Hari ini aku begitu lelah, selepas pekerjaanku selesai, aku dan temanku memilih untuk mencari makan supaya perutku terisi. Karena hampir 8 jam aku belum makan. Ya, seperti biasa, warung di pinggir jalan adalah tempat favoritku.
Ditengah jalan, aku berpas-pasan dengan seorang pengamen yang mengalunkan gitarnya. Persis di seberangku, ia begitu lihai memetik senar gitar yang kelihatan sudah tua. Seketika, rasa laparku hilang setelah mendengar satu lagu darinya.
"Asyik juga suaranya," kataku.
Tiba-tiba aku mendengar ia berbicara sendirian dengan nada kecil, padahal saat itu suasana tidak terlalu ramai dibarisannya.
Besoknya, aku kembali melewati jalan itu namun tak bersama temanku karena ia tak masuk kantor hari ini. Seperti biasa, aku melihat pengemis itu dengan posisi yang sama namun dengan senar yang nampak sedikit berbeda. Karena jarakku dan ia tidak begitu dekat, sekilas aku hanya melihat senarnya berwarna merah tua yang kering.
Kalian tahu, aku jadi penasaran dibuatnya. Ku dekati pengamen itu dan kutanya,"Maaf pak, kemarin aku sempat melewati jalan ini. Ya, jalan ini satu jalur dengan rumahku. Ngomong-ngomong, senarmu agak sedikit berbeda dari kemarin, warnanya agak sedikit merah kini. Apakah itu?"
Lalu ia menjawab,"Ini ku cat dengan warna kesukaanku yg diambil dari temanmu."
Aku bingung dengan jawabannya, tapi berhubung rasa penasaranku sudah terjawab, aku memutuskan untuk pulang saja.
Ketika aku melangkahkan kaki ke arah seberang, ia berteriak,"Besok adalah giliranmu, Nak!"
YOU ARE READING
BASEMENT
Mystery / ThrillerKumpulan cerita yang siap membuat buluk kudukmu berdiri, dahi mengernyit, dan tubuh bergeming. Kamu siap menjelajahi dunia yang penuh misteri? Ikuti terus kisah-kisahnya di sini!
