Hari Sabtu. Dimana pada hari ini semua siswa bisa sedikit bebas karena banyak guru yang memilih untuk tidak mengajar dikelas.
XI IPS 3 adalah kelas dimana para playboy dan penggoda bergabung menjadi satu kesatuan yang utuh. Namun, itu hanya sebagian saja, karena ada seorang Letya yang menguatkan unsur 'no cabe-cabean' hingga membuat kelasnya sedikit berkelas. Sekarang kondisi kelas itu sangat parah karena banyak anak dari kelas lain masuk ke kelas itu sambil mengghidupkan radio jaman doeloe yang dibawa oleh Gatot anak XI IPS 4.
"Rah, kantin yuk. Males gue dikelas, bosen." ajak Letya kepada Sarah teman dekatnya karena ia sangat ternganggu oleh ulah terong-terongan yang sedang membuat kekacauan dikelasnya.
Sarah menatapnya sebentar, "yuk."
Mereka pun berjalan menuju kantin. Diperjalanan, mereka melihat banyak murid yang sedang berkeliaran. Tak butuh waktu yang lama, mereka sampai di kantin yang sedikit ramai.
"Lo mau pesen apa?" tanya Letya kepada Sarah yang fokus dengan bukunya. Sarah tidak menjawab dan terus mencatat sesuatu dibuku itu.
"Sarah!" panggil Letya sedikit berteriak dan mampu membuat Sarah menatapnya.
"Kenapa?" tanya Sarah polos.
"Lo mau pesen apa?" tanya Letya dengan malas.
"Gue nggak pesen apa-apa." jawab Sarah singkat dan kembali menulis sesuatu dibukunya.
"Oke." Letya beranjak dari duduknya dan memesan 1 mi goreng dan 1 botol air mineral.
Baru saja Letya ingin menghampiri Sarah lagi, tapi ia sudah didahului oleh seorang laki-laki. Sarah memang salah satu perempuan yang banyak disukai laki-laki, walaupun ia sedikit kolot, ia terlihat sangat anggun dan cantik.
Letya melihat ke arah pojok kantin. Ia mendapati laki-laki sedang duduk memainkan handphonenya sendirian. Tanpa berpikir panjang, Letya menghampiri laki-laki tersebut.
"Hai, boleh ikut duduk nggak?" ucap Letya ramah. Namun, laki-laki itu masih nyaman dengan game di handphonenya.
"Hai!" ucap Letya lagi dengan sedikit berteriak. Laki-laki itu pun menatap ke arah Letya dengan tatapan datar.
"Boleh ikut duduk nggak?" tanya Letya dengan santai. Laki-laki itu pun pindah ke bangku sebelah dan membiarkan Letya duduk di sampingnya.
"Lo Nicko kan?" tanya Letya sok akrab. Letya mengetahui nama laki-laki itu, karena laki-laki itu sering dijadikan bahan ejekan oleh siswa-siswi di SMA Dwijendra karena ulah si Dega.rg
"Iya." jawab laki-laki yang bernama Nicko itu. Mendengar jawaban Nicko, Letya hanya tersenyum tipis.
"Lo kelas berapa?" tanya Letya tanpa menoleh ke arah Nicko. Namun, tidak ada jawaban dari laki-laki itu. Letya pun menoleh ke tempat duduk Nicko. Namun, Nicko sudah tidak ada disana.
"Lah? Kemana tuh orang?" ujar Letya sambil melihat ke segala penjuru. Namun nihil, ia tidak melihat Nicko lagi.
Letya hanya mengedikkan bahunya dan melanjutkan memakan mi gorengnya. Tak lama kemudian, Sarah menghampirinya dan duduk depannya.
"Lo kenapa bisa disini?" tanya Sarah dengan sedikit kesal.
"Pingin aja. Emang kenapa? Lo udah selesai di godain?" tanya Letya dengan nada bercanda.
"Apaan sih. Lo tau nggak, tadi Kak Nicko disiram kuah bakso sama Kak Dega." ucap Sarah dengan nada seram. Namun, Letya tidak menghiraukannya.
"Lo kenapa sih?" tanya Sarah karena Letya tidak memperdulikan ucapannya tadi.
YOU ARE READING
Nitya
Teen FictionKarena sering dibully oleh Dega, gadis yang bernama Letya pun mendekati Nicko yang dikenal tidak mempunyai teman. Lama-kelamaan, Letya menjadi cinta dengan Nicko. Hari-hari Nicko yang biasanya hanya berwarna hitam-putih, sekarang menjadi berwarna-wa...
