Tidak ada yang spesial dari kata 'kita'.
Aku dan kamu terus berjalan masing-masing. Berhadap pada magnet masing-masing, aku di timur sedang kamu di barat.
Kamu dan aku terus berjalan seolah beriringan, seolah tanpa hambatan, seolah satu tujuan. Padahal kamu dan aku sama-sama tahu, bahkan bayangan satu sama lain tidak pernah bertemu.
Alkisah sepasang kekasih yang tidak ditakdirkan beriringan, memaksa keadaan seolah kita sejalan, meyakinkan diri seolah aku dan kamu bisa satu tujuan.
Nyatanya, tidak pernah ada kata 'kita' selama ini.
Aku dengan presepsiku, kamu dengan presepsimu.
Aku dengan caraku, dan kamu dengan caramu.
Yang berbeda hanya; aku melunturkan egoku, sedang kamu tengah sibuk dengan egomu.
Ada tanya yang belum tentu bisa kamu jawab, apa diantara kamu dan aku benar saling mencintai atau hanya saling mengisi?
Lantas, bagaimana bisa ada kata 'saling', jika diantara kamu dan aku tidak pernah ada kita?
YOU ARE READING
DESIR BISIK
Poetry#779 in poetry (15102017) #898 in poetry (16102017) #329 in poetry (19102017) #629 in Poetry (18112017) #621 in Poetry (20112017) Hanya quote-quote ringan yang dapat dimengerti. Aku hanya berusaha mengungkapkan isi hatiku.
