Nafa Andara Khairani

295 40 8
                                        

Mampus! Udah jam tujuh lagi

Cewek itu terus berpikir cara agar dia dibiarkan masuk oleh penjaga sekolah. Dia tidak pernah terlambat sebelumnya jadi sekarang ia kebingungan harus bagaimana. Akhirnya ia mendapatkan ide yang menurutnya manjur

Dia memakirkan mobil miliknya di warung samping sekolah. Sengaja disimpannya ditempat itu karena nanti dia akan berpura pura datang ke sekolah dengan berjalan kaki

Tersenyum sedikit lalu cewek itu berlari kecil dan menaik turunkan napasnya seolah olah ia sedang kelelahan

"Mang, tunggu" teriak cewek itu

"Neng Nafa, tumben terlambat. Kenapa?"

Ya, cewek itu bernama Nafa Andara Khairani, panggil saja Nafa. Umurnya enambelas tahun. Kelas sebelas jurusan Akuntansi di SMK Pelita

"Ban mobil saya kempes, terus saya jalan kaki deh" ujar Nafa, "saya boleh masuk mang?" Lanjutnya

Penjaga sekolah yang akrab dipanggil mang Ucup itu tampak kebingungan, ia melirik kanan dan kiri lalu membuka pagar sekolah

"Cepetan neng masuk" ujar mang Ucup dengan sedikit berbisik

Nafa tersenyum, "makasih ya mang"

Setelah Nafa lolos dari mang Ucup ada seseorang yang juga terlambat. Nafa menoleh sejenak

"Mang kok saya gak boleh masuk?" Ujar pemuda yang terlambat itu

"Udah berapa kali kamu telat dan alasannya itu terus!" Bentak mang Ucup. Pemuda itu melirik Nafa yang sedang memperhatikan interaksi antara dia dan mang Ucup

Pemuda itu tersenyum sinis. Kenapa perempuan itu bisa masuk dan dirinya tidak? Sangat tidak adil

Nafa kemudian meneruskan langkahnya. Dengan cepat ia berlari menuju kelas sebelum guru yang mengajar masuk

"Kok dia boleh masuk?" Pemuda itu memajukan dagunya sebagai penunjuk. Mang Ucup menoleh tapi tidak ada apa apa disana

Pemuda itu menghela napas, "tuh, tadi cewek yang telat"

"Neng Nafa? Dia itu baru kali ini lambat dan alasannya logis. Gak kayak kamu! Udah sana"

Nafa? Namanya Nafa? Kok kayak kenal namanya? -batin pemuda itu

"Eh Fahri, ngapain masih disitu?!"

👫


"Jadi mobil lo diwarung samping sekolah?" Tanya salahsatu teman Nafa. Yang bernama Ani. Nama panjangnya Septiani, jago taekwondo dan jadi kebanggaan sekolah tiap tahunnya.

Nafa mengangguk sebagai jawaban.

"Yaudah nanti bareng aja. Gue anter ke warung" kini giliran Naysila Mulya yang menyaut. Panggil saja Lala, dia lah yang paling kepo dan cerewet tapi, jangan salahpaham justru kalau Lala tidak ada ngumpul tidak asik

"Kok lo semangat gitu sih?" Tanya Nafa

"Dia kan pengen ngeliat gebetannya nongkrong di warung" ujar Ani

"Habisnya gue chat gak dibales. Kan kesel" gumam Lala. Nafa sendiri masih bingung karena dia sama sekali tidak tahu siapa yang Lala maksud

"Siapa emang orangnya? Gue gak dikasih tahu ih" Nafa memajukan bibirnya seolah olah merajuk

"Tuh si Agam anak Teknik" cerocos Ani. Nafa ber'oh' ria menanggapinya. Nafa sebenarnya tidak kenal dengan Agam itu bahkan dia baru mendengar namanya

Tapi, Nafa akan selalu mendukung sahabatnya selama itu membuatnya senang

"Kenalin ke gue nanti" ujar Nafa, Lala mengangguk sambil tersenyum

"Eh eh kenapa tuh" Ani menunjuk pintu kantin terlihat ada beberapa orang sedang berkerumun disana

Nafa berdiri, "kenapa sih orang berantem malah di sorakin"

Lala dan Ani juga berdiri, mereka saling pandang sebentar lalu mengejar Nafa yang telah lebih dulu menuju ke arah kerumunan orang tersebut

