Suasana perpisahan sekolah itu masih ada
Tepatnya kemarin
Aku dan mereka semua berpisah
Disatu sisi
Aku bahagia karna aku dan semuanya lulus dengan nilai terbaik
Tapi disisi lain aku sedih kehilangan Sahabat
Guru terbaik
Dan Dia..
Ya Dia
Dia berjanji untuk menemuiku disini
Di Koridor atas Sekolah,untuk menyampaikan sesuatu
Sebelum besok
Kita berdua benar benar terpisahkan
Sudah satu jam aku menunggunya
Tapi dia tak lekas datang
Dan aku tidak membawa ponsel genggam
Yasudahla
Aku pun memutuskan untuk pulang dan memupuskan harapanku untuk berbicara dengannya
Baru saja aku ingin melangkahkan kaki untuk menuruni anak tangga
Di anak tangga paling bawah aku melihatnya
Melihatnya lari tergesa2 dengan membawa sebuah Surat
Apakah surat itu untukku?
Akupun mundur dengan teratur
Mencoba agar dia tidak sempat melihatku yg ingin menuruni anak tangga
Aku secepatnya menempatkan posisi tengah koridor atas
Aku mencoba tenang
Aku mencoba agar bisa mengendalikan detakan jantungku
Karna sekian lama
Baru aku merasakan detakan hebat ini lagi
Dia datang
Dia datang dengan peluh yg cukup banyak
Aku tahu dia kelelahan
Karna mencoba agar tidak terlambat
Walau memang dia sudah terlambat satu jam
Dia menghampiriku
"Assalammualaikum
Ya Ampun,Maaf ya Via,Hilman terlambat
Tadi bus nya ada kendala ditengah jalan,lama sekali menunggunya
Hampir 30 menit,Hilman nunggu bus nya beres
Karna sadar Hilman sudah terlambat
Hilman langsung turun dan kesini jalan kaki,lebih tepatnya lari sekuat tenaga,haha"
Aku hanya terdiam
Aku masih terpaku dengan surat itu
Aku penasaran itu untuk siapa
Pandanganku tak lepas dari surat itu, hingga akhirnya dia melepaskan semua rasa penasaranku
"Via penasaran sm alasan Hilman Kesini ngajak Via ya? Via penasaran sm surat yg Hilman bawa ya? Hehe ini surat untuk Via,silahkan dibaca"
Akupun mencoba membuka surat dengan hati hati
Lalu dengan seksama aku membacanya
Dan...
Jleb!
Janjiku untukmu~
Percayalah
Aku akan datang kembali
Aku hanya akan menghilang beberapa waktu
Aku hanya butuh proses
Proses perbaikan diri agar setara bila disandingkan denganmu
Proses pensuksesan karir masa depan
Agar bisa sukses bersamamu.
Aku hanya butuh waktu
Waktu dimana aku benar2 bisa meminangmu
Menjalani taaruf denganmu
Meminta izin restu bapamu dan keluargamu
Hingga akhirnya kita akan benar2 bisa dipersatukan dalam satu cinta yang halal
Aku akan berusaha selalu mengingatmu
Dan kau juga harus berjanji agar jangan pernah melupakan ku
Namun
Jika memang kau sudah dijodohkan dengan anak teman bapamu
Aku hanya meminta agar kau bisa menimbangnya dengan baik
Tolong hargai aku nanti
Tolong jangan hanya pertimbangkan tampangnya
Namun Akhlaknya juga
Tetapi jika mmng tidak bersamamu adalah takdirku
Aku akan coba mengikhlaskanmu.
Tes..
Air mata pertama terjun mebasahi pipi dan selembaran surat itu
Apa maksudnya?
Apa maksud surat ini?
Aku tidak mengerti
Janji?
Apakah dia serius?
Janji tak sebercanda itu
Aku sama sekali tidak mengerti dengan alur fikirannya
"Via jangan menangis..."
Akupun segera mengambil tisu dalam saku ku
Dengan berat aku bertanya
"Dengan Maksud apa kamu memberikan surat ini?
Apa maksud dari janji ini?
Aku sama sekali tidak mengerti"
"Ini adalah misiku,
Ini alasan mengapa selama setengah tahun ini aku bersikap tidak peduli pada dirimu via
Sebenarnya aku sangat peduli padamu
Tapi aku hanya sanggup memperhatikan nya dari jauh
Aku ingin menjaga cinta ini dalam diamku
Aku ingin menjaga kehormatan cintamu dari jauh
Sudah kukatakan berkali2
Cinta ini tidak boleh dibiarkan mekar lebih lama
Karna akan merusak kesucian cinta yg sesungguhnya
Aku ingin serius dengan rasa ini via
Aku tidak ingin sekedar main main
Tetapi kita belum menjadi halal
Aku benar benar ingin segera meminangmu
Tetapi masa depan kita masih panjang
Aku ingin mencari ilmu dunia akhirat
Aku ingin menata karir masa depan dahulu
Agar kita berdua bisa sukses bersama
Percaya lah akan ada saatnya kita benar2 dipersatukan
Dalam ikatan yang halal
Aku kelak akan menjadi imammu
Kau kelak menjadi makmum ku
Itu impianku nanti
Setelah misi ini selesai
Tunggu aku 7 tahun lagi
Tepatnya ketika kita sama2 berumur
24 tahun
Wassalamualaikum...
Dia pergi..
Benar benar pergi
Dan menghilang dari pandanganku kini
Aku percaya aku sanggup
Aku percaya pada Janjimu
Aku percaya Pada
TakdirTerbaik-Nya
.
.
.
.
.
.
.
(Bismillahhirrohmannirrohim...
Ini cerita pertama saya,
Maklumi jika ada kesalahan.
Dan ini juga kisah nyata dalam alur percintaan saya
Walau hanya sedikit bumbu yg saya berikan agar tokoh tokoh nyata yang bersangkutan dalam cerita ini tidak terlalu menyangkanya jika kebetulan mereka membaca cerita saya ini:"v)
#janganlupa kritik,saran,vote dan follownya😍
#seeyouu💚
YOU ARE READING
Rindu Pada Janji Dalam Keheningan
Teen FictionMenceritakan tentang gadis perempuan yg setia menunggu Janji dari Lelaki Idamannya Dia selalu menunggu janji nya bertahun tahun Setiap Tahunnya Dia selalu merindukan kenangan kenangan yang lelaki itu goreskan dalam hidup nya Dia sangat berpisah oleh...
