu aku inginkan ketenangan suara itu aku ingin mengenal sesuatu yang di agungkan oleh suara itu.
~~~
Setelah sampai di rumah, mama sudah menunggu ku dan menyambut kami dengan senyuman.
"Selamat datang princess mama." kata mama sambil memeluk dan mencium ke dua pipiku.
"Ayo masuk, mandi setelah itu kita makan bersama ya ." kata mama
"Iya ma." jawabku dan langsung melesat menuju kamar seperti biasa ada 5 pelayang yang mengiringi.
"Nona anda ingin sabun wangi apa kali ini." tanya pelayan itu
"Bunga melati." jawabku singkat
Setelah selesai mandi aku langsung duduk di kursi dan para pelayan itu mulai melayaniku ibaratkan Putri. Hmm aku sudah terbiasa dengan keadaan ini sejak bayi mungkin. Tapi tetap saja aku tak merasa tenang dan bahagia. Rasanya ada yang kurang.
YOU ARE READING
Islam Di Balik Gereja Katedral
SpiritualKalian pasti tau gereja katedral di jakarta, gereja yang berdekatan dengan masjid istiqlal. di sinilah cinta muncul dalam hatiku cinta abadi nan suci, cinta yang tak akan luntur oleh waktu dan tak akan pergi meninggalkanku... cinta hakiki, cintaku b...