"Aawas awas" Nafa dengan nada ketus berusaha masuk diantara orang orang, ia ingin melihat keributan macam apa yang terjadi

Matanya membulat, Nafa terkejut wajah cowok yang berkelahi itu sudah dipenuhi dengan memar biru akibat tonjokan

"Eh eh stoopp!" Nafa berteriak lalu berjalan mendekati dua orang cowok yang sudah babak belur itu

"Gue udah ngelaporin kalian yang ada disini" Nafa menatap sinis mereka satu persatu tidak lama mereka semua bubar menyisakan dua orang yang berkelahi tadi

Namun, cowok yang satu justru pergi meninggalkan cowok yang satunya lagi. Nafa melihat cowok itu kesusahan berdiri mungkin kakinya sakit

"Sini" Nafa mengalungkan tangan cowok itu lalu mengantarnya ke uks. Cowok itu memperhatikan wajah Nafa dengan seksama

Inikan yang telat tadi -batin Fahri

Setelah sampai di uks. Nafa mengambil kotak p3k lalu dia mengobati luka diwajah Fahri

"Kenapa sih mesti nyelesain masalah dengan berantem? Semua itu akan lebih baik kalau dibicarakan baik baik" gumam Nafa

Sudut bibir Fahri tertarik, tanpa Nafa sadari. Fahri sendiri bingung kenapa cewek seperti Nafa mau membelanya tadi? Apa Nafa hanya caper padanya?

"Udah. Nanti lo kompres aja kalau udah sampai dirumah" Nafa tersenyum tipis lalu menyimpan kotak p3k itu

"Makasih Nafa" entah kenapa Fahri bisa keceplosan menyebut nama cewek itu. Nafa mengerinyitkan dahi mendengarnya

"Lo tahu nama gue?"

"Iya. Dikasih tahu mang Ucup"

Nafa mengingat - ngingat. Kemudian sedetik kemudian dia bisa ingat, cowok ini yang tadi terlambat dan dimarahi mang Ucup

Nafa duduk dikursi disebelah Fahri, "lo yang telat tadi?"

Fahri mengangguk. Nafa semakin bingung, kalau dia telat bagaimana dia bisa masuk?

"Lo bingung ya kenapa gue bisa masuk?" Tanya Fahri

"Selain pinter berantem lo juga cenayang" Nafa mengangguk ngangguk seakan pendapatnya tadi memang benar

Fahri tertawa dan Nafa menoleh. Entah kenapa wajah orang ini seperti tidak asing baginya

Nafa bangkit karena bel masuk telah berbunyi, "gue ke kelas duluan. Lo istirahat aja"

Fahri lagi lagi tersenyum, "nama gue Fahri. Kalau lo penasaran"

Nafa tidak menjawab. Ia langsung bergegas menuju kelas selama perjalanan Nafa merutuki kata kata terakhir yang Fahri katakan. Siapa juga yang penasaran pede amat Nafa membatin

Senyum tidak henti hentinya terlukis diwajah Fahri. Membayangkan wajah Nafa membuatnya tersenyum, entah karena apa.

Tidak lama berselang teman teman Fahri datang. Sepertinya teman temannya bolos pelajaran demi Fahri

"Udah baikkan lo?" Tanya Amat --salahsatu teman Fahri--

"Bro, lo mesti endorse kita makan dikantin. Udah rela nih bolos" Agil ikut menyaut

"Lo pada kemana tadi? Gue mukulin tuh anak kecebong"

"Kita di warung lah kayak biasa. Lo juga gak ada perjanjian sama kita, kan kita gak tahu" Jawab Agil

"Yaudahlah udah lewat juga. By the way, lo diobatin siapa?" Tanya Agam

Fahri gelagapan. Bisa tengsin kalau teman temannya tahu kalau tadi yang membelanya seorang cewek. Mau ditaruh dimana muka badboy ini?

"Gue gak tahu. Gue pingsan tadi"

Akhirnya aku menulis ulang cerita ini. Ada beberapa alasan yang tidak bisa dikatakan kenapa cerita ini harus di tulis ulang. Partnya nanti satu persatu akan dihapus dan digantikan oleh yang baru. Nama pemainnya juga ada sedikit perubahan
Semoga kalian suka sama versi baru cerita ini❤

Full of love,
Difa restiti
6 Februari 2018



FreundStories to obsess over. Discover now