Ayu POV
"Namaku Ayudia Miranda.." kataku memperkenalkan diri.
"aa~ Ayu.. namaku Nouveau Vrillamenci. kamu berasal dari mana ?" tanya Pria tegap itu seraya memperkenalkan diri.
"Kamu orang Prancis ? Jerman ? atau Italia ? namamu terdengar agak rumit, aku seperti mendengar 3 aksen dalam namamu." tanyaku heran.
"Sebenarnya kakekku orange Stuttgart, kemudian ibuku menikah dengan Ayahku yang Keturunan Perancis, kemudian mereka tinggal di Urbino, Italia. sejak Usiaku 15, Aku Ikut program Beasiswa Akselerasi kemudian aku Menyelesaikan kuliahku dan menetap di Munich. " jelasnya panjang lebar.
"umm.. ma-maafkan aku, aku tidak tahu kalau.." aku agak menyesal.
"Ahh.. tidak apa, kok. Aku mengerti.." Raut Wajahnya nampak teduh.
Ia tersenyum. seperti Habis menepis jauh beban Yang berat. aku membalas senyum sambil menatap canggung wajahnya.
"So, apa yang dilakukan gadis Indonesia yang kesepian di tengah hujan salju di Munich yang Menyebalkan ? apa hanya sekedar menikmati tumpukan salju dengan wajahmu ?" tanya Nov dengan nada mengejek.
*(huh.. apa-apaan dia ini ? beraninya mengejek kesialanku, itu tadi 'kan bukan salahku, orang itu tadi yang mendorongku.. -_-)
"hehehe.. aku tadi tersesat. aku baru saja tiba disini, jadi aku tak tau harus kemana. jadinya begini deh. karna ceroboh, jadi aku didorong dan tersungkur ke tumpukan salju. terima kasih bantuannya. maaf merepotkan.." aku tertawa menahan malu sambil membersihkan wajah dan pakaianku yang penuh salju karna tersungkur tadi.
"ngomong-ngomong, aku ingin bertanya sesuatu padamu, bolehkah ?" tanya Nov.
"tentu, tanyakan saja." kataku mengiyakan.
"tapi sebelumnya, mari kita mampir ke Cafe, disini terlalu dingin. tenang saja, aku yang traktir. Mari kubantu membawakan kopermu." Ajak Nov sembari Mengangkat Koperku. aku berjalan mengikutinya, meski masih dengan perasaan gemas karna ia sempat menyebutkan kejadian sial yang menimpaku barusan.
*(sebenarnya, aku tidak mengenalnya, tapi kurasa dia bukan orang jahat. mudah-mudahan bukan.)
Kami pun tiba di sebuah Cafe. begitu masuk, suasana hangat seketika terasa. interior yang cukup mewah, meski tanpa lampu yang hidup disini tetap saja nyaman. suasananya jua cukup sepi. aroma Coklat Dan Kopi memenuhi sudut-sudut ruang penciumanku
"Silakan, duduk. Ini adalah Cafe Favoritku." ujar Nov.
aku tersenyum lalu duduk. tak lama, datanglah seorang Jerman berpakaian Koki menghampiri kami. ia tersenyum ramah.
"Hey, Nov.. tak biasanya siang-siang begini kau mampir. biasanya kau sibuk berkutak dengan tabel-tabel dan laporanmu yang membosankan itu." Aku menatap Pada sepiring choco sponge cake Yang dibawa oleh pria paruh baya berpakaian koki itu. aku bisa mencium aroma manis coklat dari dessert ditangannya itu.
"tidak, sebenarnya aku sedang bebas hari ini. dan aku bertemu dengannya, dia baru saja tiba dari Indonesia. Tapi karna dia tersesat, jadi aku membawanya kesini, agar dia lebih hangat." ujar Nov pada Koki itu.
"Siapa namamu, Nona ?" Tanya Koki itu, masih dengan Bahasa inggrisnya Yang bercampur aksen jerman.
"Ayu.. Ayudia Miranda.." jawabku agak malu-malu.
"Namaku Thomas Allois. So.. dari namamu. Apa kamu dari Indonesia ? Darimana Asalnya ? Jakarta ? Bandung ? Bali ?" tanya koki itu sekali lagi.
"Dari Bandung, Pak. tapi, kalau boleh tau, dari mana bapak tau Indonesia ?" Tanyaku Heran.
YOU ARE READING
A Man in The Snow : "When an Accident Changes My Life"
Short StorySebuah cerita tentang Ayudia Miranda, yang menemukan Kehidupan barunya setelah terperosok ke dalam dinginnya salju di hari pertamanya tiba di Munich.
