Prolong

19 0 0
                                        

"I hate reunion" desah Wendy sambil bersandar ke kursi empuk yang sudah menemaninya bekerja selama empat tahun terakhir.

Setelah pekerjaannya selesai, dia membuka e-mail berniat hanya mengecek sekaligus bersih-bersih inbox. Tapi ketika hendak mengscroll down, ada email baru masuk dengan subject Reunion. Undangan tersebut kali ini dikirim langsung oleh panitia reuni alumni. Itupun baru terjadi dua tahun belakangan ini, setelah sahabatnya Inka aktif di ikatan alumni kampus mereka.

Andai dia tidak menjawab telepon Inka saat berbasa-basi untuk melepas rindu, pasti dia akan menerima undangan reuni sama seperti dua tahun terakhir dari forward-an  Friska sahabatnya juga.

Tahun lalu ketika dia tidak menghadiri acara reuni tersebut, Inka menodongnya dengan sejumlah pertanyaan. Dia juga membuat Friska menjadi squadnya.

"Lo udah kaya, banyak duit, kerjaan juga enak banget sekarang. Masa gak bisa datang untuk satu hari aja" ucap Inka dengan nada becanda.

            "Harinya gak pas sama waktu luangku mbak"

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Harinya gak pas sama waktu luangku mbak"

"Emang waktu luangmu kapan sih ? entar kalau gue jadi ketua gue bakalan sesuain dengan jadwal loe"

Dan, Tada! Inka benar-benar menepati janjinya.

Di undangan itu tertera acara diadakan hari Sabtu, diawal bulan Desember. Tepat seperti apa yang dikatakan Wendy bahwa dia hanya punya waktu diakhir pekan. 

Jika dia tidak datang, Inka pasti akan kecewa berat dan dia tidak ingin itu terjadi. Tapi disisi lain dia tidak siap muncul dihadapan teman-temannya setelah empat tahun tidak ada kabar kecuali dengan Friska dan Inka.

Dia tidak berniat untuk menghindar. Wendy hanya tidak nyaman dengan kondisi canggung karena sudah lama tidak bertemu. Belum lagi mendengar cerita kehidupan mereka yang entah kenapa menurut Wendy seperti pamer atau wujud dari kesombongan diri. Apalagi dia tidak siap dengan pertanyaan yang terlalu kepo, seperti "Jadi gimana Wen. Kamu udah nikah ?"

Bukan satu dua kali dia menghadiri acara reuni.

Dulu semasa kuliah saat dia bertemu lagi dengan teman-teman SD yang memiliki persahabatan kuat karena enam tahun selalu sekelas, Wendy melaluinya dengan berat. Selama acara itu berlangsung dia harus mencoba merasa nyaman. Dia lebih banyak diam, dan tidak mendapat banyak kesempatan untuk menceritakan tentang kehidupannya. Sejak itu, Wendy perlahan belajar. Seiring berjalannya waktu, manusia akan berubah. Tergantung dengan diri kita sendiri, apakah kita siap ?

Reuni seperti tantangan lain dalam kehidupannya. Bagi Wendy reuni seperti siksaan, dimana dia seperti menghadapi seseorang yang sudah sangat dikenal tiba-tiba mengalami amnesia.

Mulai hari ini hingga beberapa hari sebelum acara reuni itu tiba, akan terasa berat. Inka pasti akan mebombardirnya dengan segala pertanyaaan dan mendesaknya. Friska pasti akan menghujaninya dengan kalimat bijak yang selalu berhasil menempatkannya pada rasa bersalah.

Wendy mengusap wajahnya yang sudah kusam. Dia mematikan komputer, dan segera pulang. Sepanjang perjalanan, dia berusaha mengenyahkan pikiran seputar acara reuni. Namun semakin dia berusaha, semakin tertekan pikiran dan perasaannya. Jika seperti ini, Wendy jadi rindu jimbo dan suasana remang-remang diapartemennya.

_

Pemeran Wendynya si Preechaya aja yah. Habis menurutku dia artis serba bisa dan wajahnya elastis. Bisa berubah dengan cepat. wkwkw :D

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 15, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ReunionStories to obsess over. Discover now