part 1

24 6 7
                                        

Hai kenalin aku anak baru di sini, mau bagi sedikit cerita dan hayalan aku ke kalian semoga aja kalian suka ya kalau tidak suka tidak apa apa, tapi aku ucapin terima kasih ke kalian yang mau melirik dan dan membaca cerita aku.
Selamat membaca :)

*****
Aku menghela nafas perlahan, ku lihat banyak orang yang Berlalu lalang di Luaran sanah, tepatnya aku lagi berdiri dekat jendela kamar terbuka, sesekali ku hirup udara disekitar.

"Subhanaallah betapa nikmat atas rezeki yang telah engkau berikan kepada ku, ya rabbi"  batin ku bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.

Bayangkan saja kalau udara harus bayar berapa uang yang harus aku keluarkan.

"Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Qs. Ar-rahman)"

yah ini lah aku RIANA DWI ANGGORO anak pertama dari pasangan ALDO ANGGORO dan SARAH DWI LESMANA.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu pun terdengar sontak menghentikan aktivitas yang Riana rasakan, "Ahhh ini siapa coba ganggu kenikmatan aja?" batin ku kesal.

"Ka Nana cepat kebawah sarapan dulu, ntar telat ke sekolahnya." ucp Riko dari balik pintu.

Ku lihat jam yang berada di tangan ku,"Astagfirullaah bisa kesiangan nih." ucp ku menepuk kening

"Ya de ini juga mau kebawah, de duluan aja!" jawab Nana sambil memasukan buku buku ke tas.

RIKO CAHYO ANGGORO,
ini adik kedua Riana karna adik pertama Riana meniggal diakibatkan sakit (DBD), Riko yang tidak pernah akur kalau udah ketemu, ya alasannya hanya satu karna hari lahirnya sama, kata orang tua jawa dulu ya lebih tepatnya anak dulu orang tua sekarang kalau hari lahirnya sama pasti tidak pernah akur, itu fakta atau mitos aku juga tidak tahu.

"Assalammualaikum." ucp Nana sambil duduk di kursi
"Wa'alaikumsalam." jawab mereka serempak, tapi suasana menjadi hening, tidak ada satu pun yang berbicara sampai papah memecahkan keheningannya..

"Nak kamu yakin dengan keputusan kamu." ucp papah yang ragu atas keputusan Riana, ya meskipun semalam Riana udah membicarakan hal ini.
"Ya sayang, ini tidak mudah yang kamu pikirkan." pasalnya mamah udah ngingetin Riana dari dulu untuk hal ini.

"Ah mah paling cuma pormalitas aja." ucp Riko cengengesan melihat kakanya dari atas sampai bawah
"Enak aja lu ngedumel. " jawab Nana ketus,"Pah, mah, Nana udah yakin ko dengan keputusan ini." jawab Nana, ya pasalnya sekarang Nana ingin hijrah berhijab dan menutup auratnya.

"Alhamdulillah, semoga kamu bisa istiqomah dengan keputusan ini." ucap papah.

"Ya sayang mamah bersyukur sekali karna kamu mau menunaikan kewajiban kamu untuk menutup aurat." ucp Sarah mamahnya Riana dengan senyuman manisnya.

"Yah bagus lah, kalau kaka udah nyadar." seru Riko yang tak yakin dengan keputusan kaka nya.

"Udah jangan berantem, ayo kita makan ntar kalian kesiangan, pah pimpin doa ya." ucp mamah mengeraikan pertengkaran kami.

"Bismillaahir rahmaanir rahim allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa adzaaban naar, amiin."

Kami semua makan dengan hikmat, tidak ada pembicaraan di sela sela makan, yang terdengar hanyalah suara sendok, garpuh, dan piring,

"Alhamdulilaahil ladzii ath'amanaa wa saqaanaawaja'alanaa muslimiin." ucap papah menyudahi sarapannya, dengan membaca doa selesai makan.

"Pah ayo, ntar kesiangan" ajak Riko yang lebih duluan selesai sarapan nya.

"Kamu mau bareng papah?" tanya papah ke Riana.

"Udah deh pah tinggalin aja, sarapnnya juga belum selesai." kesal Riko melihat kaka nya yang belum selesai.

"Yehh ini juga dikit lagi, kan mubajir kalau makan tidak dihabiskan."
"Alhamdulillah." ucap Nana yang sudah selesai makannya dan membaca doa selesai makan.

"Yu pah, Assalammualaikum mah." ajak Nana sambil menyalami tangan mamah dan pergi mengdahului papah dan Riko.

"Huuuhhh dasar, orang lain nungguin nih malah nyelonong ninggalin." kesal Riko sambil menyalami tangan mamah.

Sarah dan Aldo menggeleng takjub atas sikap dan kelakuan anak anak nya yang tidak pernah akur.

"Papah berangkat ya mah, Assalammualaikum." ucap papah yang mengecup kening mamah dan mamah yang menyalami tangan papah.

"Wa'alaikumsalam." jawab Sarah

"Ya rabbi, ya ilahi, ampunilah semua dosa dosa yang pernah dia lakukan diwaktu dulu, dosa hamba mu yang telah lalay dalam mendidik titipan mu." batin Sarah menangis kalau mengingat kejadian dulu.

***
Di dalam mobil tidak ada pembicaraan atau pun pertengkaran diantara Riana dan Riko, papah sangat fokus menyetir, ku lihat Riko yang sibuk dengan ponselnya, sedangkan aku hanya melihat keluar kaca mobil melihat suasana di luar sanah.

Tidak terasa mobil kami pun sudah sampai di depan gerbang sekolah, Nana bergegas keluar dari dalam mobil dan langsung pergi sambil nengucap salam.

" Assalammualaikum."

"Wa'alaikumsalam." jawab mereka serempak, Aldo pun langsung tancap gas untuk pergi ke kantor dan mengantarkan Riko ke sekolah.

#####
Ceritanya pendek ea ma.af ya ini baru pemula ko
Ma.af ya kalau ini cerita gaje. berharap tulisan.nya bisa dibaca dan di sukai semua orang

Jangan lupa ya vote sama comentar. Nya.
Ini tulisan pertama aku jadi wajar kalau gaje juga .hhehe

Assalammualaikum.

Wajah Kekasih (WHY)Des histoires addictives. Découvrez maintenant